Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Aksi Mahasiswa di Bandung Memanas, Polisi Lakukan Penindakan Tegas

Kamis, 18 Juni 2026 21:43 WIB

Link Live Streaming & Jadwal Piala Dunia Jumat 19 Juni 2026: Korsel Siap Hadapi Teror Tuan Rumah Meksiko

Kamis, 18 Juni 2026 21:20 WIB

Ini Alasan Kemendagri Minta Kepala Daerah Gelar Nobar Piala Dunia 2026

Kamis, 18 Juni 2026 21:17 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Aksi Mahasiswa di Bandung Memanas, Polisi Lakukan Penindakan Tegas
  • Link Live Streaming & Jadwal Piala Dunia Jumat 19 Juni 2026: Korsel Siap Hadapi Teror Tuan Rumah Meksiko
  • Ini Alasan Kemendagri Minta Kepala Daerah Gelar Nobar Piala Dunia 2026
  • Kaosnya Oblong, Penyamarannya Blong: Gara-gara Salah Outfit? Intel di UMY Terciduk Instan!
  • Maung Bandung Bergerak Diam-Diam, Ini Daftar Calon Pemain Anyar Persib
  • Dedi Mulyadi Soroti Jalan Nasional Rusak Usai Ojol Tewas di Pasteur, Minta Kewenangan Diserahkan ke Daerah
  • Dedi Mulyadi Tanggapi Aksi Indonesia Darurat: Kritik Itu Penting untuk Demokrasi
  • Dedi Mulyadi Pastikan Sekolah Swasta Gratis untuk Siswa Tak Tertampung di Negeri
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 18 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Mengenal Pesawat Siluman B-2: Senjata Rahasia Amerika Sulit Terdeteksi Radar

By Aga GustianaSenin, 23 Juni 2025 07:56 WIB3 Mins Read
Pesawat siluman B-2 milik Amerika Serikat. (Foto: AP)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Ketegangan geopolitik kembali meningkat setelah militer Amerika Serikat melancarkan serangan udara ke sejumlah fasilitas nuklir Iran. Dalam operasi tersebut, AS mengerahkan salah satu senjata udaranya yang paling rahasia dan mematikan: B-2 Spirit, pesawat pengebom siluman berteknologi tinggi.

Teknologi Siluman yang Sulit Terdeteksi

B-2 Spirit sering disebut sebagai pesawat siluman karena kemampuannya menghindari radar musuh. Dirancang dengan teknologi stealth mutakhir, pesawat ini menjadi aset strategis Angkatan Udara AS untuk misi-misi berisiko tinggi.

Dibekali empat mesin dan diawaki dua orang kru, B-2 dapat membawa senjata nuklir maupun bom konvensional dengan total muatan hingga 18 ton. Keunggulan utamanya adalah kemampuan terbang jarak jauh tanpa terdeteksi, menjadikannya pilihan utama untuk menghancurkan target bernilai tinggi.

Baca Juga:  Iran Nyatakan Siap Perang Panjang dengan Israel: Dunia Akan Lihat Inovasi Kami di Medan Tempur

Jejak Tempur dari Serbia hingga Timur Tengah

Pertama kali diperkenalkan pada 1989, B-2 baru aktif dalam pertempuran satu dekade kemudian saat dikerahkan dalam serangan ke Serbia. Sejak itu, pesawat ini terus menjadi bagian dari operasi militer besar AS, termasuk dalam Operasi Enduring Freedom di Afghanistan tahun 2001 dan serangan terhadap kelompok Houthi di Yaman.

Kini, B-2 kembali digunakan dalam misi terbaru ke Iran, menandai eskalasi baru dalam konflik antara Washington dan Teheran.

Senjata Penghancur Bunker: GBU-57A/B

Dalam serangan ke Iran, B-2 dipercaya membawa GBU-57A/B Massive Ordnance Penetrator (MOP) — bom super berat seberat 13.500 kg yang dirancang untuk menembus struktur bawah tanah hingga kedalaman 61 meter. Karena bobot dan ukuran bom ini, hanya B-2 yang mampu membawanya secara efektif.

Baca Juga:  Perilaku Tak Biasa, Tupai Jadi Pemakan Daging

Bom ini dirancang khusus untuk menghancurkan fasilitas tersembunyi seperti bunker nuklir dan markas bawah tanah, menjadikannya instrumen utama dalam misi-misi penghancuran strategis.

Hanya 20 Unit di Dunia, Harga Tembus USD 2 Miliar

Dengan nilai fantastis mencapai 2 miliar dolar AS per unit, B-2 adalah salah satu pesawat militer termahal yang pernah dibuat. Saat ini, hanya ada 20 unit aktif yang beroperasi, semuanya bermarkas di Whiteman Air Force Base, Missouri.

Keberadaannya yang terbatas dan kemampuannya yang luar biasa menjadikan B-2 sebagai simbol kekuatan udara AS yang tidak tertandingi.

Baca Juga:  MUI Cium Ide Busuk Donald Trump soal Relokasi Warga Gaza: Harus Diwaspadai!

Peringatan Keras dari Donald Trump

Serangan ke Iran juga disertai pernyataan tegas dari Presiden AS, Donald Trump. Dalam pidatonya pada Sabtu malam (21 Juni 2025), Trump mendesak Iran untuk segera menghentikan aktivitas militernya dan membuka diri terhadap perdamaian dengan Israel.

“Iran, si pembuat onar di Timur Tengah, kini harus memilih damai. Jika tidak, serangan-serangan di masa depan akan jauh lebih besar dan jauh lebih mudah dilakukan,” ujar Trump.

Ia menambahkan bahwa militer AS memiliki kemampuan untuk meluncurkan serangan dengan presisi tinggi dan kecepatan luar biasa, cukup dalam hitungan menit.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Amerika Serikat B-2 Spirit bom bunker Donald Trump GBU-57A/B Konflik Timur Tengah militer AS pesawat siluman serangan Iran teknologi stealth
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Aksi Mahasiswa di Bandung Memanas, Polisi Lakukan Penindakan Tegas

Ini Alasan Kemendagri Minta Kepala Daerah Gelar Nobar Piala Dunia 2026

Kaosnya Oblong, Penyamarannya Blong: Gara-gara Salah Outfit? Intel di UMY Terciduk Instan!

Dedi Mulyadi Soroti Jalan Nasional Rusak Usai Ojol Tewas di Pasteur, Minta Kewenangan Diserahkan ke Daerah

Dedi Mulyadi Tanggapi Aksi Indonesia Darurat: Kritik Itu Penting untuk Demokrasi

Dedi Mulyadi Pastikan Sekolah Swasta Gratis untuk Siswa Tak Tertampung di Negeri

Terpopuler
  • Link Video Cut Salwa Viral di TikTok dan X, Ini Fakta Sebenarnya yang Mengejutkan
  • Link Video Cut Salwa Viral ‘No Sensor’, Warganet Diminta Jangan Asal Klik!
  • Heboh Cut Salwa Viral! Warganet Ramai Cari Link Video ‘No Sensor’, Begini Fakta yang Terungkap
  • Hilang 3 Tahun, Wanita Bandung Ditemukan dengan Wajah Hancur! Diduga Disekap Kekasih Sendiri
  • Heboh Video Cut Salwa Viral! Warganet Penasaran, Sebenarnya Isinya Apa?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.