Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Harga Emas Hari Ini 21 Juni 2026 di Pegadaian Turun, UBS dan Galeri24 Ikut Melemah

Minggu, 21 Juni 2026 16:02 WIB

TRAGIS! Kakak-Adik di Sumedang Disiram Air Keras, Mata Korban Alami Kerusakan Permanen

Minggu, 21 Juni 2026 15:28 WIB

Bikin Tuchel Menyesal?! Begini Cara Elegan Harry Maguire Balas Dendam Usai Dicoret dari Piala Dunia

Minggu, 21 Juni 2026 14:42 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Harga Emas Hari Ini 21 Juni 2026 di Pegadaian Turun, UBS dan Galeri24 Ikut Melemah
  • TRAGIS! Kakak-Adik di Sumedang Disiram Air Keras, Mata Korban Alami Kerusakan Permanen
  • Bikin Tuchel Menyesal?! Begini Cara Elegan Harry Maguire Balas Dendam Usai Dicoret dari Piala Dunia
  • Link Video Viral Ibu dan Anak Handuk Putih di TikTok Viral, Ini Isi Sebenarnya yang Bikin Penasaran
  • Bursa Transfer Liga 1 2026/2027 Memanas: Persija Incar Kevin Mendoza, Persib Gerak Cepat
  • Fakta Kelam di Balik Hubungan Asmara yang Berujung Penyiksaan di Bandung
  • Geger! Malut United Diduga Bertransformasi Jadi Jateng United FC Mulai 2026
  • Auto Kaya Item! Kode Redeem FF Terbaru Bikin Inventori Kamu Makin Sultan
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 21 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Logika Kebijakan yang Dipertanyakan: Ketika Kilat Pajajaran Lahir di Tengah Derita Whoosh

By Aga GustianaSenin, 1 Desember 2025 09:00 WIB4 Mins Read
MoU Pemprov Jabar dan PT KAI soal KA Kilat Pajajaran. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi mengetuk palu: layanan Kereta Api Kilat Pajajaran bakal dioperasikan sebagai moda baru yang menjanjikan waktu tempuh Gambir–Bandung hanya 1,5 jam. Keputusan itu diumumkan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), bersamaan dengan penandatanganan kerja sama optimalisasi perkeretaapian bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Dalam pernyataannya, KDM menegaskan bahwa layanan ini dirancang sebagai terobosan untuk mengatasi kebutuhan mobilitas cepat di jalur konvensional.

“Kereta Kilat Pajajaran akan memangkas waktu tempuh relatif sangat cepat, Gambir-Bandung menjadi sekitar satu setengah jam. Bahkan layanan ini direncanakan terhubung hingga Garut, Tasikmalaya, dan Banjar dengan waktu tempuh sekitar dua jam melalui Bandung,” ujarnya di Bandung (26/11/2025).

Mengapa KDM Memutuskan Meluncurkan KA Kilat Pajajaran?

Bagi KDM, alasan peluncuran KA ini tidak semata efisiensi perjalanan. Ia menilai kehadiran moda cepat di jalur eksisting akan membuka integrasi kawasan dan pemerataan pertumbuhan ekonomi di wilayah Priangan Timur. Jalur konvensional dianggap memiliki potensi penumpang besar yang belum terakomodasi oleh layanan reguler maupun oleh kereta cepat Whoosh.

KDM juga menegaskan bahwa layanan ini merupakan strategi agar daerah selatan dan timur Jabar ikut terhubung dalam jaringan mobilitas cepat. Bahkan ia menegaskan bahwa hanya kabupaten/kota yang ikut berinvestasi yang akan dilintasi kereta ini.

“Kabupaten yang tidak ikut investasi dalam pembangunan jalur kereta nyaman Kilat Pajajaran tidak berhenti di situ keretanya. Lewat. Sampai Bandung saja cukup,” tegasnya.

Baca Juga:  China Meredam Gejolak, Indonesia Terbelit Utang: Polemik Tak Berujung Proyek Whoosh

Urgensi Peluncuran, Apakah Tidak Ada yang Lebih Prioritas?

Meski dicanangkan sebagai solusi mobilitas, keputusan ini menuai pertanyaan besar. Pengamat transportasi Sony Sulaksono menggarisbawahi bahwa keberadaan Whoosh sebagai kereta tercepat untuk rute yang sama membuat urgensi proyek KA Kilat Pajajaran menjadi dipertanyakan.

Sony secara terbuka menyatakan, “Sebenernya kalau masalah kereta cepat kan sudah ada Whoosh ya sebetulnya gak perlu juga. Kenapa kita tidak memaksimalkan Whoosh saja kalau hanya sekedar memajukan perekonomian Jawa Barat.”

Menurutnya, prioritas yang lebih mendesak adalah pembangunan transportasi perkotaan di Bandung Raya. Dengan anggaran sebesar yang disediakan untuk KA Kilat Pajajaran, banyak persoalan mobilitas kota besar yang dapat diselesaikan lebih efektif.

“Kalau misalnya Jawa Barat bisa menyediakan anggaran misalnya Rp8 triliun, itu justru lebih cocok dipakai untuk bangun kereta api perkotaan di Bandung Raya, itu paling urgen, paling dibutuhkan saat ini,” katanya kepada bukamata.id, Sabtu (29/11/2025).

Keuntungan Apa yang Didapat Jawa Barat?

