bukamata.id – Panggung hiburan publik kembali diwarnai insiden mengejutkan yang melibatkan musisi papan atas tanah air. Vokalis grup band rock Kotak, Tantri Syalindri, mengalami kejadian tidak mengenakkan saat tengah memeriahkan perhelatan akbar Syukuran Nelayan ke-69 yang dipusatkan di Pantai Palangpang, Geopark Ciletuh, Desa Ciwaru, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Di penghujung penampilannya, seorang pria misterius secara mendadak menerobos pengamanan dan memeluk sang penyanyi secara paksa.
Momen menegangkan tersebut sempat terekam dalam video amatir oleh penonton dan langsung menyebar luas hingga menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial. Baik pihak manajemen artis maupun jajaran panitia lokal lantas memberikan klarifikasi resmi guna meluruskan kronologi kejadian di lapangan.
Rangkaian konser musik yang digelar pada Jumat (17/7/2026) malam tersebut sejatinya berlangsung sangat meriah dan dipadati oleh ribuan warga lokal yang antusias memadati pesisir pantai. Kendati demikian, suasana berubah drastis tatkala band memasuki lagu-lagu terakhir penutup acara.
Seorang penonton tak dikenal secara tiba-tiba nekat melompati pembatas pengaman lalu berlari kencang menaiki panggung utama tanpa izin. Tanpa aba-aba, pria tersebut langsung merangsek maju dan memeluk Tantri secara mendadak di hadapan penonton.
Beruntung, respons sigap ditunjukkan oleh kru internal band. Teknisi vokal Kotak, Amabonas, yang dibantu oleh jajaran kru panggung serta aparat kepolisian dari Polres Sukabumi langsung bergerak cepat meringkus pelaku dan menyeretnya turun dari panggung.
Respons Resmi dari Tantri Syalindri
Menanggapi insiden yang sempat membuat adrenalinnya bergejolak itu, Tantri lantas mencurahkan isi hatinya lewat akun Instagram pribadi miliknya, @tantrisyalindri, dengan membenarkan adanya peristiwa mengejutkan tersebut sekaligus memuji kesigapan timnya.
“SHOCK!! Manggung di Geopark Ciletuh sebenarnya berjalan seru banget. Sampai di akhir show, tiba-tiba ada seorang laki-laki naik ke atas panggung dan langsung memelukku. Untung ada @amabonas, teknisi vokalku, yang gercep mengamankan situasi,” tulis Tantri.
Selain menceritakan detik-detik menegangkan tersebut, ia turut menitipkan pesan tegas agar aspek keamanan bagi para pekerja seni di atas panggung lebih diperketat di masa mendatang agar insiden serupa tidak kembali menimpa musisi lain.
“Semoga kejadian seperti ini tidak terulang lagi, kepada siapa pun yang sedang tampil di atas panggung. Panggung seharusnya menjadi ruang yang aman, baik untuk musisi maupun seluruh tim yang bekerja di balik pertunjukan,” terangnya.
Penjelasan Pihak Panitia Lokal
Di sisi lain, Ketua Panitia Syukuran Nelayan Ciwaru, Ujang Abdurohim, saat dikonfirmasi secara terpisah menyebutkan bahwa aksi nekat penonton tersebut diduga kuat terjadi akibat pengaruh minuman keras. Dari hasil pemantauan di lokasi, pelaku tampak kehilangan kesadaran diri saat beraksi.
“Kelihatannya dia mabuk. Soalnya sepintas kalau dilihat dari gambarnya, yang bersangkutan tidak menggunakan alas kaki (sandal). Sempat mau memeluk Teh Tantri, tetapi keburu ditarik dan diamankan oleh panitia serta petugas dari Polres,” ujar Ujang.
Ujang memastikan bahwa situasi berhasil diredam dengan cepat sehingga pelaku tidak sempat melancarkan tindakan lain yang berpotensi membahayakan keselamatan para pengisi acara.
“Langsung diamankan saat kejadian, kami pihak panitia sama sekali tidak mengenal pelaku tersebut siapa. Namun malam itu memang langsung diamankan oleh pihak kepolisian juga,” pungkasnya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










