Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Maung Bandung Bergerak Diam-Diam, Ini Daftar Calon Pemain Anyar Persib

Kamis, 18 Juni 2026 20:04 WIB

Dedi Mulyadi Soroti Jalan Nasional Rusak Usai Ojol Tewas di Pasteur, Minta Kewenangan Diserahkan ke Daerah

Kamis, 18 Juni 2026 19:45 WIB

Dedi Mulyadi Tanggapi Aksi Indonesia Darurat: Kritik Itu Penting untuk Demokrasi

Kamis, 18 Juni 2026 19:30 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Maung Bandung Bergerak Diam-Diam, Ini Daftar Calon Pemain Anyar Persib
  • Dedi Mulyadi Soroti Jalan Nasional Rusak Usai Ojol Tewas di Pasteur, Minta Kewenangan Diserahkan ke Daerah
  • Dedi Mulyadi Tanggapi Aksi Indonesia Darurat: Kritik Itu Penting untuk Demokrasi
  • Dedi Mulyadi Pastikan Sekolah Swasta Gratis untuk Siswa Tak Tertampung di Negeri
  • Waspada! Link Video Cut Salwa Diduga Jebakan Digital Berbahaya
  • Perkuat Edukasi dan Aksi Sosial, Yayasan Jalan Surga Gandeng bukamata.id Sebarkan Nilai Kebaikan
  • Rakyat Makin Terhimpit Ekonomi, GMNI Bandung Geruduk DPRD Jabar dan Bawa 6 Tuntutan Keras
  • Farhan Soroti Jalan Berlubang di Pasteur Usai Ojol Tewas, Pemkot Janji Koordinasi Perbaikan
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 18 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kisah Lengkap Raya, Balita Sukabumi yang Tubuhnya Dipenuhi Cacing hingga Organ Vital

By Aga GustianaRabu, 20 Agustus 2025 16:07 WIB4 Mins Read
Raya Sukabumi
Raya, balita di Sukabumi mengalami penyakit langka hingga meninggal dunia. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Raya, bocah perempuan berusia tiga tahun dari Kampung Padangenyang, Desa Cianaga, Kecamatan Kabandungan, meninggal dunia pada 22 Juli 2025 setelah tubuhnya dipenuhi cacing hingga menyebar ke organ vital, termasuk otak. Kasus ini menjadi sorotan publik karena kondisi balita yang sangat memprihatinkan dan jarang terjadi.

Kisah memilukan Raya bermula dari laporan kerabat pada 13 Juli 2025. Awalnya, kerabat menyampaikan bahwa Raya mengalami sesak napas. Relawan dari Rumah Teduh & Peaceful Land segera melakukan asesmen di hari yang sama. Namun ketika tiba, kondisi Raya sudah tidak sadarkan diri.

“Kondisinya sudah drop, langsung dimintakan masuk ke PICU (Pediatric Intensive Care Unit),” kata Iin Achsien, pendiri Rumah Teduh & Peaceful Land, Selasa (19/8/2025).

Dari Gejala Ringan hingga Kondisi Kritis

Ketua Tim Penanganan Keluhan RSUD R Syamsudin SH, dr. Irfanugraha Triputra, menjelaskan bahwa Raya tiba di IGD rumah sakit sekitar pukul 20.00 WIB dalam kondisi koma. “Menurut pihak keluarga, sehari sebelumnya Raya hanya mengalami gejala demam, batuk, dan pilek,” ujarnya.

Awalnya, dokter menduga ketidaksadaran Raya akibat meningitis TB atau komplikasi TBC paru karena kedua orang tuanya sedang menjalani pengobatan TBC. Namun dugaan itu berubah ketika cacing mulai keluar dari hidung Raya selama observasi di IGD.

Baca Juga:  Viral Oknum Bobotoh Rusak Fasilitas GBLA, Satu Pelaku Diciduk Polisi

“Kemungkinan tidak sadarnya ada dua, antara faktor TBC atau karena infeksi cacing,” jelas dr. Irfan.

Infeksi cacing gelang (ascaris) yang diderita Raya sudah sangat parah dan menyebar ke organ vital, termasuk paru-paru dan otak. “Ini cenderung terlambat. Cacingnya sudah banyak sekali di dalam pencernaan dan sudah berukuran besar-besar,” tambah dr. Irfan.

Kendala Administrasi dan Perawatan

Raya juga menghadapi kendala administratif. Ia tidak memiliki identitas resmi, sehingga rumah sakit memberikan tenggat waktu 3×24 jam untuk mengurus BPJS PBI agar biaya perawatan dapat ditanggung pemerintah. Namun, orang tua Raya yang mengalami gangguan jiwa (ODGJ) membuat proses tersebut menemui jalan buntu.

“Kami langsung ke Disdukcapil, diarahkan ke Dinas Sosial karena orang tuanya ada keterbelakangan mental. Dari sana diarahkan ke Dinas Kesehatan, dan akhirnya Dinas Kesehatan angkat tangan,” ujar Iin.

