Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
3store

Makin Praktis! Warga Garut Kini Bisa Urus Layanan Tri dan IM3 dalam Satu Atap

Jumat, 13 Maret 2026 18:58 WIB

Ada Orang Utan Gak Bisa Tidur Kalau Gak Nonton Sinetron? Ini Faktanya!

Jumat, 13 Maret 2026 18:52 WIB
Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.

Viral Lagi! Link Video Part 2 Ibu Tiri vs Anak Tiri Ramai Diburu Netizen

Jumat, 13 Maret 2026 18:01 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Makin Praktis! Warga Garut Kini Bisa Urus Layanan Tri dan IM3 dalam Satu Atap
  • Ada Orang Utan Gak Bisa Tidur Kalau Gak Nonton Sinetron? Ini Faktanya!
  • Viral Lagi! Link Video Part 2 Ibu Tiri vs Anak Tiri Ramai Diburu Netizen
  • Klaim Ramalan Kematian Vidi Aldiano, Mbak Rara Pawang Hujan Tantang Balik Deddy Corbuzier
  • Catat! Ini Jadwal Buka Puasa Bandung Hari Ini Jumat 13 Maret 2026
  • Simak Panduan Lengkap Pendaftaran KIP Kuliah 2026: Syarat, Cara Daftar, dan Jadwal
  • Prediksi Borneo FC vs Persib Bandung: Duel Panas Perebutan Puncak Klasemen Liga 1
  • Dituding Terlibat Kasus Dugaan Pelecehan Ustaz SAM, Ustaz Solmed Buka Suara
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 13 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kritik Klasifikasi Desa di LKPj Jabar 2024, A Yamin: Jangan Tutupi Realita!

By SusanaSenin, 23 Juni 2025 09:30 WIB2 Mins Read
Anggota Komisi I DPRD Jawa Barat, A Yamin. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Anggota Komisi I DPRD Jawa Barat, A Yamin, melayangkan kritik tajam terhadap laporan klasifikasi desa yang tercantum dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Gubernur Jabar Tahun 2024.

Dalam LKPj tersebut, yang disampaikan oleh Gubernur Dedi Mulyadi berdasarkan kinerja saat provinsi masih dipimpin Penjabat Gubernur Bey Machmudin, disebutkan bahwa desa di Jabar dikelompokkan menjadi tiga kategori: Desa Mandiri, Desa Maju, dan Desa Berkembang.

Namun, menurut A Yamin, klasifikasi itu tidak mencerminkan kondisi nyata di lapangan, terutama di wilayah-wilayah pelosok seperti Kabupaten Sukabumi.

“Itu LKPj periode sebelumnya, memang bukan Gubernur saat ini. Tapi pemerintahan tetap satu. Yang jadi sorotan saya, klasifikasinya terlalu optimistis. Banyak desa masih di bawah standar,” ujar Yamin.

Fakta Lapangan Tak Sesuai Laporan

Yamin menilai, klasifikasi seperti Desa Mandiri hanya terlihat di wilayah perkotaan dengan akses dan jangkauan terbatas. Sementara di daerah luas seperti Kabupaten Sukabumi yang memiliki 47 kecamatan dan lebih dari 380 desa, banyak desa yang infrastrukturnya masih jauh dari layak.

“Bangunan balai desa saja masih banyak yang tidak memenuhi standar. Saya khawatir klaim ‘Desa Mandiri’ justru menyesatkan jika tidak berdasarkan data riil,” tambahnya.

Ia juga menegaskan bahwa saat melakukan kunjungan kerja ke desa-desa di Sukabumi, ia mendapati fasilitas pelayanan masyarakat masih sangat memprihatinkan.

Desa Tertinggal Masih Ada di Sukabumi

Dalam laporan resmi, tak disebut adanya Desa Tertinggal, padahal menurut Yamin, kondisi tersebut nyata di banyak lokasi. Ia mencontohkan aula pertemuan desa yang ia kunjungi masih seperti rumah biasa, jauh dari kata layak sebagai pusat pelayanan warga.

“Saya hadir rapat, dan tempatnya tidak representatif sama sekali. Balai desa itu pusat pelayanan, seharusnya tertata dan layak,” tegas politisi Partai Demokrat ini.

Sukabumi Perlu Perhatian Khusus dari Pemprov Jabar

Sebagai wakil rakyat dari Daerah Pemilihan V Kota dan Kabupaten Sukabumi, Yamin meminta Pemprov Jabar lebih serius memperhatikan pemerataan pembangunan, terutama infrastruktur dasar.

Ia juga menyebut bahwa wilayah seperti Garut dan daerah perbukitan lainnya mengalami hal serupa, tapi Sukabumi justru seperti luput dari prioritas fiskal.

“Bantuan ke desa-desa Sukabumi sangat kecil, terutama yang sifatnya pembangunan fisik. Jika hanya mengandalkan ADD dan bantuan normatif, jelas tidak cukup,” ungkapnya.

Dorongan untuk Pemerataan dan Revisi Data Klasifikasi

A Yamin mendesak Pemprov Jabar untuk turun langsung mengevaluasi kondisi desa di daerah-daerah terpencil, bukan hanya mengandalkan data administratif.

“Klasifikasi itu harus disesuaikan dengan kenyataan. Jangan disebut ‘Desa Berkembang’ padahal kondisinya masih jauh tertinggal,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

A Yamin DPRD Jabar Desa Tertinggal Sukabumi klasifikasi desa Jabar LKPj Gubernur Jabar 2024
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Catat! Ini Jadwal Buka Puasa Bandung Hari Ini Jumat 13 Maret 2026

Dituding Terlibat Kasus Dugaan Pelecehan Ustaz SAM, Ustaz Solmed Buka Suara

Teror Air Keras Sasar Petinggi KontraS: Andrie Yunus Diserang Usai Rekaman Podcast di YLBHI

Modus Janji Sekolah ke Luar Negeri, 5 Santri Jadi Korban Dugaan Pelecehan Ustadz SAM

Ilustrasi PNS.

THR Pensiunan PNS 2026 Sudah Cair, PT Taspen Pastikan Gaji April Segera Masuk Rekening

Puasa Hari ke-23 Ramadhan di Bandung: Waktu Imsak Terbaru

Terpopuler
  • Viral Video Kebun Sawit Ibu Tiri vs Anak Tiri, Apa Isinya? Hati-hati Jebakan Batman!
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Viral ‘Ukhti Mukena Pink’ Tanpa Sensor, Begini Fakta yang Perlu Kamu Tahu!
  • Video Aksi Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit Viral, Link Diburu Netizen
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Heboh di Media Sosial, Video Ukhti Mukena Pink Bersensor Putih Bikin Netizen Penasaran
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Viral Link Video Ukhti Mukena Pink No Sensor, Waspada Jebakan Batman!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.