Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bosan ke Bandung? Intip 20 Hidden Gem di Indramayu yang Lagi Hits, Estetik Parah!

Selasa, 7 April 2026 20:24 WIB

Cuma di Sini! Nabung Bisa Berangkat Suroboyo 10K, Kuota Terbatas

Selasa, 7 April 2026 20:21 WIB

Bank bjb Berdayakan Penyandang Disabilitas Melalui Rumah Kreatif Luar Biasa

Selasa, 7 April 2026 20:14 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bosan ke Bandung? Intip 20 Hidden Gem di Indramayu yang Lagi Hits, Estetik Parah!
  • Cuma di Sini! Nabung Bisa Berangkat Suroboyo 10K, Kuota Terbatas
  • Bank bjb Berdayakan Penyandang Disabilitas Melalui Rumah Kreatif Luar Biasa
  • Menang 6-1, Bali United Tetap Tak Tenang! Persib Jadi Ancaman Nyata
  • Heboh! Video Viral Ibu Tiri di Ladang Sawit Bikin Netizen Berburu Link 7 Menit ‘No Sensor’
  • Polemik Rumah & Nafkah: Rachel Vennya Pertimbangkan Jalur Pidana untuk Okin?
  • Persib Siap Final Lawan Bali United, JC Beri Peringatan Keras!
  • Wisuda Paling Santai Sedunia! Aksi Mahasiswa Gen Z Terima Ijazah Bikin Geleng Kepala
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 7 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Mahasiswi Unpad Ciptakan Biostay, Solusi Biopackaging Ramah Lingkungan

By SusanaSenin, 30 Juni 2025 22:25 WIB3 Mins Read
Dua Mahasiswi Unpad Ciptakan Biostay, Inovasi Biopackaging dari Limbah Organik Kulit Singkong dan Sekam Padi. Foto: Agi MPI.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Dua mahasiswi Program Studi D4 Teknologi Industri Kimia, Fakultas MIPA Universitas Padjadjaran, Diah Nur Oktavia dan Hasya Zafira, menciptakan inovasi kemasan ramah lingkungan berbasis limbah organik.

Produk inovatif tersebut mereka beri nama Biostay, sebuah biopackaging berbahan dasar selulosa dari kulit singkong dan sekam padi yang diformulasi dengan antioksidan alami dari kulit jeruk.

“Inovasi ini kami beri nama Biostay. Tujuannya adalah menggantikan peran sterofoam yang selama ini sulit terurai di alam,” kata Hasya saat ditemui di sela kegiatan Annual Indonesia Green Industry (AIGIS) 2025, di Kampus UNPAD Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Senin (30/6/2025).

Keduanya memanfaatkan bahan-bahan limbah organik lokal yang berlimpah di Indonesia, terutama di daerah seperti Sumedang yang dikenal sebagai penghasil singkong.

Mereka menyebutkan bahwa limbah kulit singkong dari produksi peyeum dan sekam padi yang pemanfaatannya masih rendah, dapat menjadi solusi untuk green economy.

“Kami ingin memanfaatkan bahan-bahan yang ada di sekitar kita, sekaligus melibatkan warga sekitar agar bisa ikut serta dalam prosesnya,” ujar Diah.

Produk Biostay bukan hanya sekadar ramah lingkungan, tapi juga memiliki nilai tambah. Salah satunya adalah formulasi dengan antioksidan dari kulit jeruk yang dapat memperpanjang masa simpan makanan, serta memberi aroma segar alami.

“Waktu kami buat, satu ruangan jadi wangi kulit jeruk,” kata Hasya

Saat ini, produksi Biostay masih dilakukan secara manual dengan proses pengeringan alami selama 3 hingga 4 hari.

Namun, jika menggunakan bantuan mesin, proses tersebut dapat dipersingkat menjadi satu hingga dua hari. Dalam satu kali produksi, 50 gram bahan dapat menghasilkan satu wadah, sehingga satu kilogram bahan bisa menghasilkan sekitar 20 wadah.

“Kami belum menetapkan target produksi harian karena semuanya masih berbasis kebutuhan. Tapi untuk bahan baku, insya Allah cukup karena Indonesia penghasil sekam padi dan singkong terbesar,” jelas Diah.

Inovasi ini awalnya muncul dari keinginan mereka untuk mengikuti lomba. Namun, seiring berjalannya waktu, mereka melihat potensi besar dari produk ini dan memutuskan untuk mengembangkan lebih lanjut.

“Kami awalnya hanya ingin ikut lomba. Tapi setelah tahu masalah lingkungan seperti sampah plastik dan sterofoam, akhirnya kami terus kembangkan. Saat ini memang masih di laboratorium, tapi ke depannya kami ingin mengenalkan lebih luas, termasuk ke masyarakat dan stakeholder,” ujar Hasya.

Inovasi Biostay pun mendapat perhatian dalam rangkaian kegiatan AIGIS Goes to Campus yang digelar Kementerian Perindustrian (Kemenperin). Bahkan inovasi ciptaan mereka menjadi Juara Pertama dalam Green Scientific Competition.

Sementara itu, Wakil Menteri Perindustrian, Faisol Reza, dalam kesempatan tersebut mengatakan bahwa pihaknya terus mendorong penerapan industri hijau oleh perusahaan maupun generasi muda melalui pendekatan akademik.

“Kesadaran dan keterlibatan kampus dalam industri hijau harus diperluas. Mahasiswa seperti dari Unpad ini bisa memberikan kontribusi nyata lewat inovasi seperti Biostay,” ujarnya.

Faisol menyebut, AIGIS 2025 kali ini sudah digelar di dua kampus besar yakni Universitas Indonesia dan Universitas Padjadjaran.

“Alhamdulillah kegiatan didukung baik oleh Unpad maupun Toyota. Kita sedang memilih tiga karya inovasi mahasiswa, termasuk Biostay, sebagai pemenang. Ini menunjukkan bahwa kesadaran atas green industry di kalangan mahasiswa sudah tumbuh,” pungkasnya.

Foto Agi MPI – Dua Mahasiswi Unpad Ciptakan Biostay, Inovasi Biopackaging dari Limbah Organik Kulit Singkong dan Sekam Padi

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Biopackaging ramah lingkungan Biostay Limbah organik kulit singkong Sekam padi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Cuma di Sini! Nabung Bisa Berangkat Suroboyo 10K, Kuota Terbatas

Bank bjb Berdayakan Penyandang Disabilitas Melalui Rumah Kreatif Luar Biasa

Wisuda Paling Santai Sedunia! Aksi Mahasiswa Gen Z Terima Ijazah Bikin Geleng Kepala

Tak Digaji Sejak 2025! Dokter ASN ‘Dianaktirikan’, Dokter Kontrak Dibayar Full?

ilustrasi bansos

Lampu Kuning Ekonomi! Rupiah Terkapar Akibat ‘Perang’, APBN Mulai Terancam?

Alur Geger Aliran STJ di Tasikmalaya: Dari Larangan Salat Jumat Hingga Aksi Spontan Pembakaran oleh Warga

Terpopuler
  • Viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ 7 Menit, Link Palsu Mengintai Warganet, Cek Aslinya
  • Bukan Indonesia? Fakta Mengejutkan di Balik Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri 7 Menit Ini
  • Terkuak Pemeran Video Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit yang Bikin Heboh!
  • Link Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri Disebut Punya Versi Lengkap Tanpa Sensor
  • Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.
    Jangan Tertipu! Link Video Viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di Kebun Sawit Ini Diduga Jebakan Phishing
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.