bukamata.id– Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin menyoroti peristiwa longsor Kirmir yang memakan satu orang korban meninggal dunia di Kali Cipamokolan, Cibeunying Kidul, Kota Bandung, Jumat (17/11/2023).
Bey Machmudin mengatakan, dirinya sudah melihat langsung kondisi Kirmir. Dia meminta agar bangun dekat kirmir Daerah Aliran Sungai (DAS) ditertibkan supaya kejadian tersebut tidak terulang kembali.
“Saya minta juga kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi untuk berkoordinasi dengan seluruh kota-kota di Jawa Barat dan mengingatkan hal-hal seperti ini, jadi ditertibkan bangunan-bangunan di Bantaran Sungai,” ujar Bey, Sabtu (18/11/2023).
Selain itu, Bey meminta agar masyarakat juga dapat terus melakukan mitigasi dan meningkatkan kewaspadaan dalam kondisi musim penghujan seperti saat ini dan memantau Informasi cuaca.
“Kepada seluruh masyarakat ikuti juga info-info dari BMKG karena sekarang mulai musim hujan, jadi daerah yang melawan bangsor hati-hati dan kita semua harus ikuti arahan petugas di lapangan,” lanjutnya.
Bey menambahkan, pemerintah daerah khususnya aparat kewilayahan termasuk Kecamatan harus turut berperan penting mengimbau warganya meningkatkan kewaspadaan. Khususnya di wilayah yang dekat dengan Kirmir DAS.
“Seluruh camat di Kota Bandung diminta mengimbau agar masyarakatnya berhati-hati terutama untuk yang di daerah bantaran sungai,” ucapnya.
Untuk diketahui, dalam peristiwa longsor tersebut ada tiga orang korban yang sempat tertimbun reruntuhan kirmir. Satu korban atas nama Aep (30 tahun) tewas karena tertimbun cukup dalam.
Sedangkan dua korban lainnya mengalami luka dan harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat penanganan lebih lanjut.
Kasi Rescue Diskar PB Kota Bandung, John Erwin, mengatakan material longsoran memiliki ketinggian sekitar 10 meter dan panjang sekitar 20 meter. Akibat longsor itu, ada sejumlah bangunan yang terdampak.
“Pondasi Kantor RW 06 sudah tidak stabil. Area parkir Kantor RW 06 terbawa longsoran,” ucap dia.
John menyebut petugas pemadam kebakaran langsung menutup lokasi longsor sementara waktu. Dan meminta masyarakat untuk menjauhi Bangunan yang berpotensi terdampak jika terjadi longsor susulan.
“Menghimbau warga untuk yang berada di dekat lokasi yang longsor untuk sementara tidak menggunakan Kantor RW,” ucap dia.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











