Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Siskaeee

Siskaeee Sentil Polisi: Kasus Gue Cepat Banget, Giliran Penyiram Air Keras Kok Belum Ketangkap?

Senin, 16 Maret 2026 19:07 WIB

Detik-detik Kios Pasar Soreang Ambruk, Pedagang Sebut Sudah Retak Sebelumnya

Senin, 16 Maret 2026 19:01 WIB

Link Video 17 Menit ‘Ojol Bali’ Buruan Netizen, Ternyata Begini Kronologi di Balik Rekaman Viral Tersebut!

Senin, 16 Maret 2026 18:59 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Siskaeee Sentil Polisi: Kasus Gue Cepat Banget, Giliran Penyiram Air Keras Kok Belum Ketangkap?
  • Detik-detik Kios Pasar Soreang Ambruk, Pedagang Sebut Sudah Retak Sebelumnya
  • Link Video 17 Menit ‘Ojol Bali’ Buruan Netizen, Ternyata Begini Kronologi di Balik Rekaman Viral Tersebut!
  • Video VCS 21 Detik Mirip Maureen Worth Bareng Pria Dewasa Tersebar, Link Diburu Netizen
  • Ramadan Heboh! Netizen Berebut Link Video Mukena Pink Tanpa Sensor
  • Jangan Salah Waktu! Ini Jadwal Adzan Magrib Bandung 16 Maret 2026
  • Persib di Jalur Juara! Bojan Ingatkan Ancaman Borneo FC dan Persija
  • Update Kasus Fitnah via WhatsApp: Polisi Periksa Oknum Pengurus Gereja di Bandung
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 16 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Mengintip Ancaman di Balik Keindahan Bandung: Sesar Lembang dan Potensi Gempa Besar yang Mengintai

By SusanaSenin, 6 Oktober 2025 09:00 WIB4 Mins Read
Jika Sesar Lembang aktif akan mengakibatkan bencana besar yang terdampak ke beberapa wilayah.
Peta wilayah terdampak Sesar Lembang. (Foto: Dok BMKG)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Di balik panorama indah Bandung yang dikelilingi gunung-gunung hijau dan udara sejuk, tersimpan ancaman laten yang jarang disadari masyarakat.

Dialah Sesar Lembang, patahan aktif sepanjang hampir 30 kilometer di utara Bandung, yang menyimpan energi besar dan bisa memicu gempa dahsyat kapan saja.

Para ahli menyebut, Sesar Lembang adalah salah satu sesar paling berbahaya di Jawa Barat, karena letaknya yang berdekatan dengan wilayah padat penduduk Bandung Raya. Jika patahan ini melepaskan energi besar, dampaknya bisa meluas hingga ke Cimahi, Lembang, Subang, dan Cianjur.

Apa Itu Sesar Lembang?

Secara geologi, Sesar Lembang merupakan sesar geser mendatar (strike-slip fault) bertipe sinistral, atau pergeseran ke arah kiri. Patahan ini membentang dari Padalarang di barat hingga Jatinangor di timur, melewati kawasan wisata Lembang yang populer.

Ketinggian patahan bervariasi, dari sekitar 450 meter di Gunung Palasari Maribaya hingga 40 meter di Cisarua. Menurut data Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), panjang total sesar mencapai 29 kilometer, dengan pergerakan antara 1,9 hingga 3,4 milimeter per tahun.

“Pergerakan kecil ini berlangsung selama ribuan tahun. Namun akumulasi energi yang terus terjadi bisa dilepaskan sewaktu-waktu dalam bentuk gempa bumi,” jelas Mudrik R. Daryono, pakar geologi gempa bumi BRIN, dikutip dari laman resmi BRIN, Minggu (5/10/2025).

Baca Juga:  Saat Rakyat Turun Menuntut, Para Pejabat Takut

Jejak Sejarah dan Pembentukan Sesar Lembang

Secara historis, Sesar Lembang terbentuk sekitar 500.000 tahun lalu pada Zaman Kuarter (Pleistosen). Proses geologinya berkaitan dengan runtuhnya kompleks gunung api Sunda–Burangrang, yang membentuk struktur sesar turun sebelum berkembang menjadi patahan geser aktif.

Penelitian paleoseismologi mencatat bahwa gempa besar terakhir akibat pecahnya Sesar Lembang terjadi pada abad ke-15, sekitar tahun 1450–1460 Masehi.

Sebelumnya, terjadi gempa kuat sekitar 60 tahun sebelum Masehi dan 19.000 tahun lalu, masing-masing meninggalkan jejak pergeseran tanah hingga 40 sentimeter.

“Temuan lapangan membuktikan bahwa gempa kuat pernah mengguncang wilayah ini dengan magnitudo sekitar 6,5 hingga 7,0,” kata Mudrik.

