Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Ilustrasi menonton film

Bahaya Tersembunyi di Balik Situs Film Ilegal, Mengapa LK21 dan IndoXXI Masih Diburu?

Sabtu, 2 Mei 2026 22:00 WIB

Bikin Penasaran Video Viral ‘Tasya Gym Bandar Batang’, Link Diburu Netizen

Sabtu, 2 Mei 2026 21:05 WIB

Siap-siap! Iuran BPJS Kesehatan Bakal Naik per Mei 2026

Sabtu, 2 Mei 2026 20:30 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bahaya Tersembunyi di Balik Situs Film Ilegal, Mengapa LK21 dan IndoXXI Masih Diburu?
  • Bikin Penasaran Video Viral ‘Tasya Gym Bandar Batang’, Link Diburu Netizen
  • Siap-siap! Iuran BPJS Kesehatan Bakal Naik per Mei 2026
  • Saldo KKS Masih Nol? Ini Daftar Penyebab Baru Bansos PKH & BPNT 2026 Tidak Cair Lagi
  • Rezeki Diatur Tuhan, Tapi Dihambat Manusia! Viral Pedagang Kreatif Diduga Diusir Karena Terlalu Laris
  • Bursa Transfer Memanas! Persib Bandung Dikabarkan Kunci Kesepakatan dengan Striker Tajam Asal Brasil
  • Heboh Video ‘Skandal Moral’ Amien Rais Raib: Istana Bereaksi, Partai Ummat Sebut ‘Offside’
  • Klarifikasi Panas! Marc Klok Bantah Tuduhan Rasisme Terhadap Henry Doumbia di Laga Persib vs Bhayangkara FC
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 2 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Mengurai Jejak Politik Pemuda di Era Pergerakan 1900-1945

By Putri Mutia RahmanSabtu, 28 Oktober 2023 12:10 WIB7 Mins Read
Tokoh-Tokoh Kongres Pemuda I dan Kongres Pemuda II. (
ADVERTISEMENT

bukamata.id– Kami Putra dan Putri Indonesia…

Kalimat tersebut menjadi kata pembuka di teks sumpah pemuda yang selalu dibacakan setiap tanggal 28 Oktober. Kalimat itu menandakan besarnya peran para pemuda dan pemudi Indonesia di era pergerakan sebelum kemerdekaan.

Untuk sampai pada kongres pemuda II yang melahirkan sumpah pemuda dan menghantarkan kepada kemerdekaan, dari tahun 1900 sampai akhirnya 1945 para pemuda Indonesia bergerak melakukan perubahan era ini disebut dengan Periode Pergerakan Nasional.

 1904 – Dewi Sartika Mendirikan Sekolah Isteri di Bandung

Dewi Sartika yang merupakan pejuang wanita berjuang untuk mengangkat martabat kaum perempuan, mendirikan sebuah sekolah khusus perempuan pada tanggal 16 Januari 1904, di Paseban Kulon Pendopo Kabupaten Bandung ini. Pada awal berdirinya Sekolah Isteri memiliki Murid berjumlah dua puluh orang, dengan tiga orang tenaga, yaitu Raden Dewi Sartika, Ibu Purma, dan Ibu Uwit.

Dengan kurikulum yang disesuaikan dengan Sekolah Kelas Dua (Tweede Klasse Inlandsche School) milik pemerintah, tetapi ditambah dengan mata pelajaran keterampilan, seperti memasak, mencuci, menyetrika, membatik, menjahit, menisik, merenda dan menyulam, yang ada hubungannya dengan kepentingan rumah tangga.

Sekolah ini berdiri karena Dewi Sartika yang tumbuh sebagai orang yang selalu menyaksikan pendindasan terhadap kaum perempuan. Pada masa itu perempuan Sunda dianggap lemah, tidak punya pilihan karena terkekang, dan praktik perkawinan paksa yang merajalela.

Pada tahun 1920, Dewi Sartika Menghadap Bupati Bandung Martanegara untuk meminta izin mendirikan sekolah untuk remaja perempuan. Usulan tersebut disambut baik oleh Bupati, alhasil Sekolah Isteri bisa berdiri dengan menggunakan pendopo Kabupaten Bandung atas perintah Martanegara.

