bukamata.id – Potongan video pendek bertema hubungan ibu tiri dan anak tiri berjudul “Ibu Tiri vs Anak Tiri” tengah ramai diperbincangkan di media sosial. Video berdurasi sekitar 7 menit tersebut pertama kali beredar dengan latar perkebunan kelapa sawit dan langsung memicu rasa penasaran warganet.
Tak lama kemudian, muncul sekuel yang disebut “part 2” dengan latar berbeda, yakni di area dapur sederhana. Kedua potongan video ini kemudian viral di berbagai platform seperti TikTok, X (Twitter), hingga grup percakapan Telegram.
Ramai Diburu Link Video Viral
Sejak awal kemunculannya, banyak pengguna internet berlomba-lomba mencari tautan video lengkap yang diklaim sebagai versi utuh tanpa sensor. Bahkan sejumlah akun ikut menyebarkan klaim bahwa mereka memiliki link asli video tersebut.
Dalam potongan yang beredar, terlihat seorang perempuan dewasa dan remaja pria sedang membuat konten vlog sederhana. Namun, keberadaan bagian yang terpotong dan sensor justru memicu berbagai spekulasi di kalangan warganet.
Diduga Rekayasa Luar Negeri
Setelah ditelusuri, video viral ini diduga bukan berasal dari Indonesia. Sejumlah petunjuk seperti tulisan pada pakaian dan bahasa yang digunakan dalam rekaman mengarah pada indikasi luar negeri.
Salah satunya adalah kemunculan merek “Huikwang”, produk insektisida asal Taiwan, serta penggunaan bahasa Thailand dalam beberapa bagian video.
Hal ini memperkuat dugaan bahwa video tersebut merupakan rekayasa atau konten yang tidak sesuai dengan narasi yang beredar di media sosial Indonesia.
Tidak Ada Bukti Keaslian Video
Hingga kini, belum ada bukti valid yang dapat memastikan keaslian hubungan antara kedua pemeran dalam video tersebut. Banyak pihak menduga konten ini merupakan skenario yang sengaja dibuat untuk meningkatkan interaksi dan viralitas di media sosial.
Fenomena ini menunjukkan bagaimana potongan video yang tidak utuh dapat dengan cepat membentuk opini publik dan memicu kesalahpahaman luas.
Waspada Link Berbahaya dan Phishing
Di balik tingginya rasa penasaran, pakar keamanan digital mengingatkan adanya potensi bahaya dari tautan yang beredar. Banyak link yang diklaim sebagai video asli justru merupakan jebakan phishing.
Tautan tersebut berpotensi mencuri data pribadi pengguna, termasuk akun media sosial hingga informasi keuangan. Selain itu, beberapa link juga berisiko menyebarkan malware yang dapat merusak perangkat.
Literasi Digital Jadi Kunci
Fenomena video viral ini menjadi pengingat pentingnya literasi digital di tengah derasnya arus informasi. Masyarakat diimbau untuk tidak mudah percaya dan tidak sembarangan mengklik tautan yang tidak jelas sumbernya.
Bijak dalam bermedia sosial menjadi langkah utama untuk menghindari penipuan digital yang sering memanfaatkan rasa penasaran publik terhadap konten viral.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










