Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Struktur batu megalitikum di situs Gunung Padang Cianjur

Menawan dan Sejuk, Ini 5 Rekomendasi Tempat Wisata Hits di Cianjur yang Wajib Dikunjungi

Rabu, 17 Juni 2026 06:00 WIB

Cara Memasukkan Kode Redeem FF Terbaru Juni 2026, Ini Strategi Klaim Hadiah Skin Gratis Paling Efektif

Rabu, 17 Juni 2026 05:00 WIB

Saddil Ramdani Tetap Latihan Saat Libur! Persib Siap Comeback Lebih Ganas

Rabu, 17 Juni 2026 04:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Menawan dan Sejuk, Ini 5 Rekomendasi Tempat Wisata Hits di Cianjur yang Wajib Dikunjungi
  • Cara Memasukkan Kode Redeem FF Terbaru Juni 2026, Ini Strategi Klaim Hadiah Skin Gratis Paling Efektif
  • Saddil Ramdani Tetap Latihan Saat Libur! Persib Siap Comeback Lebih Ganas
  • Dicari-cari! Link Video Full Durasi Cut Salwa Viral, Benarkah Ada Rekamannya?
  • Klaim Sekarang! Kode Redeem FC Mobile Terbaru 17 Juni 2026, Dapatkan Pemain Gratis dan Gems
  • Borong Hadiah Gratis! Klaim Kode Redeem FF Terbaru 17 Juni 2026 Sebelum Hangus
  • Hadiri Haul Ponpes Al-Husaeni, Cucun Ahmad Syamsurijal Minta Pesantren Adaptif terhadap Teknologi
  • Cetak Rekor Sejarah, ChatGPT Tembus 1 Miliar Pengguna Meski Dihantam Isu Militer
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 17 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kurs Rupiah Melemah Tajam, Efek Kebijakan Donald Trump

By Putra JuangSenin, 7 April 2025 14:30 WIB2 Mins Read
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/Spt
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gelombang kekhawatiran melanda pasar keuangan Indonesia seiring dengan anjloknya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

Per Senin (7/4/2025), mata uang Indonesia terpantau menembus Rp16.856 per dollar AS, mengalami pelemahan signifikan sebesar 1,22% atau 203 poin dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.

Data dari platform Bloomberg menunjukkan bahwa rupiah bergerak liar dalam rentang perdagangan hari ini, menyentuh level terendah di Rp17.224 per dollar AS.

Jika dibandingkan dengan awal tahun ini, rupiah telah kehilangan sekitar 4,45% nilainya. Bahkan, dalam setahun terakhir, setelah sempat menyentuh level terkuat di Rp15.060, kini rupiah justru menunjukkan tren pelemahan yang mengkhawatirkan.

Baca Juga:  Kurs Rupiah Anjlok ke Rp18.020 per Dolar AS, Pasar Keuangan Beri Sinyal Bahaya?

Para analis pasar meyakini bahwa tekanan berat pada rupiah ini bersumber dari eskalasi perang dagang global yang dipicu oleh kebijakan kontroversial mantan Presiden AS, Donald Trump.

Pemberlakuan tarif impor resiprokal sebesar 32% terhadap berbagai negara, termasuk Indonesia, dinilai menjadi katalis utama sentimen negatif di pasar.

Pengamat pasar uang, Ariston Tjendra menilai, penyebab pelemahan nilai tukar (kurs) rupiah hari ini karena pengaruh respons negatif negara-negara atas kebijakan tarif resiprokal Amerika Serikat.

“Sentimen negatif dari pengumuman kebijakan tarif Trump (Presiden AS Donald Trump) yang direspons negatif oleh negara-negara yang dinaikkan tarifnya menjadi pemicu utama pelemahan rupiah,” ucap dilansir Antara, Senin (7/4/2025).

Baca Juga:  Netizen Amerika Serikat Unggah Peringatan Darurat ala Indonesia

Menurutnya, pasar memiliki kekhawatiran bahwa ekonomi global tak akan baik-baik saja. Penurunan akibat perang dagang yang didorong kebijakan tarif resiprokal AS memicu pelaku pasar keluar dari aset berisiko dan masuk ke aset aman.

Selain itu, pelemahan kurs rupiah juga dipengaruhi data tenaga kerja nonfarm payrolls AS yang lebih bagus dari proyeksi. Adanya sentimen negatif untuk pergerakan aset berisiko juga dipicu oleh perang yang masih berlangsung di sejumlah wilayah dengan tensi yang meningkat.

“Perang di Timur Tengah di mana Israel meningkatkan serangan di jalur Gaza dan AS menyerang Yaman, serta perang di Ukraina di mana Rusia dan Ukraina saling meningkatkan serangan belakangan ini,” katanya.

Baca Juga:  Indonesia Bersatu Menentang Rencana Trump, Aksi Solidaritas Palestina Menggema di Bandung

Pada hari ini, operasi moneter rupiah dan valas diketahui masih libur.

“Kita masih nunggu respons pasar terhadap hasil negosiasi, bisa saja Trump melunak, dan positif lagi untuk harga aset berisiko,” ungkapnya.

Kondisi ini tentu menimbulkan kekhawatiran terhadap berbagai aspek perekonomian nasional. Melemahnya rupiah berpotensi mendongkrak harga barang impor, meningkatkan biaya utang dalam denominasi dollar, hingga mempengaruhi daya beli masyarakat.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dolar Amerika Serikat Donal Trump nilai tukar rupiah
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Hadiri Haul Ponpes Al-Husaeni, Cucun Ahmad Syamsurijal Minta Pesantren Adaptif terhadap Teknologi

Gara-Gara Daun Bawang, David Beckham Mendadak ‘Direkrut’ Kementerian Pertanian RI, Kok Bisa?

Ilustrasi gempa

Palu Diguncang Gempa M 6,7, BMKG Catat 9 Gempa Susulan dalam Kurang dari 1 Jam!

Respons Demo MBG Pakai Kalimat Kasar, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon Panen Kecaman

Kronologi Lengkap Kecelakaan Tragis Pesepeda vs Truk di Bandung

Sentimen Damai AS-Iran Pecah, Rupiah Menguat Jadi Mata Uang Terbaik di Asia

Terpopuler
  • Link Video Cut Salwa Viral di TikTok dan X, Ini Fakta Sebenarnya yang Mengejutkan
  • Link Video Cut Salwa Viral ‘No Sensor’, Warganet Diminta Jangan Asal Klik!
  • Link Asli Video Cut Salwa di Hotel Diburu Warganet, Apa Isinya?
  • Antisipasi Demo Mahasiswa Memanas, 2.300 Personel Gabungan TNI-Polri Jaga Ketat Kota Bandung
  • demo dprd jabar
    Demo Besar di Bandung Hari Ini, Pengendara Diminta Hindari Jalan Diponegoro
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.