Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Madura United vs Persib Bandung: Marc Klok Buka-bukaan Soal Kesiapan Fisik Tim

Rabu, 21 Oktober 2026 18:07 WIB

Igor Tolic Bongkar Ancaman Madura United, Dimitar Mitkov Jadi Sorotan

Rabu, 21 Oktober 2026 18:02 WIB

Ingin Tahu Bansos Cair atau Belum? Cek Status PKH dan BPNT Lewat Situs Resmi Kemensos

Rabu, 21 Oktober 2026 17:29 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Madura United vs Persib Bandung: Marc Klok Buka-bukaan Soal Kesiapan Fisik Tim
  • Igor Tolic Bongkar Ancaman Madura United, Dimitar Mitkov Jadi Sorotan
  • Ingin Tahu Bansos Cair atau Belum? Cek Status PKH dan BPNT Lewat Situs Resmi Kemensos
  • Begal Berpistol Rampas HP Bocah di Garut, Pelaku Babak Belur Dihajar Massa
  • Kabar Kim Jong Un Meninggal Heboh, Intelijen Korea Selatan Ungkap Temuan Ini
  • Persija Kena Sanksi Berat! The Jakmania Dilarang Hadiri 6 Laga Tandang
  • Lawan Persib, Presiden Madura United Ajak Suporter Pakai Sarung dan Kopiah
  • Modus Ramalan Musibah, Warga Diduga Jadi Korban Hipnotis di Pasar Sayati
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 21 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Mengenal Sang Raja Teh Priangan, Jejak Mulia di Perkebunan Malabar

By SusanaKamis, 25 April 2024 19:35 WIB2 Mins Read
Karel Albert Rudolf Bosscha, pemilik Perkebunan Teh Malabar. Foto: Instagram.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Karel Albert Rudolf Bosscha dikenal sebagai pendiri sekaligus pemilik Perkebunan Teh Malabar Pangalengan. Ia bahkan dijuluki sebagai Raja Teh Priangan.

Bosscha lahir di Den Haag, Belanda pada 15 Mei 1865. Ia datang ke Hindia Belanda, sebutan Indonesia saat itu, pada 1887 di usia 22 tahun.

Awalnya, Bosscha membantu pekerjaan sang paman, Edward Julius Kerkhoven, yang memiliki perkebunan teh di Sukabumi.

Pada Agustus 1896, Bosscha mendirikan Perkebunan Teh Malabar dan menjabat sebagai administratur selama 32 tahun.

Selama karir memajukan perkebunannya, perkebunan itu bisa menghasilkan 60 ribu pucuk teh yang 90 persen produknya dipasarkan ke luar negeri.

Selain itu, Bosscha juga mendirikan dua pabrik teh, yakni Pabrik Teh Malabar yang saat ini dikenal dengan nama Gedung Olahraga Gelora Dinamika dan Pabrik Teh Tanara yang saat ini dikenal dengan nama Pabrik Teh Malabar.

Dari hasil perkebunan inilah, Bosscha turut menyumbang ke berbagai yayasan, termasuk mendanai pembangunan Technisce Hogeschool Bandung (ITB), Societeit Concordia (Gedung Merdeka), Sekolah Luar Biasa Cicendo dan yang paling dikenal luas, Observatorium Peneropongan Bintang Bosscha.

Tak mengherankan, bila sang meneer semasa hidupnya dikenal sebagai pencinta ilmu pengetahuan teknologi dan sosiawan.

Bosscha juga mendirikan sekolah bernama Vervoloog Malabar. Sekolah ini didirikan untuk anak-anak karyawan dan buruh di perkebunan tehnya bisa belajar secara gratis selama empat tahun.

Pada masa kemerdekaan Indonesia, nama sekolah diubah menjadi Sekolah Rendah, kemudian berubah lagi menjadi Sekolah Rakyat, hingga kini menjadi Sekolah Dasar Negeri Malabar II.

Bosscha meninggal pada 26 November 1928 itu. Cerita yang tersebar luas, sang juragan meninggal di pangkuan salah satu pekerjanya.

Bosscha meninggal akibat penyakit tetanus yang dideritanya karena terinfeksi saat terjatuh dari kuda di Gunung Nini.

Karena kecintaannya pada Malabar, dia meminta agar jasadnya disemayamkan di antara pepohonan teh di Perkebunan Teh Malabar yang tidak jauh dari rumahnya yang sekarang dikenal dengan Rumah Bosscha.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Siapa Izara Aishah? Viral Menantu Siti Nurhaliza Labrak Lesti, Respons Rizky Billar Jadi Sorotan!

Bansos

BPNT Tahap 4 Sudah Cair atau Belum? Kenali 5 Ciri Ini Sebelum Cek KKS ke ATM

Bukan Sekedar Roasting! Alasan Celetukan Oki Rengga ke Juan dan Eve Disorot Warganet

Bosen Macet-macetan di Puncak? Ini 5 Tempat Nongkrong Syahdu di Bogor Berlatar Gunung Salak

Aturan Baru Bansos 2026: Cara Turunkan Desil di Aplikasi Cek Bansos Agar Dapat Bantuan PKH & BPNT

Tak Harus Mahal! 5 Tempat Wisata Kuliner Cimahi Ini Punya Pilihan Menu Beragam

Terpopuler
  • Ramai Kritik Ornamen Candi di Gedung Sate, Warga Sentil Dedi Mulyadi: Estetik Henteu, Fungsional Komo!
  • Dedi Mulyadi Marah Ditagih Jalan Rusak, Pengamat: Batas Wewenang Bukan Alasan!
  • Momen HUT ke-62: Golkar Jabar Minta Kader Fokus Bantu Ekonomi Warga
  • 100 Persen Pulih, Beckham Putra Bakal Jadi Senjata Persib Kontra Persik Kediri?
  • Balita 3 Tahun di Bandung Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual Ayah Kandung, Kuasa Hukum Minta Penanganan Kasus Dipercepat
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.