bukamata.id – Plt Presiden FAM (Football Association of Malaysia), Yusoff Mahadi, menegaskan bahwa Malaysia sudah tidak lagi terkait masalah dengan FIFA seputar skandal naturalisasi tujuh pemain. Pernyataan ini muncul menjelang tenggat pengajuan dokumen ke Pengadilan CAS pada 18 Desember 2025.
Yusoff Mahadi menyebut, fokus FAM kini sepenuhnya tertuju pada proses CAS, yang menjadi tahap terakhir dan keputusan akhirnya bersifat final.
“Kami telah menyelesaikan semua urusan dengan FIFA. CAS adalah badan independen terakhir, dan apa pun keputusannya, harus dipatuhi semua pihak,” ujar Yusoff Mahadi.
Tim Independen Menyelidiki Naturalisasi
FAM membentuk komite independen pada Oktober 2025, dengan menunjuk Tun Md Raus untuk menyelidiki proses naturalisasi pemain yang diklaim memiliki keturunan Malaysia.
“Kami masih menunggu laporan dari Tun Raus dan memperkirakan akan diterima bulan ini. Dari laporan itu, kita akan menilai temuan sebelum menentukan langkah berikutnya,” kata Yusoff.
Tim hukum FAM pun tengah menyiapkan semua dokumen yang dibutuhkan agar dapat memenuhi tenggat CAS.
Kontroversi dan Kritik terhadap Malaysia
Skandal naturalisasi ini tetap menjadi sorotan publik dan media internasional. Secara teknis, masalahnya dianggap sederhana: Malaysia hanya perlu membuktikan silsilah keturunan Malaysia dari tujuh pemain yang dinaturalisasi.
Namun hingga kini, bukti tersebut belum diserahkan, dan pihak Malaysia justru mempertanyakan kredibilitas FIFA. Situasi ini menimbulkan kritik dan perdebatan di dunia sepak bola, karena federasi hingga pemerintah lokal tetap bersikukuh mempertahankan posisi mereka.
CAS Sebagai Titik Akhir
Menurut Yusoff Mahadi, sidang CAS akan menjadi tahap final yang menentukan status Malaysia terkait skandal naturalisasi. Putusan CAS nantinya akan menjadi acuan FIFA dalam memberikan sanksi atau membebaskan Malaysia dari tuduhan.
“Ini adalah proses terakhir, dan keputusan CAS bersifat final. Semua pihak harus mematuhinya,” tegasnya.
Skandal naturalisasi ini diprediksi akan menjadi catatan penting dalam sejarah sepak bola Malaysia, mengingat kontroversi yang terus bergulir dan belum adanya pengakuan kesalahan resmi dari pihak terkait.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











