bukamata.id – Jagat media sosial kembali diguncang dengan tren pencarian video bertajuk “Teh Pucuk 17 Menit”. Ribuan netizen terjebak dalam rasa penasaran akibat narasi provokatif “no sensor” yang tersebar masif di platform X (Twitter), TikTok, hingga grup WhatsApp.
Namun, di balik judul yang bombastis tersebut, tersimpan fakta yang sangat berbeda dari apa yang dibayangkan publik. Berikut adalah bedah tuntas fakta vs hoaks terkait fenomena tersebut.
Modus Clickbait: Durasi 17 Menit Hanya Ilusi?
Banyak pengguna internet tertipu oleh klaim adanya rekaman berdurasi panjang. Padahal, video asli yang beredar hanya berdurasi sekitar 1 menit 50 detik, yang memperlihatkan aktivitas pria dan wanita di sebuah kamar dengan botol minuman merek tertentu di dekat mereka.
Penyebar konten sengaja membumbui judul dengan angka “17 menit” untuk memicu rasa penasaran. Ini adalah teknik clickbait klasik yang bertujuan menggiring trafik ke situs-situs tertentu yang justru berisiko tinggi bagi keamanan data pribadi.
Menepis Isu Penangkapan: Foto Manipulasi AI
Seiring dengan viralnya video tersebut, muncul klaim bahwa pelaku dalam video telah diringkus polisi. Setelah ditelusuri, kabar penangkapan tersebut dipastikan HOAKS.
- Manipulasi Digital: Foto “penangkapan” yang beredar luas di media sosial memiliki banyak kejanggalan visual, seperti proporsi tubuh yang tidak alami, mengindikasikan hasil olah kecerdasan buatan (AI).
- Nihil Rilis Resmi: Hingga Kamis (19/2/2026), belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait identitas maupun tindakan hukum terhadap oknum dalam video tersebut.
Klarifikasi Universitas Mataram (Unram)
Nama seorang mahasiswi, Anis Januar Putri, sempat dikaitkan secara sepihak sebagai pemeran wanita. Namun, pihak Universitas Mataram melalui Satgas PPKS dengan tegas membantah tuduhan tersebut.
“Kami telah melakukan verifikasi dan memastikan bahwa individu dalam video tersebut bukan mahasiswa kami. Video itu merupakan stok lama yang sudah beredar sejak September 2025,” ujar perwakilan Satgas PPKS Unram.
Anis sendiri telah memberikan pernyataan terbuka bahwa terdapat perbedaan fisik yang mencolok antara dirinya dengan sosok dalam video tersebut, sekaligus mengakhiri spekulasi liar yang mencemarkan namanya.
Bahaya Mengintai di Balik Klik “Link Full”
Pakar keamanan siber mengingatkan bahwa memburu link video viral seperti ini sangat berbahaya. Tautan yang disebar biasanya mengandung:
- Phishing: Situs palsu yang dirancang untuk mencuri username dan password media sosial atau perbankan Anda.
- Malware/Spyware: Program jahat yang otomatis terunduh dan bisa memata-matai isi ponsel Anda.
- Pencurian Data Pribadi: Pengguna sering diminta mengisi data tertentu sebelum bisa menonton, yang kemudian data tersebut diperjualbelikan.
Kesimpulan: Jangan biarkan rasa penasaran mengalahkan logika keamanan digital Anda. Berhenti menyebarkan tautan yang tidak jelas sumbernya dan tetaplah waspada terhadap segala bentuk narasi provokatif di internet.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











