Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Langgar 115 Aturan Finansial, Manchester City Berpotensi Terdepak dari Liga Inggris!

Selasa, 20 Oktober 2026 13:20 WIB
Demo Jakarta

Siap-siap Macet! Ini Titik Demonstrasi Jakarta 20 Oktober dan Jalur Pintasnya

Selasa, 20 Oktober 2026 12:16 WIB

Ribuan Mahasiswa Demo di Bandung Hari Ini, Jalan Asia Afrika dan DPRD Jabar Jadi Sasaran

Selasa, 20 Oktober 2026 12:02 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Langgar 115 Aturan Finansial, Manchester City Berpotensi Terdepak dari Liga Inggris!
  • Siap-siap Macet! Ini Titik Demonstrasi Jakarta 20 Oktober dan Jalur Pintasnya
  • Ribuan Mahasiswa Demo di Bandung Hari Ini, Jalan Asia Afrika dan DPRD Jabar Jadi Sasaran
  • Jadwal Liga Champions 2026/2027 Pekan Ini: PSG vs Barcelona, Bayern vs Arsenal
  • Tiga Laga Menanti Persib, Ini Strategi Igor Tolic Hadapi Jadwal Padat
  • Harga Emas Antam Hari Ini 20 Oktober 2026 Turun Rp10.000, Cek Daftar Lengkap
  • Sama-Sama Tercekik Biaya Hidup! Warga Prancis Berani Runtuhkan Kota, Rakyat RI Cuma Sibuk Mode Bertahan?
  • Persib Mengancam di Posisi 5 Besar! Ini Kalkulasi Peluang Maung Bandung Geser Macan Kemayoran
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 20 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Bos Telegram Manfaatkan AI untuk Perketat Konten

By Aga GustianaRabu, 25 September 2024 13:58 WIB1 Min Read
Ilustrasi Telegram. (Foto: Pixabay)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – CEO Telegram Pavel Durov membuat kebijakan baru sebagai langkah untuk mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan di platform Telegram.

Langkah itu seperti hadirnya kecerdasan buatan (AI) di Telegram. Nantinya, teknologi canggih ini akan menghapus konten-konten negatif, seperti judi dan prostitusi.

Sebelumnya, para penjahat menggunakan fitur pencarian Telegram untuk melancarkan aksinya hingga menjual barang ilegal.

Dengan AI yang dihadirkan, nantinya konten yang melanggar ketentuan akan dihapus dari hasil pencarian.

Baca Juga:  Elon Musk Rilis AI yang Diklaim Lebih Canggih dari ChatGPT dan DeepSeek

Durov berharap kebijakan baru ini dapat mencegah kejahatan di Telegram, karena menurutnya, fitur pencarian harusnya digunakan untuk mencari teman dan berita, bukan untuk promosi barang ilegal.

Baca Juga:  Setelah MetaAI, Kini ChatGPT Hadir di WhatsApp

Ia menegaskan bahwa Telegram tidak akan membiarkan para pelaku kriminal merusak platform yang kini dimiliki hampir satu miliar pengguna.

“Kami tidak akan membiarkan pelaku kejahatan membahayakan integritas platform kami yang dimiliki oleh hampir satu miliar pengguna,” tutup Durov.

Baca Juga:  Pemuda Ini Ditemukan Tewas Usai Bocorkan Dugaan Pelanggaran OpenAI

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Ai
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Harga Emas Antam Hari Ini 20 Oktober 2026 Turun Rp10.000, Cek Daftar Lengkap

Bukan Cuma Dijemur, Ini Metode Paling Ampuh Membasmi Kutu Busuk dan Telurnya Sampai Tuntas

Berburu Sarapan di Bandung? Ini 5 Tempat Lontong Kari yang Bisa Dicoba

5 Wisata Kuliner Malam Cirebon 2026, Wajib Coba Empal Gentong!

Pencairan Bansos Tahap 4 Bertahap! Begini Cara Cek PKH & BPNT Oktober 2026 Pakai NIK KTP

Bukan Sekadar Guru PJOK, Yusuf Buka Jalan Devina Aqila Menuju Mimpi Besar di Dunia Futsal

Terpopuler
  • Ramai Kritik Ornamen Candi di Gedung Sate, Warga Sentil Dedi Mulyadi: Estetik Henteu, Fungsional Komo!
  • Dedi Mulyadi Marah Ditagih Jalan Rusak, Pengamat: Batas Wewenang Bukan Alasan!
  • 100 Persen Pulih, Beckham Putra Bakal Jadi Senjata Persib Kontra Persik Kediri?
  • Balita 3 Tahun di Bandung Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual Ayah Kandung, Kuasa Hukum Minta Penanganan Kasus Dipercepat
  • Momen HUT ke-62: Golkar Jabar Minta Kader Fokus Bantu Ekonomi Warga
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.