 1908 – Berdirinya Budi Utomo Sebagai Penanda Kebangkitan Nasional

Selain memperjuangkan hak wanita, di era pergerakan nasional Soetomo, pemuda yang menyandang status mahasiswa memutuskan untuk mendirikan organisasi setelah mendengan seruan Wahidin yang saat itu mengunjungi sekolah lamanya STOVIA (School Tot Opleiding Van Indische Artsen).

Pada tanggal 20 Mei 1908, Soetomo, Goenawan Mangoenkoesoemo, Soeradji Tirtonegoro, Gondo Soewarno, Soelaiman, Angka Prodjosudirdjo, M. Soewarno, Moehammad Saleh, dan RM Goembrek mendirikan Budi Utomo di Batavia dan menjadi organisasi pemuda pertama di Indonesia. istilah Budi Utomo terdiri dari kata ‘budi’ yang berarti perangai atau tabiat dan ‘utomo’ yang berarti baik atau luhur. Organisasi ini memiliki fokus dan tujuan pada Bidang pendidikan dan kebudayaan

Baca Juga:  Haedar Nashir Sebut Anak Muda Hari Ini Terjebak Sandwich Generation

Budi Utomo membentuk kepengurusan yang diganti secara periode, memiliki program kegiatan, dan memiliki kongres yang terjadwal. kongres pertama digelar di Yogyakarta pada 3-5 Oktober 1909. Sejak saat itu Budi Utomo rutin mengelar kongres.

Budi Utomo memiliki tujuan untuk kemajuan tanah Hindia di mana jangkauan geraknya yang semula hanya terbatas di Pulau Jawa dan Madura dan  berkembang dari yang hanya terbatas pada orang Jawa, meluas menjadi orang Indonesia dengan tidak memperhatikan perbedaan keturunan, jenis kelamin dan agama.

 1915 – Terbentuknya Tri Koro Darmo (Jong Java)

Lahirnya Budi Utomo, menjadi pemicu berdirinya beberapa organisasi pemuda baik bersifat kedarahan ataupun nasional.  Salah satunya Tri Koro Dharmo yang didirikan pada tanggah 15 Maret 1915, setelah berinisiatif mendirikan organisasi tersebut, Satiman Wirjosandjojo mengajak pelajar di seluruh Indonesia untuk bergabung.

Beberapa pelajar Jawa akhirnya bergabung dan terbentu pada dalam struktur organisasi, diantaranya Dr. Satiman Wirjosandjojo sebagai ketua, Wongsonegoro sebgai wakil ketua , Soetomo sebagai sektretaris dan adapun Anggota terdiri dari  Muslich, Musodo, dan Abdul Rahman.

Pada 12 Juni 1918, Tri Koro Dharmo menggelar kongres pertama di Solo. Pada kesempatan tersebut, para peserta rapat bersepakat mengubah nama Tri Koro Dharmo menjadi Jong Java dengan harapan dapat merangkul para pelajar dari Jawa Barat, Madura, dan Bali.

Jong Java ini memiliki tujuan, membangun persatuan Jawa Raya yang dicapai dengan mengadakan ikatan baik di antara pelajar Indonesia, meningkatkan kepandaian para anggotanya, dan menanamkan rasa cinta terhadap kebudayaan sendiri.

Organisasi ini juga memeliki peran penting dalam sejarah sumpah pemuda, Pada 15 November 1925, perwakilan Jong Java dan organisasi pemuda lainnya berkumpul di Gedung Lux Orientis, Jakarta, dalam rangka mengadakan rapat besar, yang kemudian dinamakan Konferensi Organisasi Pemuda Nasional Pertama.

Konferensi ini menghasilkan gagasan untuk merencanakan penyelenggaraan Kongres Pemuda Pertama pada 30 April hingga 2 Mei 1926 di Jakarta.

