Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Avatar Versi Nyata? Mengenal Suku Dinka, Manusia Raksasa dari Lembah Nil!

Minggu, 29 Maret 2026 19:34 WIB

Bojan Hodak Beri Tugas Spesial ke Jupe di Persib, Bukan Sekadar Pemain

Minggu, 29 Maret 2026 18:48 WIB

Geger! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2 ‘No Sensor’ Viral, Fakta Sebenarnya Bikin Kaget

Minggu, 29 Maret 2026 17:04 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Avatar Versi Nyata? Mengenal Suku Dinka, Manusia Raksasa dari Lembah Nil!
  • Bojan Hodak Beri Tugas Spesial ke Jupe di Persib, Bukan Sekadar Pemain
  • Geger! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2 ‘No Sensor’ Viral, Fakta Sebenarnya Bikin Kaget
  • BREAKING! Pemerintah Tunda Seleksi ASN 2026, Formasi Belum Diumumkan
  • Live Streaming! Indonesia vs Bulgaria Malam Ini, Klik Link Resmi Nonton Final FIFA Series 2026
  • Gila! Persib Siapkan ‘Skuad Monster’ 2026/2027, 4 Pos Krusial Langsung Disikat
  • Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2 ‘7 Menit’ Ramai Dicara, Ada Link Telegram?
  • Fisik Terbatas, Tekad Tanpa Batas! Adinda Adprilaa: Bukti Nyata Gunung Bukan Hanya Milik Mereka yang Sempurna
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 29 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Mahasiswa Unpar Turun Aksi Kritik Kondisi Pemilu 2024 Era Jokowi: Pembajak Reformasi

By Putri Mutia RahmanSelasa, 5 Maret 2024 21:56 WIB3 Mins Read
Aliansi Parahyangan Bergerak (Arak) melakukan aksi di depan kampus Universitas Katolik Parahyangan (Unpar). (Istimewa)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Mahasiswa Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) yang tergabung dalam Aliansi Parahyangan Bergerak (Arak) melakukan aksi di depan kampus Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) Jl. Ciumbuleuit No.94 Bandung pada hari Selasa (5/2) pukul 15.00 WIB. 

Aksi tersebut merupakan bentuk seruan untuk mahasiswa Unpar dan segenap Civitas Akademika untuk menyikapi kondisi politik dan demokrasi pasca pemilu 2024. 

Massa aksi menganggap Pemilu 2024 membawa kehancuran nilai-nilai demokrasi dan pembangkangan terhadap moral dan etik sebagai bentuk pengkhianatan rezim kepada rakyat.

Dalam aksinya mahasiswa melakukan orasi yang diwarnai dengan poster “adili jenderal pelanggar HAM” dan bakar ban sebagai simbol perlawanan terhadap rezim. Tak lupa selebaran terkait kondisi politik dan demokrasi hari-hari ini disebarkan kepada beberapa mahasiswa dan warga yang menyaksikan.

Aksi tersebut sontak menarik atensi banyak mahasiswa, ratusan mahasiswa ikut berdiri dan menyambut sorak sorai dan bertepuk tangan setiap kali orator mengucapkan “hidup mahasiswa” dan “hidup rakyat indonesia meski kerap dihalangi oleh aparat keamanan.

Mahasiswa Fakultas Hukum 2022 Unpar sekaligus Koordinator Lapangan Aksi Mahasiswa, Lawrance Luhut Situmorang mengatakan, kontestasi politik 2024 tidak layak lagi dikatakan sebagai pesta rakyat, karena nyatanya pesta demokrasi tersebut hanya milik segelintir orang.

Baca Juga:  Ferry Kurnia Sebut Demokrasi Era Jokowi Turun

“Kontestasi politik 2024 tidak layak lagi dikatakan sebagai pesta rakyat, Pemilu 2024 hanyalah pesta Presiden Jokowi serta oligarki yang ada di belakangnya dan Pemilu 2024 kemarin hanyalah sebagai ajang untuk mempertahankan dinasti kekuasan Jokowi,” ujarnya.

