Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Turun di 21 Cabor, Esports Mulai Buru Medali

Rabu, 23 September 2026 12:47 WIB

Sempat Terkendala Alat Berat, Crossing Drainase Ibrahim Adjie Akhirnya Rampung

Rabu, 23 September 2026 12:22 WIB

10 Pasangan Nikah Gratis di MPP Bandung, Dapat KTP, KK hingga Voucher Hotel

Rabu, 23 September 2026 12:01 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Turun di 21 Cabor, Esports Mulai Buru Medali
  • Sempat Terkendala Alat Berat, Crossing Drainase Ibrahim Adjie Akhirnya Rampung
  • 10 Pasangan Nikah Gratis di MPP Bandung, Dapat KTP, KK hingga Voucher Hotel
  • Sumber Air Menyusut Drastis hingga Ratusan Lahan Terbakar, Bupati Bandung Keluarkan Instruksi Darurat Hadapi Kemarau
  • Ngeri! Bentrokan Berdarah Diduga Ormas di Sukalarang Sukabumi, Polisi Turun Tangan
  • Kenali Perbedaan Flu Biasa dan Influenza A: IDAI Jabar Ungkap Tiga Tanda Emas yang Wajib Dipantau Orang Tua
  • DOKTER SE-TENANG INI DILECEHKAN?! Pelaku Ketikan Jahat ke dr. Gia Pratama Panik Dikejar Hukum!
  • Bukan Main! Usia 6 Tahun, Atlet Cilik Asal Cirebon Ini Sukses Sabet Juara 1 Dunia Pushbike di Thailand
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 23 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kurs Rupiah Melemah Tajam, Efek Kebijakan Donald Trump

By Putra JuangSenin, 7 April 2025 14:30 WIB2 Mins Read
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/Spt
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gelombang kekhawatiran melanda pasar keuangan Indonesia seiring dengan anjloknya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

Per Senin (7/4/2025), mata uang Indonesia terpantau menembus Rp16.856 per dollar AS, mengalami pelemahan signifikan sebesar 1,22% atau 203 poin dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.

Data dari platform Bloomberg menunjukkan bahwa rupiah bergerak liar dalam rentang perdagangan hari ini, menyentuh level terendah di Rp17.224 per dollar AS.

Jika dibandingkan dengan awal tahun ini, rupiah telah kehilangan sekitar 4,45% nilainya. Bahkan, dalam setahun terakhir, setelah sempat menyentuh level terkuat di Rp15.060, kini rupiah justru menunjukkan tren pelemahan yang mengkhawatirkan.

Para analis pasar meyakini bahwa tekanan berat pada rupiah ini bersumber dari eskalasi perang dagang global yang dipicu oleh kebijakan kontroversial mantan Presiden AS, Donald Trump.

Pemberlakuan tarif impor resiprokal sebesar 32% terhadap berbagai negara, termasuk Indonesia, dinilai menjadi katalis utama sentimen negatif di pasar.

Pengamat pasar uang, Ariston Tjendra menilai, penyebab pelemahan nilai tukar (kurs) rupiah hari ini karena pengaruh respons negatif negara-negara atas kebijakan tarif resiprokal Amerika Serikat.

“Sentimen negatif dari pengumuman kebijakan tarif Trump (Presiden AS Donald Trump) yang direspons negatif oleh negara-negara yang dinaikkan tarifnya menjadi pemicu utama pelemahan rupiah,” ucap dilansir Antara, Senin (7/4/2025).

Menurutnya, pasar memiliki kekhawatiran bahwa ekonomi global tak akan baik-baik saja. Penurunan akibat perang dagang yang didorong kebijakan tarif resiprokal AS memicu pelaku pasar keluar dari aset berisiko dan masuk ke aset aman.

Selain itu, pelemahan kurs rupiah juga dipengaruhi data tenaga kerja nonfarm payrolls AS yang lebih bagus dari proyeksi. Adanya sentimen negatif untuk pergerakan aset berisiko juga dipicu oleh perang yang masih berlangsung di sejumlah wilayah dengan tensi yang meningkat.

“Perang di Timur Tengah di mana Israel meningkatkan serangan di jalur Gaza dan AS menyerang Yaman, serta perang di Ukraina di mana Rusia dan Ukraina saling meningkatkan serangan belakangan ini,” katanya.

Pada hari ini, operasi moneter rupiah dan valas diketahui masih libur.

“Kita masih nunggu respons pasar terhadap hasil negosiasi, bisa saja Trump melunak, dan positif lagi untuk harga aset berisiko,” ungkapnya.

Kondisi ini tentu menimbulkan kekhawatiran terhadap berbagai aspek perekonomian nasional. Melemahnya rupiah berpotensi mendongkrak harga barang impor, meningkatkan biaya utang dalam denominasi dollar, hingga mempengaruhi daya beli masyarakat.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Sempat Terkendala Alat Berat, Crossing Drainase Ibrahim Adjie Akhirnya Rampung

10 Pasangan Nikah Gratis di MPP Bandung, Dapat KTP, KK hingga Voucher Hotel

Sumber Air Menyusut Drastis hingga Ratusan Lahan Terbakar, Bupati Bandung Keluarkan Instruksi Darurat Hadapi Kemarau

Ngeri! Bentrokan Berdarah Diduga Ormas di Sukalarang Sukabumi, Polisi Turun Tangan

Layanan Gigi Gratis Sambangi 22 Kecamatan Bandung, Ini Jadwal dan Lokasi Lengkapnya

Kolaborasi Berkelanjutan AQUA dan DMI: Hadirkan Kebahagiaan Umroh bagi Garda Terdepan Pelayanan Umat

Terpopuler
  • Proyek Kabel Gatot Subroto Bandung Amburadul, Internet IndiHome Mati Nyaris Sepekan dan Bikin Rugi
  • Bukan Uang Biasa? Jejak Tanda Tangan Purbaya di Rp100 Ribu Mulai Dicari Kolektor
  • 118 Gempa dalam 38 Hari, Apa yang Sebenarnya Bergerak di Bawah Kabupaten Bandung?
  • Unjani dan Djarum Foundation Kolaborasi Dorong Green Campus dan Green Leadership
  • Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa
    Bursa Pilgub Jabar: Nama Purbaya Yudhi Sadewa Mulai Diperhitungkan, Parpol Pilih Wait and See
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.