Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Iran Mundur dari Piala Dunia 2026: Indonesia Berpeluang Curi Slot Lewat Jalur ‘Mimpi’?

Sabtu, 14 Maret 2026 09:40 WIB

Dilema Ekonomi Gig Indonesia: Antara Fleksibilitas dan Bayang-bayang Eksploitasi

Sabtu, 14 Maret 2026 09:17 WIB

Pantang Pulang Sebelum Wangi! Petugas Damkar Dihadiahi Paket Nyalon Lengkap Usai Bantu Warga

Sabtu, 14 Maret 2026 09:12 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Iran Mundur dari Piala Dunia 2026: Indonesia Berpeluang Curi Slot Lewat Jalur ‘Mimpi’?
  • Dilema Ekonomi Gig Indonesia: Antara Fleksibilitas dan Bayang-bayang Eksploitasi
  • Pantang Pulang Sebelum Wangi! Petugas Damkar Dihadiahi Paket Nyalon Lengkap Usai Bantu Warga
  • Netizen Dibikin Penasaran, Link Video Mukena Pink Tanpa Sensor Jadi Sorotan
  • 10 Laga Sisa Persib Jadi Final, Rivalitas dengan Persija Semakin Panas
  • Puasa Hari Ke-24, Ini Waktu Imsak di Bandung Raya 14 Maret 2026
  • Bikin Penasaran! Apa Isi Video Ibu Tiri di Kebun Sawit yang Sedang Viral? Link Diburu Netizen
  • Usai Rekam Podcast, Aktivis KontraS Diserang OTK dengan Air Keras
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 14 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Menggali Potensi Wisata Kebun Kopi Arabika di Desa Tolajuk

By Aga GustianaSabtu, 23 November 2024 17:13 WIB4 Mins Read
Menggali Potensi Parawisata Kebun Kopi Arabika di Desa Tolajuk. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamataid – Desa Tolajuk, Kecamatan Latimojong, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, kini menjadi pusat perhatian para ahli dan penggiat pariwisata, khususnya enthusiast kopi. Pasalnya, desa yang terletak di sekitar kawasan Gunung Latimojong ini memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi desa wisata berbasis kebun kopi Arabika.

Kopi Arabika yang tumbuh di Desa Tolajuk dikenal dengan keunikan rasa dan aroma yang khas. Hasil tes rasa dari Balai Penelitian Kopi dan Kakao pada 2023 lalu, menyebut kopi arabika dari Desa Tolajuk memiliki karakteristik ‘flowery-coffee blossom, fruity-lemony, spicy-chili like, star fruit aroma and aftertaste’.

Keunikan rasa itu, menjadikan kopi Tolajuk ini masuk pada kopi kualitas specialty. Produk unggulan kopi ini telah menarik perhatian para penikmat kopi dari berbagai wilayah di Indonesia.

Saat ini, luas lahan kopi di desa ini lebih dari 100 hektar, yang dikelola dengan sistem wanatani (agroforestry) di Desa Tolajuk.
Selain kopi, warga juga menanam cengkeh, jeruk dan mahoni. Keanekaragaman hayati berpadu dengan lanskap pergunungan di Luwu yang masih perawan menciptakan panorama indah yang memanjakan mata.

Keindahan Desa Tolajuk dengan sungai jernih yang mengalir sepanjang tahun, rumah adat, serta keramahan masyarakatnya menjadi pesona tersendiri. Selain itu, desa ini juga menjadi titik awal pendakian Gunung Latimojong, menambah daya tarik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.

Derap langkah Desa Tolajuk dalam merintis desa wisata wanatani unggulan tak luput dari dorongan tim peneliti dari Pusat Pemberdayaan Perdesaan (P2D) ITB, dengan dukungan Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM) ITB. Tim peneliti terdiri dari Pathmi Noerhatiini, Dicky Rezady Munaf dan Allis Nurdini, sedangkan asisten riset beranggotakan Gilang Aditya Pratama, Muhammad Alkhadri dan Tsamrotul Jannah.

Baca Juga:  Disparbud Jabar Genjot Kunjungan Wisata 2025 Lewat Optimalisasi Data dan Event Daerah

Kolaborasi ITB dan warga lokal ini mencakup pelatihan tentang standar operasional prosedur (SOP) untuk Good Agriculture Practices (GAP) dan Good Handling Practices (GHP). Edukasi ini bertujuan meningkatkan kualitas budidaya dan pengolahan kopi, yang pada akhirnya akan berdampak pada peningkatan nilai jual produk.

“Kami di sini sangat senang, ternyata tim dari ITB kembali lagi ke sini untuk meneruskan obrolan dulu mengenai desa wisata di Desa Tolajuk ini,” ujar Kepala Desa Tolajuk Baddarudin dalam keterangannya.

Sementara itu, Muktabar, Sekretaris Desa Tolajuk sekaligus petani mengakui jika dahulu pola dan sistem tanam yang dilakukan oleh warga desa masih mengikuti cara tradisional. Posisi Desa Tolajuk yang ‘bak mutiara terpendam’ di kaki bukit Gunung Latimojong belum banyak dilirik oleh pihak luar.