Catatan Aktivitas dan Potensi Bahaya

BMKG dan BRIN mengonfirmasi bahwa Sesar Lembang masih aktif hingga kini.
Beberapa kali aktivitas gempa kecil (mikroseismik) terekam di sepanjang jalur patahan, antara lain:

  • 28 Agustus 2011: gempa magnitudo 3,3 merusak 384 rumah di Desa Jambudipa, Cisarua.
  • 14 & 18 Mei 2017: gempa magnitudo 2,8 dan 2,9 dirasakan hingga intensitas II–III MMI di Bandung Utara.
  • Aktivitas minor berulang tercatat sepanjang 2009–2015 dengan mekanisme sesar geser ke kiri (left-lateral faulting).
Baca Juga:  Gempa Cimahi Pagi Ini, BMKG Sebut Akibat Aktivitas Sesar Lembang

Ahli geofisika BMKG memperkirakan, potensi magnitudo maksimal Sesar Lembang mencapai 6,8–7,0, dengan periode pengulangan gempa antara 170 hingga 670 tahun.

Artinya, secara teoritis, siklus alami sesar bisa kembali aktif dalam rentang abad ke-21 hingga awal abad ke-22.

Kondisi Geologi yang Memperparah Dampak

Ancaman Sesar Lembang semakin berbahaya karena kondisi geologi Bandung Raya yang berdiri di atas endapan danau purba (Danau Bandung Purba). Lapisan tanah yang lunak di wilayah cekungan ini bisa memperkuat guncangan gempa hingga dua kali lipat dibanding daerah berbatu.

Jika gempa besar terjadi, guncangan kuat berpotensi merusak bangunan non-tahan gempa, infrastruktur vital, dan memicu longsor di lereng utara Bandung seperti di kawasan Lembang dan Parongpong.

Upaya Pemantauan dan Mitigasi

Pemantauan Sesar Lembang telah dimulai sejak tahun 1963, ketika BMKG memasang seismograf analog WWSSN di Lembang.

Kini, pemantauan jauh lebih canggih dengan sistem digital broadband seismograph dan jaringan 16 sensor pendek (short period) yang dipasang tahun 2019.

Sensor tersebut membentuk sistem “pengepung” terhadap jalur Sesar Lembang, Cimandiri, dan Baribis untuk meningkatkan akurasi deteksi gempa lokal. Hasilnya, setiap aktivitas kecil di sepanjang patahan kini dapat terekam dan dianalisis secara real time.

Baca Juga:  Polemik Poe Ibu Dedi Mulyadi: Antara Gotong Royong Lokal dan Beban Baru untuk Warga

Data hasil monitoring ini menjadi dasar untuk pemetaan zona rawan, edukasi publik, dan rencana tata ruang yang mempertimbangkan jarak aman minimal 100–150 meter dari garis sesar.

Kesadaran Publik: Kunci Mengurangi Risiko

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menekankan, Sesar Lembang tidak bisa dicegah, tetapi dampaknya bisa diminimalkan. Mitigasi harus dilakukan dengan pendekatan multidisiplin: edukasi masyarakat, kesiapsiagaan struktural, dan penelitian berkelanjutan.

Langkah-langkah penting yang direkomendasikan antara lain:

  • Mengedukasi warga tentang cara evakuasi dan penanganan gempa.
  • Membangun rumah dan fasilitas umum tahan gempa sesuai standar konstruksi nasional.
  • Melakukan simulasi evakuasi rutin di sekolah dan pemukiman.
  • Meningkatkan koordinasi antar-instansi seperti BMKG, BPBD, dan PVMBG.

Menatap Masa Depan: Hidup Berdampingan dengan Ancaman

Sesar Lembang adalah “raksasa tidur” yang tak bisa diprediksi kapan akan terbangun.
Namun bukan berarti masyarakat harus hidup dalam ketakutan. Justru dengan pemahaman ilmiah dan kesiapan mitigasi, ancaman ini bisa dihadapi secara rasional.

Pergeseran kecil yang kini terukur milimeter per tahun bukan hanya angka statistik, melainkan pengingat bahwa bumi di bawah Bandung terus bergerak. Tantangan bagi pemerintah dan warga adalah hidup berdampingan dengan risiko, bukan mengabaikannya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

HL mitigasi bencana Bandung patahan lembang Potensi gempa Bandung Sesar Lembang
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Detik-detik Kios Pasar Soreang Ambruk, Pedagang Sebut Sudah Retak Sebelumnya

Jangan Salah Waktu! Ini Jadwal Adzan Magrib Bandung 16 Maret 2026

Update Kasus Fitnah via WhatsApp: Polisi Periksa Oknum Pengurus Gereja di Bandung

kekerasan

Pura-pura Obati Nenek, Oknum Guru Ngaji di Garut Malah Cabuli Cucu Saat Warga Tarawih

Tragedi di Pasar Soreang! Atap Blok 3 Runtuh Timpa Kios, Satu Orang Tewas

Guncang Pertahanan Israel, Iran Terjunkan Rudal Sejjil dalam Operasi Balasan Masif

Terpopuler
  • Viral Video Kebun Sawit Ibu Tiri vs Anak Tiri, Apa Isinya? Hati-hati Jebakan Batman!
  • Video Aksi Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit Viral, Link Diburu Netizen
  • Viral video ukhti mukena pink.
    Hati-hati! Link Video Viral Mukena Pink ‘No Sensor’ Bisa Sebarkan Malware
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Waspada Klaim Full Durasi Video Ukhti Mukena Pink ‘No Sensor’, Ini Faktanya
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Fenomena Ukhti Mukena Pink Viral di TikTok, Pakar Ingatkan Bahaya Tersembunyi di Balik Link Video
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.