bukamata.id – Jagat media sosial kembali diramaikan dengan beredarnya tautan bertajuk “video teh pucuk” berdurasi 1 menit 50 detik pada Jumat (13/2/2026). Istilah tersebut mendadak viral setelah potongan klip tak senonoh beredar luas dan memancing rasa penasaran pengguna internet.
Sebutan “video teh pucuk viral” muncul dari unggahan anonim yang menyertakan link eksternal tanpa sumber resmi maupun klarifikasi dari platform mana pun. Dalam hitungan jam, tautan itu menyebar cepat melalui grup percakapan dan kolom komentar berbagai media sosial.
Pola Penyebaran Tautan Mencurigakan
Dari penelusuran pola distribusinya, tautan tersebut tidak mengarah ke pemutar video bawaan aplikasi populer. Sebaliknya, pengguna justru diarahkan ke halaman pihak ketiga yang tidak memiliki identitas jelas.
Metode seperti ini lazim digunakan untuk memancing klik sebanyak mungkin. Rasa penasaran publik dimanfaatkan agar korban membuka link tanpa memeriksa keamanan situs yang dituju.
Unggahan awal biasanya disertai kalimat provokatif atau klaim sensasional untuk mempercepat penyebaran. Dalam beberapa kasus, akun penyebar bahkan menggunakan nama samaran agar sulit dilacak.
Waspadai Risiko Phishing
Sejumlah tautan yang beredar meminta pengguna melakukan login ulang atau mengunduh file tertentu sebelum bisa mengakses video. Pola tersebut identik dengan praktik phishing yang bertujuan mencuri data pribadi.
Taktik ini kerap dipakai jaringan penipu siber untuk mendapatkan kredensial akun, seperti alamat email dan kata sandi. Selain itu, ada pula risiko penyisipan malware ringan yang dapat memengaruhi keamanan perangkat.
Tak sedikit korban yang tanpa sadar memberikan akses informasi penting karena tergiur ingin melihat isi video. Padahal, halaman yang dibuka bukanlah situs resmi dan tidak memiliki sistem keamanan terverifikasi.
Status Video Masih Tidak Jelas
Hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari platform digital besar terkait keberadaan video yang dimaksud. Potongan klip yang beredar pun tidak memiliki konteks waktu maupun sumber yang jelas.
Nama “teh pucuk” diduga hanya digunakan sebagai umpan judul untuk menarik perhatian, bukan merujuk pada merek atau kampanye promosi perusahaan minuman tertentu. Penggunaan kata populer dalam judul memang sering dijadikan strategi clickbait agar tautan lebih cepat viral.
Cara Aman Menghadapi Tautan Viral
Di tengah maraknya penyebaran link mencurigakan, pengguna internet diimbau untuk lebih berhati-hati. Hindari mengklik tautan secara impulsif, terutama jika berasal dari akun anonim atau pesan berantai.
Periksa alamat domain dengan teliti sebelum membuka halaman. Pastikan situs menggunakan protokol keamanan yang valid. Mengaktifkan fitur perlindungan bawaan pada peramban dan aplikasi keamanan tambahan juga dapat membantu meminimalkan risiko.
Jika terlanjur memasukkan data pribadi di halaman mencurigakan, segera ubah kata sandi akun penting dan hapus cache peramban. Langkah ini dapat mengurangi potensi penyalahgunaan informasi.
Fenomena viral seperti ini menunjukkan betapa cepatnya informasi menyebar di era digital. Namun, di balik rasa penasaran, selalu ada potensi ancaman yang perlu diwaspadai. Tetap bijak dan jangan mudah terpancing judul sensasional sebelum memastikan keamanannya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