Baca Juga:  Disparbud Jabar Genjot Kunjungan Wisata 2025 Lewat Optimalisasi Data dan Event Daerah

“Kami menanam dari dulu begitu-begitu saja, seperti yang sudah dilakukan sejak lama oleh orang tua,” ujar Muktabar.

“Sulit penyuluh datang ke sini untuk mengajarkan,” sambungnya.

Mimpi Desa Tolajuk untuk menjadi desa wisata unggulan, memerlukan kolaborasi dari banyak pihak.Termasuk para petani, aparatur desa, serta Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), sehingga tercipta ekosistem pengelolaan kopi yang profesional.

Diskusi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah kecamatan Latimojong, Dispusarsip dan Dinas Pariwisata Kabupaten Luwu serta perusahaan tambang PT Masmindo Dwi Area, menjadi tonggak penting dalam perjalanan Tolajuk menjadi desa wisata unggulan.

Camat Latimojong Drs Nur Agam mendukung secara penuh program ini. Ia berharap perencanaan ini bisa diadopsi di desa-desa lainnya di Kecamatan Latimojong.

“Iya masyarakat desa dan pemangku kebijakan harus berjalan beriringan agar segala halnya dapat terealisasikan dengan maksimal,” ujar Tika dari Dinas Pariwisata Kabupaten Luwu.

Sementara itu, masyarakat setempat harus dilibatkan secara aktif dalam setiap tahap pengembangan, mulai dari perencanaan hingga implementasi. Pendekatan yang inklusif ini tidak hanya akan meningkatkan kualitas hidup masyarakat, tetapi juga menciptakan rasa memiliki terhadap program desa wisata.

“Kami sangat mengapresiasi upaya tim ITB yang datang ke desa kami untuk memberikan edukasi dan pendampingan dalam pengelolaan kopi arabika,” ujar tokoh pemuda setempat, Rahmat Lewa.

Baca Juga:  Disparbud Jabar Genjot Kunjungan Wisata 2025 Lewat Optimalisasi Data dan Event Daerah

Ia yang juga aktif dalam kelompok pecinta alam Latimojong menilai apa yang dilakukan ITB, tidak hanya soal kopi semata. Tetapi sejalan dengan langkah pelestarian alam dan budaya lokal di Tolajuk.

“Program ini membuka wawasan kami tentang bagaimana potensi desa dapat dikembangkan, tanpa merusak ekosistem,” ujarnya.

Namun, meskipun perda terkait pembentukan desa wisata telah diberlakukan, implementasinya masih menjadi tantangan. Masyarakat Desa Tolajuk telah lama menantikan realisasi dari kebijakan ini. Dengan data yang menunjukkan potensi besar desa ini, Tolajuk bisa berkembang menjadi desa wisata tahap rintisan,berdasarkan kriteria desa wisata dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI.

“Kami ingin desa ini dikenal luas, tidak hanya karena kopi berkualitasnya tetapi juga karena keindahan alam dan kearifan budaya lokalnya,” ujar Rahmat, dan juga penggiat kemajuan Kabupaten Luwu lainnya seperti pengelola berita online “Poros Celebes”.

“Semoga kolaborasi ini berlanjut, sehingga kami, masyarakat muda Desa Tolajuk, dapat terus belajar dan berkontribusi lebih banyak dalam menjaga dan mengembangkan warisan alam serta budaya kami,” katanya melanjutkan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Desa Tolajuk Kopi Arabika Parawisata
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Pantang Pulang Sebelum Wangi! Petugas Damkar Dihadiahi Paket Nyalon Lengkap Usai Bantu Warga

Viral video ukhti mukena pink.

Netizen Dibikin Penasaran, Link Video Mukena Pink Tanpa Sensor Jadi Sorotan

Bikin Penasaran! Apa Isi Video Ibu Tiri di Kebun Sawit yang Sedang Viral? Link Diburu Netizen

Viral video ukhti mukena pink.

Ukhti Mukena Pink Viral di Media Sosial, Jangan Asal Klik Link yang Beredar

Video Viral Ukhti Mukena Pink

Netizen Heboh Ukhti Mukena Pink ‘No Sensor’, Pakar Sebut Link Mencurigakan Beredar

Masih Simpan Foto Mantan Istri, Desta Ungkap Alasan Tak Hapus Jejak Natasha Rizky di Hidupnya

Terpopuler
  • Viral Video Kebun Sawit Ibu Tiri vs Anak Tiri, Apa Isinya? Hati-hati Jebakan Batman!
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Viral ‘Ukhti Mukena Pink’ Tanpa Sensor, Begini Fakta yang Perlu Kamu Tahu!
  • Video Aksi Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit Viral, Link Diburu Netizen
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Heboh di Media Sosial, Video Ukhti Mukena Pink Bersensor Putih Bikin Netizen Penasaran
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Viral Link Video Ukhti Mukena Pink No Sensor, Waspada Jebakan Batman!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.