Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Kedok Ojol di Balik Skandal 17 Menit, Video “Bule Bali” Ini Diburu Netizen

Sabtu, 28 Maret 2026 21:12 WIB
Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.

Viral Lagi! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri, Kali Ini Adegan di Dapur

Sabtu, 28 Maret 2026 18:52 WIB

Bikin Haru! Momen Relawan Jadi ‘Mata’ Bagi Anak Difabel di Laga Timnas Indonesia

Sabtu, 28 Maret 2026 18:35 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Kedok Ojol di Balik Skandal 17 Menit, Video “Bule Bali” Ini Diburu Netizen
  • Viral Lagi! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri, Kali Ini Adegan di Dapur
  • Bikin Haru! Momen Relawan Jadi ‘Mata’ Bagi Anak Difabel di Laga Timnas Indonesia
  • Bukan Selat Hormuz, Donald Trump Kini Beri Nama Baru ‘Selat Trump’ di Tengah Konflik Iran
  • Gelar Juara Jadi Harga Mati, Bomber Persib Andrew Jung Tak Ambisi Kejar Top Skor
  • Viral Pemuda di Ciamis Ngamuk Rusak Mobil Pemudik, Akhirnya Minta Maaf dan Ganti Rugi
  • Diterjang Angin Kencang, Reklame Raksasa di Buah Batu Bandung Roboh Timpa Mobil dan Pos Jaga
  • Dulu Peluk Boneka Sendirian, Sekarang Punch Berani Pasang Badan untuk Sang ‘Pacar’ Momo-Chan
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 28 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kreator Grup Fantasi Sedarah Asal Bandung Simpan Ratusan Foto dan Video Porno

By Aga GustianaKamis, 22 Mei 2025 17:50 WIB2 Mins Read
Ilustrasi video 18+
Ilustrasi video 18+. Illustration vector
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Siapa sangka, di balik layar dunia maya yang kerap dianggap sekadar ruang hiburan dan ekspresi diri, tersimpan sisi gelap yang mencengangkan. Seorang pemuda asal Bandung berinisial MR (20) menjadi sorotan publik setelah diketahui menjadi kreator grup Facebook bertajuk “Fantasi Sedarah”—sebuah ruang maya yang memicu kecemasan kolektif karena kontennya yang menjurus ke pornografi inses dan eksploitasi anak.

Kepolisian mengungkap, dalam ponsel milik MR ditemukan ratusan gambar serta video berkonten pornografi yang sebagian besar berasal dari aktivitas dalam grup tersebut.

“Ditemukan sebanyak 402 gambar dan 7 video yang bermuatan pornografi dari device HP Tersangka MR,” ujar Brigjen Himawan Bayu Aji dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (21/5/2025).

Grup “Fantasi Sedarah” bukanlah grup biasa. Berdiri sejak Agustus 2024, komunitas digital ini memfasilitasi anggotanya untuk membagikan pesan, gambar, dan video yang menjurus pada fantasi seksual menyimpang terhadap keluarga sendiri. Ironisnya, sebagian korban dalam unggahan itu adalah anak di bawah umur.

Baca Juga:  Kecanduan Pornografi? 5 Film Ini Ceritakan Dampak Negatif Nonton Bokep

Kepuasan Pribadi hingga Keuntungan Finansial

MR disebut membuat dan mengelola grup tersebut semata untuk kepuasan pribadi, berinteraksi dengan sesama anggota yang memiliki ketertarikan serupa. Namun, jejak penyimpangan digital ini tak berhenti padanya.

Polisi juga menetapkan lima tersangka lain yang diduga terlibat aktif. Salah satunya, MA, pemilik akun “Rajawali”, diketahui menyimpan 66 gambar dan dua video pornografi dalam ponselnya.

Baca Juga:  Grup Facebook ‘Fantasi Sedarah’ Jadi Sorotan, Polisi dan DPR Turun Tangan

Lebih mengerikan lagi, tersangka DK diduga menjadikan grup ini sebagai ladang keuntungan finansial. Ia memonetisasi konten pornografi anak yang diunggah, menjualnya kepada anggota lain seharga Rp 50 ribu untuk 20 video dan Rp 100 ribu untuk 40 konten campuran.

“Motifnya ekonomi. Ia mendapatkan keuntungan pribadi dari menjual konten di grup tersebut,” ungkap Himawan.

Jerat Hukum dan Harapan Penegakan Etika Digital

Keenam tersangka kini dijerat dengan pasal berlapis dari berbagai undang-undang, mulai dari UU ITE, UU Pornografi, UU Perlindungan Anak, hingga UU Tindak Pidana Kekerasan Seksual. Ancaman hukumannya tak main-main—hingga 15 tahun penjara dan denda maksimal Rp 6 miliar.

Baca Juga:  Warga Babakan Ciparay Kaget, Tetangga Pendiam Ternyata Admin Grup FB 'Fantasi Sedarah'

Pengungkapan kasus ini membuka tabir penting: bagaimana celah di ruang digital bisa digunakan untuk menyebarkan konten menyimpang secara sistematis dan berjejaring. Lebih dari sekadar kejahatan individu, ini menunjukkan perlunya pengawasan digital yang lebih kuat, literasi digital yang merata, serta penegakan hukum yang tegas.

Sementara aparat tengah melanjutkan pendalaman dan penyidikan, masyarakat diimbau untuk lebih waspada terhadap aktivitas online, terutama yang menyangkut anak-anak.

Karena di era konektivitas tanpa batas ini, kejahatan tak lagi berjalan di lorong gelap, tapi bisa menyamar dalam bentuk grup sosial dan interaksi virtual yang tampak “biasa”.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Fantasi Sedarah Grup Facebook Pemuda Bandung Pornografi video porno
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Donald Trump

Bukan Selat Hormuz, Donald Trump Kini Beri Nama Baru ‘Selat Trump’ di Tengah Konflik Iran

Viral Pemuda di Ciamis Ngamuk Rusak Mobil Pemudik, Akhirnya Minta Maaf dan Ganti Rugi

Diterjang Angin Kencang, Reklame Raksasa di Buah Batu Bandung Roboh Timpa Mobil dan Pos Jaga

Alarm Bahaya di Jalan Raya Indonesia: Satu Nyawa Melayang Tiap 20 Menit

Sempat Ingin Polisikan Netizen, Hendrik Irawan Kini Pasrah Dapurnya Disegel Buntut Joget Nyeleneh

Kejutan Panglima! Kenaikan Pangkat Luar Biasa untuk Prajurit TNI Penghafal Al-Qur’an

Terpopuler
  • Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.
    Netizen Penasaran! Video Viral Kebun Sawit Ini Bisa Mengandung Risiko Digital
  • Link Video Ojol vs Bule 17 Menit Viral, Ternyata Settingan WNA di Bali demi Konten
  • Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit: Dari TikTok Hingga Ancaman Pidana UU ITE
  • Viral di TikTok! Kronologi Video Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit
  • Heboh! Link Telegram Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di Kebun Sawit Ramai Diburu, Ini Fakta Sebenarnya
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.