Dari sisi Pemprov Jabar, proyek ini diyakini membawa sejumlah manfaat:

  • Meningkatkan konektivitas antarwilayah, terutama Bandung–Garut–Tasik–Banjar yang selama ini belum memiliki layanan cepat.
  • Mengurangi beban jalan raya, yang selama ini menjadi jalur utama mobilitas penduduk Priangan Timur.
  • Memicu investasi daerah karena skema pembiayaan yang melibatkan kabupaten/kota jalur lintasan.
  • Mendorong peningkatan ekonomi lokal, khususnya sektor wisata dan UMKM di jalur selatan Jabar.
Baca Juga:  Polda Jabar Terus Lakukan Pengamanan Jelang Peresmian KCJB 1 Oktober 2023

Pemerintah berharap waktu tempuh Bandung–Banjar yang dipangkas menjadi tiga jam akan membuka pintu bagi geliat ekonomi baru di kawasan tersebut.

Bagaimana Masa Depan Whoosh Jika Ada Kilat Pajajaran?

Pertanyaan besar yang mencuat dari publik dan para pengamat adalah: apakah peluncuran ini akan mematikan Whoosh?

Sony menyampaikan kritik paling keras dalam isu ini. Ia mempertanyakan keputusan PT KAI yang mengelola kedua layanan tersebut. “Ini agak aneh juga, ini sama-sama dikelola PT KAI, masa PT KAI membuat suatu layanan yang saling membunuh,” ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa Whoosh masih memiliki beban utang besar dan membutuhkan jumlah penumpang optimal agar dapat beroperasi secara sehat. Menurutnya, menghadirkan pesaing justru dapat memperburuk kondisi finansialnya.

“Bagaimana bayar utang Whoosh, bagaimana Whoosh tidak bikin berdarah, jangan buat saingannya yang bikin Whoosh mati,” tegas Sony.

Kritik ini membuat masa depan Whoosh tampak berada dalam sorotan publik, terutama bila kedua layanan nantinya menawarkan rute serupa dengan target pasar yang saling beririsan.

Anggaran yang Dianggarkan, Apakah Realistis?

Proyek KA Kilat Pajajaran diperkirakan menelan investasi Rp8 triliun. Pemerintah Provinsi Jawa Barat berencana menyuntikkan dana Rp2 triliun per tahun melalui APBD selama 4 tahun mulai 2027 hingga 2030.

Baca Juga:  Dukung Akses KCJB, Pemprov Jabar Wacanakan Pembangunan Flyover di Summarecon Bandung

Anggaran besar ini menjadi salah satu sumber polemik. Bagi para pendukung, investasi besar dipandang sebagai langkah jangka panjang untuk memperkuat infrastruktur strategis Jabar. Namun bagi para pengkritik, angka tersebut dinilai terlalu tinggi dan tidak menjawab kebutuhan mendesak masyarakat, terutama transportasi perkotaan yang kemacetannya makin parah.

Tanggapan Masyarakat & Pengamat Soal Anggaran

Di media sosial, respons masyarakat terbelah. Sebagian warga Bandung dan Priangan Timur menyambut baik rencana ini karena menjanjikan mobilitas lebih cepat dan akses transportasi yang lebih nyaman. Namun tidak sedikit pula yang memandang proyek ini sebagai bentuk pemborosan APBD.

Komentar seperti “Bandung butuh transportasi kota dulu, bukan kereta cepat baru” atau “Utamakan mengatasi macet, bukan gaya-gayaan bikin kereta lagi” banyak berseliweran.

Sony, sebagai pengamat, juga mempertegas kekhawatiran serupa. “Lebih baik manfaatkan Whoosh itu untuk kemajuan Jawa Barat, jangan disaingi, jangan dimatikan dengan kehadiran kereta cepat lain. Jadi menurut saya Kereta Kilat Pajajaran ini kurang tepat.”

Pada akhirnya, peluncuran KA Kilat Pajajaran menjadi cermin dilema besar Jawa Barat: harus memilih antara membangun mobilitas regional cepat atau menata ulang transportasi perkotaan yang sudah mendesak. Keputusan telah dibuat, namun perdebatan tampaknya baru dimulai.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

anggaran jabar kebijakan publik kereta cepat kilat pajajaran kontroversi proyek transportasi jabar Whoosh
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

TRAGIS! Kakak-Adik di Sumedang Disiram Air Keras, Mata Korban Alami Kerusakan Permanen

Fakta Kelam di Balik Hubungan Asmara yang Berujung Penyiksaan di Bandung

Bukan Dipaksa?! Ini Alasan Dua Bocah Mau Ikut Ibunya Ngamen Sampai Larut Malam

Geger Sopir Angkot Kesurupan Usai Kecelakaan di Sumedang, Polisi Ungkap Fakta Medisnya

Viral! Liburan Berujung Panik, Sejumlah Mobil Terjebak Gelombang Pasang di Pantai Ujung Genteng

Padam Listrik

Terungkap! Ini Penyebab Utama Pemadaman Listrik Bergilir yang Landa Sejumlah Wilayah Jawa Barat

Terpopuler
  • Heboh Cut Salwa Viral! Warganet Ramai Cari Link Video ‘No Sensor’, Begini Fakta yang Terungkap
  • Perkuat Edukasi dan Aksi Sosial, Yayasan Jalan Surga Gandeng bukamata.id Sebarkan Nilai Kebaikan
  • Merasa Ditipu Janji Manis Asuransi, Mantan Pangdam Ngamuk Saldo Rp520 Juta Terjun Bebas Jadi Rp263 Juta
  • Heboh Cut Salwa Trending, Benarkah Ada Video Full Durasi? Ini Fakta yang Terungkap
  • Viral di Media Sosial! Siapa Sebenarnya Cut Salwa dan Cut Salsa yang Bikin Geger Ini?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.