Lalu Luhut, mencontohkan beberapa pelanggaran etik yang dilakukan oleh putra sulung Presiden Indonesia, Jokowi sebagai bentuk dinasti kekuasaannya. Diketahui, Gibran Rakabuming Raka diputuskan melanggar kode etik melalui putusan MKMK Nomor 02/MKMK/L/11/2023.

Baca Juga:  MK Sebut Dalil Kubu 01 soal Intervensi dan Nepotisme Jokowi di Pilpres 2024 Tak Terbukti

“Hal ini ditunjukkan pula secara culas melalui pembangkangan konstitusi yang mengakibatkan anak dari Presiden Jokowi yaitu Gibran Rakabuming Raka dapat maju sebagai calon wakil presiden mendampingi Prabowo Subianto,” jelasnya.

Selain itu, ia juga memaparkan rentetan kecurangan pemilu yang dilakukan secara masif oleh segelintir orang yang berkuasa di Indonesia. Seperti Presiden Joko Widodo yang dinilai berpihak kepada paslon 02, Menteri-menteri jokowi yang berkampanye tanpa melakukan cuti sebagai pejabat, dan Ketua KPU RI dan 6 anggotanya yang diputuskan bersalah oleh DKPP karena melanggar kode etik dalam menerima pendaftaran Gibran.

“Serangkaian pengkhianatan rakyat ini kemudian menghasilkan sementara presiden terpilih yaitu prabowo subianto. Prabowo Subianto yang merupakan jenderal yang telah dipecat 26 tahun yang lalu dari kesatuan TNI karena terbukti telah melakukan pelanggaran,” lanjutnya.

Baca Juga:  Dukung Peningkatan Prestasi Basket Indonesia, Jokowi Resmikan Kantor FIBA

Luhut melanjutkan, serangkaian yang dianggap sebagai kecurangan tersebut dianggap sebagai cara Jokowi membajak reformasi secara leluasa.

“Melalui bentuk pembungkaman-pembungkaman ruang bebas berekspresi, penggusuran terhadap tanah-tanah rakyat, pendidikan yang dimonopoli serta masih terpeliharanya KKN di era reformasi sekarang tak ubah seperti rezim orde baru Soeharto,” sebut Luhut.

Oleh karena itu Luhut mengajak semua kalangan tidak tinggal diam dan memobilisasi kekuatan rakyat sebagai bentuk perlawanan terhadap rezim fasis hari ini.

“Dimulai dari lingkaran-lingkaran terkecil dan gerakan-gerakan kecil melalui penyadaran kolektif. Rekan-rekan mahasiswa terkhususnya mengajak untuk bergerak turun ke masyarakat, terlibat dalam setiap gerakan rakyat sebagai implementasi Tri Dharma Perguruan tinggi,” ajak Luhut.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Aksi Demo Aliansi Parahyangan Bergerak jokowi Pemilu 2024 Unpar
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Avatar Versi Nyata? Mengenal Suku Dinka, Manusia Raksasa dari Lembah Nil!

CPNS

BREAKING! Pemerintah Tunda Seleksi ASN 2026, Formasi Belum Diumumkan

Fisik Terbatas, Tekad Tanpa Batas! Adinda Adprilaa: Bukti Nyata Gunung Bukan Hanya Milik Mereka yang Sempurna

Pria Gagal Bunuh Diri di Flyover Kiaracondong Bandung, Motif Asmara Terungkap

Pengelola Wisata Rahong Sigap Tangani Bencana Pohon Tumbang di Pangalengan, Evakuasi Berjalan Cepat

Berani Banget! Sambil Mandi Lumpur, Bocah Gemoy Ini Kritik Pedas Jalan Rusak

Terpopuler
  • Mumpung Masih Aktif! Sikat Kode Redeem FF 28 Maret 2026: Peluang Dapat M1887 SG Ungu dan Bundle Sultan Gratis
  • Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.
    Netizen Penasaran! Video Viral Kebun Sawit Ini Bisa Mengandung Risiko Digital
  • Heboh! Link Telegram Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di Kebun Sawit Ramai Diburu, Ini Fakta Sebenarnya
  • Link Video Ojol vs Bule 17 Menit Viral, Ternyata Settingan WNA di Bali demi Konten
  • Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit: Dari TikTok Hingga Ancaman Pidana UU ITE
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.