bukamata.id – Sepak bola Malaysia kini berada di titik kritis. Skandal dokumen palsu yang menyeret tujuh pemain naturalisasi membuat Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) terpojok dan membuka peluang sanksi berat dari AFC.
Jika tidak ditangani serius, Malaysia bisa “menghilang” dari panggung sepak bola Asia selama bertahun-tahun.
Situasi ini membuat publik teringat pada kasus Timor Leste yang pernah dihukum larangan tampil di kompetisi AFC hingga delapan tahun akibat pelanggaran serupa.
Tujuh Pemain Naturalisasi Terbukti Gunakan Dokumen Palsu
Kasus bermula dari investigasi FIFA terhadap tujuh pemain naturalisasi yang diduga menggunakan dokumen kewarganegaraan palsu. Mereka adalah:
- Gabriel Arrocha
- Facundo Garcés
- Rodrigo Holgado
- Imanol Machuca
- Joao Figueiredo
- Jon Irazábal
- Hector Hevel
FIFA menjatuhkan sanksi skors 12 bulan kepada setiap pemain dan denda CHF 2.000 (sekitar Rp41,5 juta).
FAM dihukum lebih berat dengan denda CHF 350.000 (sekitar Rp7,2 miliar) karena dianggap gagal menjalankan pengawasan serta tidak kooperatif dalam proses penyelidikan.
Yang menjadi sorotan: tidak ada satu pun pelaku pemalsuan dokumen yang diungkap. Kurangnya transparansi ini membuat FIFA menilai FAM tidak menunjukkan tanggung jawab kolektif.
Ancaman Kekalahan Walk-Over dan Penolakan Banding
Sejumlah laporan menyebut Malaysia berpotensi kalah 0–3 pada dua laga Kualifikasi Piala Asia 2026 melawan Nepal dan Vietnam. Namun menurut pakar hukum olahraga Malaysia, Balbeer Singh, ancaman tersebut hanya dampak awal.
Banding FAM ke Komite Banding FIFA juga ditolak, yang menandakan bukti dan argumen Malaysia dianggap lemah. Fakta bahwa FAM belum mampu mengungkap aktor pemalsuan menjadi penyebab utama kecurigaan FIFA.
AFC Disebut Siap Jatuhkan Sanksi Paling Berat
Menurut Balbeer Singh, ancaman terbesar justru akan datang dari AFC. Setelah proses banding ke CAS selesai, Malaysia disebut berisiko menghadapi sanksi ekstrem.
Mengacu pada kasus Timor Leste, AFC sebelumnya memberi hukuman berupa:
- Diskualifikasi dari turnamen resmi
- Larangan tampil di kompetisi AFC selama 8 tahun
- Sanksi administratif kepada pejabat federasi
Balbeer menilai pola pelanggaran Malaysia sangat mirip dengan Timor Leste, sehingga risiko hukuman sebanding bahkan lebih berat bukan hal mustahil.
FAM Dinilai Tidak Kooperatif
Dalam laporannya, FIFA menyebut FAM tidak berupaya sungguh-sungguh mengungkap proses pemalsuan dokumen. Tidak ada individu yang disalahkan, tidak ada pejabat yang dicopot, dan tidak ada laporan transparan tentang proses naturalisasi.
“Tidak ada seorang pun yang diidentifikasi sebagai pelaku pemalsuan. Itu tidak dapat diterima oleh FIFA,” ujar Balbeer Singh.
Dampak Jika Malaysia Dibekukan dari Kompetisi AFC
Jika Malaysia dikenai hukuman berat, dampaknya bisa sangat luas dan jangka panjang:
- Ranking FIFA merosot drastis
- Tidak bisa mengikuti turnamen resmi bertahun-tahun
- Program pembinaan usia muda hancur
- Sponsor dan investor hengkang
- Kualitas kompetisi domestik menurun
- Hilangnya generasi pesepak bola potensial
Dalam skenario terburuk, Malaysia benar-benar bisa lenyap dari peta sepak bola Asia untuk waktu lama.
Harapan Masih Ada Jika FAM Bergerak Cepat
Pengamat menilai Malaysia masih bisa menyelamatkan diri jika FAM berani mengambil langkah tegas, antara lain:
- Mengungkap aktor pemalsuan dokumen
- Melakukan reformasi internal federasi
- Menunjukkan transparansi penuh kepada FIFA dan AFC
- Menjatuhkan disiplin kepada pejabat terkait
Langkah cepat dan terbuka dinilai menjadi satu-satunya peluang Malaysia untuk menghindari sanksi terberat dalam sejarah.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











