Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Videotron Six Nine Padel di Jalan Riau Disegel, Satpol PP: Izin Reklame Belum Terbit

Rabu, 5 Agustus 2026 14:53 WIB

Kasus Penebangan Pohon di Jalan Riau Masuk Ranah Pidana, Polrestabes Bandung Dalami Unsur Perusakan

Rabu, 5 Agustus 2026 14:21 WIB

Badai Jadwal Piala Presiden 2026: Pelatih Persib Keluhkan Fisik Pemain Jelang Play-off Asia

Rabu, 5 Agustus 2026 14:14 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Videotron Six Nine Padel di Jalan Riau Disegel, Satpol PP: Izin Reklame Belum Terbit
  • Kasus Penebangan Pohon di Jalan Riau Masuk Ranah Pidana, Polrestabes Bandung Dalami Unsur Perusakan
  • Badai Jadwal Piala Presiden 2026: Pelatih Persib Keluhkan Fisik Pemain Jelang Play-off Asia
  • BOCOR KE PUBLIK! Parodi Pedas dan Rekaman Kamera Raksasa Dedi Mulyadi Meledak di Medsos!
  • Maung Bandung vs Bajol Ijo: Siapa Rajanya? Prediksi Final Piala Presiden 2026
  • Panduan Lengkap Cara Daftar PIP Kemendikdasmen 2026: Syarat, Alur, dan Cek Status
  • Cara War Tiket Upacara HUT ke-81 RI di Istana Merdeka dan Jadwal Pendaftarannya
  • Buruan Klaim! 15 Kode Redeem Free Fire Hari Ini Bisa Dapat Item Langka dari Garena
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 5 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kisah Lengkap Raya, Balita Sukabumi yang Tubuhnya Dipenuhi Cacing hingga Organ Vital

By Aga GustianaRabu, 20 Agustus 2025 16:07 WIB4 Mins Read
Raya Sukabumi
Raya, balita di Sukabumi mengalami penyakit langka hingga meninggal dunia. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Raya, bocah perempuan berusia tiga tahun dari Kampung Padangenyang, Desa Cianaga, Kecamatan Kabandungan, meninggal dunia pada 22 Juli 2025 setelah tubuhnya dipenuhi cacing hingga menyebar ke organ vital, termasuk otak. Kasus ini menjadi sorotan publik karena kondisi balita yang sangat memprihatinkan dan jarang terjadi.

Kisah memilukan Raya bermula dari laporan kerabat pada 13 Juli 2025. Awalnya, kerabat menyampaikan bahwa Raya mengalami sesak napas. Relawan dari Rumah Teduh & Peaceful Land segera melakukan asesmen di hari yang sama. Namun ketika tiba, kondisi Raya sudah tidak sadarkan diri.

“Kondisinya sudah drop, langsung dimintakan masuk ke PICU (Pediatric Intensive Care Unit),” kata Iin Achsien, pendiri Rumah Teduh & Peaceful Land, Selasa (19/8/2025).

Dari Gejala Ringan hingga Kondisi Kritis

Ketua Tim Penanganan Keluhan RSUD R Syamsudin SH, dr. Irfanugraha Triputra, menjelaskan bahwa Raya tiba di IGD rumah sakit sekitar pukul 20.00 WIB dalam kondisi koma. “Menurut pihak keluarga, sehari sebelumnya Raya hanya mengalami gejala demam, batuk, dan pilek,” ujarnya.

Awalnya, dokter menduga ketidaksadaran Raya akibat meningitis TB atau komplikasi TBC paru karena kedua orang tuanya sedang menjalani pengobatan TBC. Namun dugaan itu berubah ketika cacing mulai keluar dari hidung Raya selama observasi di IGD.

“Kemungkinan tidak sadarnya ada dua, antara faktor TBC atau karena infeksi cacing,” jelas dr. Irfan.

Infeksi cacing gelang (ascaris) yang diderita Raya sudah sangat parah dan menyebar ke organ vital, termasuk paru-paru dan otak. “Ini cenderung terlambat. Cacingnya sudah banyak sekali di dalam pencernaan dan sudah berukuran besar-besar,” tambah dr. Irfan.

Kendala Administrasi dan Perawatan

Raya juga menghadapi kendala administratif. Ia tidak memiliki identitas resmi, sehingga rumah sakit memberikan tenggat waktu 3×24 jam untuk mengurus BPJS PBI agar biaya perawatan dapat ditanggung pemerintah. Namun, orang tua Raya yang mengalami gangguan jiwa (ODGJ) membuat proses tersebut menemui jalan buntu.

