Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Dua Sesi Sehari, Tanpa Bayaran: Anatomi Ketulusan Mbah Melan, Guru Matematika di Balik Layar TikTok

Sabtu, 1 Agustus 2026 13:30 WIB

Ketajaman Mitchell Baker Kian Bersinar, Kokoh di Puncak Top Skor Piala AFF 2026

Sabtu, 1 Agustus 2026 12:58 WIB

Dago Padel Club Bandung Gebrak Indonesia, Usung Standar Lapangan Kelas Dunia

Sabtu, 1 Agustus 2026 12:44 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Dua Sesi Sehari, Tanpa Bayaran: Anatomi Ketulusan Mbah Melan, Guru Matematika di Balik Layar TikTok
  • Ketajaman Mitchell Baker Kian Bersinar, Kokoh di Puncak Top Skor Piala AFF 2026
  • Dago Padel Club Bandung Gebrak Indonesia, Usung Standar Lapangan Kelas Dunia
  • Kisah Haru Mbok Tukinil dan Yanto Kucing Oren yang Bikin Satu Indonesia Menangis
  • Daftar Harga Terbaru BBM Nonsubsidi Pertamina, Resmi Turun Per 1 Agustus 2026
  • Cara Cek Bansos Tahap 3: Gunakan NIK KTP untuk Pastikan Namamu Masuk Daftar Penerima
  • Tanggal 1 Agustus Jatuh Hari Sabtu, Apakah Gaji Pensiunan PNS Tetap Cair? Ini Jawaban Taspen
  • Screenshot DM Instagram Bisa Ketahuan? Ini Rahasia Notifikasi yang Wajib Diketahui Pengguna
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 1 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kurs Rupiah Melemah Tajam, Efek Kebijakan Donald Trump

By Putra JuangSenin, 7 April 2025 14:30 WIB2 Mins Read
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/Spt
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gelombang kekhawatiran melanda pasar keuangan Indonesia seiring dengan anjloknya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

Per Senin (7/4/2025), mata uang Indonesia terpantau menembus Rp16.856 per dollar AS, mengalami pelemahan signifikan sebesar 1,22% atau 203 poin dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.

Data dari platform Bloomberg menunjukkan bahwa rupiah bergerak liar dalam rentang perdagangan hari ini, menyentuh level terendah di Rp17.224 per dollar AS.

Jika dibandingkan dengan awal tahun ini, rupiah telah kehilangan sekitar 4,45% nilainya. Bahkan, dalam setahun terakhir, setelah sempat menyentuh level terkuat di Rp15.060, kini rupiah justru menunjukkan tren pelemahan yang mengkhawatirkan.

Para analis pasar meyakini bahwa tekanan berat pada rupiah ini bersumber dari eskalasi perang dagang global yang dipicu oleh kebijakan kontroversial mantan Presiden AS, Donald Trump.

Pemberlakuan tarif impor resiprokal sebesar 32% terhadap berbagai negara, termasuk Indonesia, dinilai menjadi katalis utama sentimen negatif di pasar.

Pengamat pasar uang, Ariston Tjendra menilai, penyebab pelemahan nilai tukar (kurs) rupiah hari ini karena pengaruh respons negatif negara-negara atas kebijakan tarif resiprokal Amerika Serikat.

“Sentimen negatif dari pengumuman kebijakan tarif Trump (Presiden AS Donald Trump) yang direspons negatif oleh negara-negara yang dinaikkan tarifnya menjadi pemicu utama pelemahan rupiah,” ucap dilansir Antara, Senin (7/4/2025).

Menurutnya, pasar memiliki kekhawatiran bahwa ekonomi global tak akan baik-baik saja. Penurunan akibat perang dagang yang didorong kebijakan tarif resiprokal AS memicu pelaku pasar keluar dari aset berisiko dan masuk ke aset aman.

Selain itu, pelemahan kurs rupiah juga dipengaruhi data tenaga kerja nonfarm payrolls AS yang lebih bagus dari proyeksi. Adanya sentimen negatif untuk pergerakan aset berisiko juga dipicu oleh perang yang masih berlangsung di sejumlah wilayah dengan tensi yang meningkat.

“Perang di Timur Tengah di mana Israel meningkatkan serangan di jalur Gaza dan AS menyerang Yaman, serta perang di Ukraina di mana Rusia dan Ukraina saling meningkatkan serangan belakangan ini,” katanya.

Pada hari ini, operasi moneter rupiah dan valas diketahui masih libur.

“Kita masih nunggu respons pasar terhadap hasil negosiasi, bisa saja Trump melunak, dan positif lagi untuk harga aset berisiko,” ungkapnya.

Kondisi ini tentu menimbulkan kekhawatiran terhadap berbagai aspek perekonomian nasional. Melemahnya rupiah berpotensi mendongkrak harga barang impor, meningkatkan biaya utang dalam denominasi dollar, hingga mempengaruhi daya beli masyarakat.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dolar Amerika Serikat Donal Trump nilai tukar rupiah
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Daftar Harga Terbaru BBM Nonsubsidi Pertamina, Resmi Turun Per 1 Agustus 2026

Tanggal 1 Agustus Jatuh Hari Sabtu, Apakah Gaji Pensiunan PNS Tetap Cair? Ini Jawaban Taspen

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Bansos Kemensos Tahap 3 2026 Cair! Cek NIK KTP Sekarang, Ada PKH dan BPNT Rp600 Ribu

Tantan Sulthon Bukhawan Resmi Maju Calon Ketua PWI Jabar, Bawa Program 1.000 UKW Gratis untuk Wartawan

Desak Evaluasi Otonomi Daerah, APKASI Nyaring Suarakan Revisi UU Nomor 23 Tahun 2014

Pelecehan Seksual

Demi Rujuk, Ayah di Bandung Barat Siksa Anak Kandung hingga Berdarah dan Direkam

Terpopuler
  • Fakta Baru Satpam Tewas Terborgol di Waduk Jatiluhur: Polisi Tegaskan Belum Ada Tersangka
  • Rindang Jadi Beton! 9 Pohon di Cihapit Ditebang Demi Lapangan Padel?
  • Dikenalkan Bos Hartono, Ini Sosok Dr. Veronica yang Bikin Irfan Hakim Penasaran Soal Akupunktur Telinga
  • Bandung Tak Lagi Aman? Sisi Gelap Geng Begal Malam Hari dan Tekanan Ekonomi Modern!
  • Rahasia Persib Tak Terkalahkan Terungkap, Igor Tolic Sebut Faktor Ini Jadi Kunci Lolos ke Semifinal
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.