Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Viral video ukhti mukena pink.

Warganet Penasaran Video Mukena Pink Tanpa Sensor, Hati-Hati Link Berbahaya

Senin, 16 Maret 2026 01:00 WIB
Persib Bandung

Persib Gagal Menang, tapi Poin Tetap di Puncak Klasemen Super League

Minggu, 15 Maret 2026 22:48 WIB

Ledakan Misterius Hancurkan Kontrakan 19 Kamar di Cileunyi, Satu Penghuni Terluka

Minggu, 15 Maret 2026 21:53 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Warganet Penasaran Video Mukena Pink Tanpa Sensor, Hati-Hati Link Berbahaya
  • Persib Gagal Menang, tapi Poin Tetap di Puncak Klasemen Super League
  • Ledakan Misterius Hancurkan Kontrakan 19 Kamar di Cileunyi, Satu Penghuni Terluka
  • Atur WFA Saat Libur Nyepi–Lebaran 2026, Pemkab Bandung Pastikan Pelayanan Publik Tetap Jalan
  • Pulang Umrah, Bupati Bandung Dadang Supriatna Langsung Tinjau Banjir Bandang Desa Panyadap Solokanjeruk
  • Ramadan 2026 Heboh! Link Video Mukena Pink No Sensor Tersebar, Begini Isi Videonya
  • Bukan Main Layangan, Bocah 10 Tahun Ini Malah Sibuk Masak dan Urus Orang Tua Sakit!
  • Doa Buka Puasa dan Jadwal Adzan Maghrib Bandung 15 Maret 2026
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 16 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Korban Keracunan MBG di Bandung Barat Meningkat Jadi 352 Siswa

By Aga GustianaSelasa, 23 September 2025 09:48 WIB2 Mins Read
MBG
Siswa di Bandung Barat keracunan usai santap MBG. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Jumlah pelajar yang menjadi korban keracunan setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat (KBB), terus bertambah. Hingga Selasa (23/9/2025), tercatat 352 siswa dari PAUD hingga SMA/SMK mengalami gejala keracunan, dan angka ini diperkirakan masih bisa naik karena beberapa anak masih terus datang dengan keluhan serupa hingga pukul 07.30 WIB.

Sebagian korban yang dirawat sejak Senin (22/9/2025) sore sudah diperbolehkan pulang pada Selasa subuh, setelah kondisinya membaik berkat perawatan medis seperti infus dan pemberian oksigen.

“Sampai pagi ini, sudah 352 orang. Tapi datanya terus berubah-ubah, karena masih banyak yang berdatangan,” ungkap Kapolsek Sindangkerta, Iptu Solehudin, Selasa (23/9/2025).

Sebagian korban dirujuk ke rumah sakit, seperti RSUD Cililin dan RSIA Anugrah, namun mayoritas tetap dirawat di GOR Kecamatan Cipongkor yang juga dijadikan pusat pendataan.

Baca Juga:  Ratusan Korban Keracunan Makanan di Purwakarta Sudah Dipulangkan

“Ada 27 orang dirujuk ke RSUD Cililin dan 20 orang ke RSIA Anugrah. Bahkan ada beberapa ibu karena ikut mencicipi menu MBG anaknya di kelompok belajar (kober), jadi korban anak PAUD juga ada,” kata Solehudin.

Dugaan keracunan massal ini bermula pada Senin siang, ketika 15 siswa SMK Pembangunan mengeluhkan gejala muntah-muntah, demam, dan sesak napas.

“Rata-rata sesak napas terus muntah-muntah, sehingga kita rujuk ke RSUD Cililin. Yang di sini juga ada yang harus kita berikan oksigen karena kondisinya sesak tapi tidak terlalu parah,” jelas Kepala Puskesmas Cipongkor, Yuyun Sarihotimah.

Baca Juga:  BGN Bakal Investigasi Kasus Keracunan Massal MBG di Bandung dan Tasikmalaya

Tercium Bau Tak Sedap

Salah satu korban, Muhammad Jepri (15), terbaring lemas di GOR Kecamatan Cipongkor dengan infus terpasang di punggung tangannya. Beberapa teman sebayanya juga mendapatkan perawatan serupa setelah mengalami mual dan muntah-muntah akibat mengonsumsi menu MBG.

Pelajar SMP Cipari itu sempat mencoba menetralisir gejala keracunan dengan air kelapa, namun kondisinya tak membaik hingga akhirnya dibawa ke fasilitas kesehatan terpusat di GOR Kecamatan Cipongkor.

Dinas Kesehatan Bandung Barat mencatat lebih dari 75 anak yang diduga keracunan MBG, dengan 25 anak dirujuk ke RSUD Cililin, dan jumlah korban diprediksi akan terus bertambah.

Baca Juga:  Presiden Prabowo Pilih Dua Sapi Raksasa dari Bandung Barat untuk Kurban Idul Adha 2025

“Tadi makan itu sekitar jam 10 pagi, terus siangnya mulai terasa mual terus muntah-muntah. Habis itu minum air kelapa, tapi enggak membaik,” cerita Jepri, Senin (22/9/2025).

Menu MBG yang dikonsumsi berisi ayam kecap, sayur timun dan selada, tahu goreng, nasi, dan semangka, dengan rasa yang sengaja dibuat berbeda dari hari-hari sebelumnya.

“Agak bau juga, asem gitu. Enggak enak rasanya, cuma enggak tahu darimana itu sumbernya. Makanya enggak dihabiskan soalnya sudah bau,” tambah Jepri.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bandung Barat Cipongkor Keracunan MBG siswa
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Ledakan Misterius Hancurkan Kontrakan 19 Kamar di Cileunyi, Satu Penghuni Terluka

CPNS Kemenag

Atur WFA Saat Libur Nyepi–Lebaran 2026, Pemkab Bandung Pastikan Pelayanan Publik Tetap Jalan

Pulang Umrah, Bupati Bandung Dadang Supriatna Langsung Tinjau Banjir Bandang Desa Panyadap Solokanjeruk

Bukan Main Layangan, Bocah 10 Tahun Ini Malah Sibuk Masak dan Urus Orang Tua Sakit!

Doa Buka Puasa dan Jadwal Adzan Maghrib Bandung 15 Maret 2026

CPNS Kemenag

Mobil Dinas Tak Boleh untuk Mudik, ASN Bandung Diminta Patuhi Aturan

Terpopuler
  • Viral Video Kebun Sawit Ibu Tiri vs Anak Tiri, Apa Isinya? Hati-hati Jebakan Batman!
  • Video Aksi Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit Viral, Link Diburu Netizen
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Waspada Klaim Full Durasi Video Ukhti Mukena Pink ‘No Sensor’, Ini Faktanya
  • Viral video ukhti mukena pink.
    Hati-hati! Link Video Viral Mukena Pink ‘No Sensor’ Bisa Sebarkan Malware
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Fenomena Ukhti Mukena Pink Viral di TikTok, Pakar Ingatkan Bahaya Tersembunyi di Balik Link Video
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.