Akhirnya, biaya perawatan yang mencapai Rp23 juta ditanggung oleh Rumah Teduh, meski sebelumnya sempat mendapat diskon dan pembayaran awal.

Baca Juga:  Jos! Pelaku Getok Parkir Rp150 Ribu di Kebun Binatang Bandung Berhasil Diamankan

Kehidupan Keluarga dan Lingkungan yang Memprihatinkan

Kepala Desa Cianaga, Wardi Sutandi, menuturkan kondisi keluarga Raya yang kurang optimal dalam pengasuhan karena kedua orang tua mengalami ODGJ. “Anak itu sering main di kolong sama ayam karena rumahnya panggung. Anaknya untuk jalan juga agak lambat, terus dia punya sakit demam. Sudah diperiksa ke klinik terdekat, ternyata dia punya penyakit paru,” jelas Wardi.

Pemerintah desa telah memberikan bantuan maksimal, termasuk PMT (Pemberian Makanan Tambahan) rutin untuk meningkatkan gizi Raya. Bahkan rumah keluarga Raya sempat hancur dan dibangun kembali oleh warga dan pemerintah desa. Ironisnya, alas rumah panggung sempat dirusak menjadi bahan bakar memasak.

Menurut Wardi, keluarga Raya tidak segera membawa anak itu ke rumah sakit saat kondisinya memburuk. “Mungkin mereka tidak menyangka kalau Raya sudah dalam keadaan sekarang itu,” katanya.

Cerita dari Ibu Raya

Endah, ibu Raya, mengenang kondisi putrinya yang kurus dan lemah. “Sakitnya sudah lama, sakitnya seperti sesak,” ucapnya.

Baca Juga:  Pernikahan di Pacitan Viral, Mahar Fantastis Rp3 Miliar dan Selisih Usia yang Kontras

Selama ini, perawatan Raya di rumah bersifat tradisional. “Belum pernah ke rumah sakit, belum pernah ke puskesmas. Biasanya saya hanya memandikannya dengan air hangat dan daun singkong. Iya, secara tradisional,” ujar Endah.

Tak lama setelah dibawa ke RSUD R Syamsudin SH, tim dokter mendiagnosis Raya mengalami infeksi cacing parah. “Banyak cacing, cacingnya ada yang ukurannya sekilo. Berarti sudah besar di dalam perut,” kata Endah.

Endah mengaku tidak tahu pasti penyebab infeksi cacing, karena mereka tidak memelihara hewan peliharaan. Ia hanya bisa berusaha merawat sang putri seadanya di rumah. “Setiap hari, saya lihat dia susah bernafas, tapi saya tidak tahu harus berbuat apa,” ungkapnya dengan tatapan sayu.

Warisan Perhatian Publik

Raya meninggalkan kisah yang memilukan sekaligus menjadi peringatan tentang pentingnya pengawasan gizi, akses layanan kesehatan, dan peran lingkungan dalam tumbuh kembang anak, terutama bagi keluarga yang menghadapi kondisi sosial dan psikologis rentan. Rumah panggung tempat Raya tinggal kini ramai dikunjungi warga yang berempati terhadap nasib bocah tiga tahun ini.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

balita BGM Gizi Buruk Infeksi Cacing Kesehatan Anak ODGJ Rumah Teduh Sukabumi Tragedi Anak viral
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Dedi Mulyadi Soroti Jalan Nasional Rusak Usai Ojol Tewas di Pasteur, Minta Kewenangan Diserahkan ke Daerah

Dedi Mulyadi Tanggapi Aksi Indonesia Darurat: Kritik Itu Penting untuk Demokrasi

Dedi Mulyadi Pastikan Sekolah Swasta Gratis untuk Siswa Tak Tertampung di Negeri

Perkuat Edukasi dan Aksi Sosial, Yayasan Jalan Surga Gandeng bukamata.id Sebarkan Nilai Kebaikan

Rakyat Makin Terhimpit Ekonomi, GMNI Bandung Geruduk DPRD Jabar dan Bawa 6 Tuntutan Keras

Farhan Soroti Jalan Berlubang di Pasteur Usai Ojol Tewas, Pemkot Janji Koordinasi Perbaikan

Terpopuler
  • Link Video Cut Salwa Viral di TikTok dan X, Ini Fakta Sebenarnya yang Mengejutkan
  • Link Video Cut Salwa Viral ‘No Sensor’, Warganet Diminta Jangan Asal Klik!
  • Heboh Cut Salwa Viral! Warganet Ramai Cari Link Video ‘No Sensor’, Begini Fakta yang Terungkap
  • Hilang 3 Tahun, Wanita Bandung Ditemukan dengan Wajah Hancur! Diduga Disekap Kekasih Sendiri
  • Merasa Ditipu Janji Manis Asuransi, Mantan Pangdam Ngamuk Saldo Rp520 Juta Terjun Bebas Jadi Rp263 Juta
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.