“Kami langsung ke Disdukcapil, diarahkan ke Dinas Sosial karena orang tuanya ada keterbelakangan mental. Dari sana diarahkan ke Dinas Kesehatan, dan akhirnya Dinas Kesehatan angkat tangan,” ujar Iin.

Akhirnya, biaya perawatan yang mencapai Rp23 juta ditanggung oleh Rumah Teduh, meski sebelumnya sempat mendapat diskon dan pembayaran awal.

Kehidupan Keluarga dan Lingkungan yang Memprihatinkan

Kepala Desa Cianaga, Wardi Sutandi, menuturkan kondisi keluarga Raya yang kurang optimal dalam pengasuhan karena kedua orang tua mengalami ODGJ. “Anak itu sering main di kolong sama ayam karena rumahnya panggung. Anaknya untuk jalan juga agak lambat, terus dia punya sakit demam. Sudah diperiksa ke klinik terdekat, ternyata dia punya penyakit paru,” jelas Wardi.

Pemerintah desa telah memberikan bantuan maksimal, termasuk PMT (Pemberian Makanan Tambahan) rutin untuk meningkatkan gizi Raya. Bahkan rumah keluarga Raya sempat hancur dan dibangun kembali oleh warga dan pemerintah desa. Ironisnya, alas rumah panggung sempat dirusak menjadi bahan bakar memasak.

Menurut Wardi, keluarga Raya tidak segera membawa anak itu ke rumah sakit saat kondisinya memburuk. “Mungkin mereka tidak menyangka kalau Raya sudah dalam keadaan sekarang itu,” katanya.

Cerita dari Ibu Raya

Endah, ibu Raya, mengenang kondisi putrinya yang kurus dan lemah. “Sakitnya sudah lama, sakitnya seperti sesak,” ucapnya.

Selama ini, perawatan Raya di rumah bersifat tradisional. “Belum pernah ke rumah sakit, belum pernah ke puskesmas. Biasanya saya hanya memandikannya dengan air hangat dan daun singkong. Iya, secara tradisional,” ujar Endah.

Tak lama setelah dibawa ke RSUD R Syamsudin SH, tim dokter mendiagnosis Raya mengalami infeksi cacing parah. “Banyak cacing, cacingnya ada yang ukurannya sekilo. Berarti sudah besar di dalam perut,” kata Endah.

Endah mengaku tidak tahu pasti penyebab infeksi cacing, karena mereka tidak memelihara hewan peliharaan. Ia hanya bisa berusaha merawat sang putri seadanya di rumah. “Setiap hari, saya lihat dia susah bernafas, tapi saya tidak tahu harus berbuat apa,” ungkapnya dengan tatapan sayu.

Warisan Perhatian Publik

Raya meninggalkan kisah yang memilukan sekaligus menjadi peringatan tentang pentingnya pengawasan gizi, akses layanan kesehatan, dan peran lingkungan dalam tumbuh kembang anak, terutama bagi keluarga yang menghadapi kondisi sosial dan psikologis rentan. Rumah panggung tempat Raya tinggal kini ramai dikunjungi warga yang berempati terhadap nasib bocah tiga tahun ini.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

balita BGM Gizi Buruk Infeksi Cacing Kesehatan Anak ODGJ Rumah Teduh Sukabumi Tragedi Anak viral
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Videotron Six Nine Padel di Jalan Riau Disegel, Satpol PP: Izin Reklame Belum Terbit

Kasus Penebangan Pohon di Jalan Riau Masuk Ranah Pidana, Polrestabes Bandung Dalami Unsur Perusakan

BOCOR KE PUBLIK! Parodi Pedas dan Rekaman Kamera Raksasa Dedi Mulyadi Meledak di Medsos!

Aksi Nekat di Andir Bandung, Bendera Merah Putih Dibakar, Pelaku Masih Diburu Polisi

Konvoi Pendukung Persib dan Persija Nyaris Terlibat Bentrok Fisik di Sukabumi

PARAH! Rekam Jejak 4 Oknum Nakes Yang Hina Pasien BPJS: Lulusan UGM dan UI Tapi Minim Empati?!

Terpopuler
  • Rindang Jadi Beton! 9 Pohon di Cihapit Ditebang Demi Lapangan Padel?
  • FOTO: Dedikasi Tanpa Batas Tim Medis Mengawal Keselamatan Laga Piala Presiden 2026
  • Pengelola Harian SixNine Buka Suara soal Dugaan Penebangan Pohon di Jalan Riau: Kami Hanya Jalankan Operasional
  • Cara Nonton Link Live Streaming Persib vs Tampines Rovers Malam Ini di Piala Presiden 2026
  • Gebrakan atau Kontroversi? Polemik Hadiah Tangkap Begal ala Dedi Mulyadi di Tengah Resah Warga Jabar
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.