1926 – Kongres Pemuda I

Baca Juga:  13 Tokoh Penting di Balik Lahirnya Sumpah Pemuda, Simbol Persatuan Bangsa Indonesia

Pertemuan besar yang dilakukan oleh pemuda Indonesia yang tergabung dalam beberapa organisasi ini terjadi pada tanggal 30 April-2 Mei 1926 di Gedung Vrijmetselaarsloge atau gedung Bappenas, Jakarta.

Kongres Pemuda I dihadiri oleh wakil organisasi pemuda Jong Java, Jong Sumatranen Bond, Jong Ambon, Sekar Rukun, Jong Islamieten Bond, Studerenden Minahassers, Jong Bataks Bond, dan Pemuda Kaum Theosofi.

Pada pertemuan pertama, kongres ini dipimpin oleh Mohammad Tabrani dan membahsantentang arti penting persatuan untuk kebangsaan. Pada pertemuan kedua, membahas tentang topik yang berkaitan dengan kedudukan perempuan yang dihadiri oleh banyak pembicara perempuan. Pertemuan ketiga, membahas mengenai penggunaan Bahasa Melayu yang dipimpin oleh Moh. Yamin.

Dalam kongres itu juga membicarakan tentang kewajiban agama dalam pergerakan kebangsaan yang antara lain berisi anjuran akan bersikap toleran terhadap agama lain yang berbeda.

Adapun hasil yang didapatkan dalam Kongres Pemuda I yaitu, kemerdekaan Indonesia menjadi hal yang ideal bagi seluruh pemuda Indonesia, segala perserikatan pemuda harus berupaya menuju mempersatukan diri dalam satu perkumpulan, cita-cita Indonesia merdeka menjadi cita-cita bagi seluruh pemuda Indonesia, dan organisasi pemuda digunakan sebagai wadah untuk mengakui dan menerima cita-cita persatuan bangsa Indonesia.

1928 – Kongres Pemuda II yang Melahirkan Sumpah Pemuda

Pada tanggal 3 Mei 1928 dan 12 Agustus 1928 para pemuda mengadakan pertemuan untuk membahas pembentukan panitia dan susunan acara kongres. Kemudian terjadilah Kongres Pemuda II yang diselenggrakan pada tanggal 27-28 Oktober 1928 yang berlokasi di tiga lokasi yaitu, Katholieke Jongenlingen Bond, Oost Java Bioscoop, dan Indonesische Clubgebouw (Rumah Indekos, Kramat No. 106).

penyelenggaraan Kongres Pemuda Kedua ini berasal dari gagasan  Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI), sebuah organisasi pemuda yang beranggotakan pelajar dari seluruh Indonesia. Kongres ini bertujuan untuk  memperkuat rasa persatuan dan kebangsaan Indonesia yang telah tumbuh di dalam benak dan sanubari pemuda-pemudi.

Adapun susunan panitia saat itu adalah:

  1. Ketua: Sugondo Djojopuspito (PPPI)
  2. Wakil Ketua: R.M. Djoko Marsaid (Jong Java)
  3. Sekretaris: Muhammad Yamin (Jong Sumatranen Bond)
  4. Bendahara: Amir Sjarifudin (Jong Bataks Bond)
  5. Pembantu I: Johan Mahmud Tjaja (Jong Islamieten Bond)
  6. Pembantu II: R. Katja Soengkana (Pemoeda Indonesia)
  7. Pembantu III: R.C.L. Sendoek (Jong Celebes)
  8. Pembantu IV: Johannes Leimena (Jong Ambon)
  9. Pembantu V: Mohammad Rochjani Su’ud (Pemoeda Kaoem Betawi)
Baca Juga:  Semangat Sumpah Pemuda Berkibar di Puncak Lawu Bersama EIGER MJC 2025

Rapat pertama yang dilaksanakan di Gedung Katholieke Jongenlingen Bond ini dipimpin oleh M. Yamin yang membahas tentang pandangan bahwa sejarah, bahasa, hukum adat, pendidikan, dan kemauan dapat menguatkan persatuan Indonesia. rapat kedua dilaksanakan di Gedung Oost Java Bioscoop, dalam rapat ini para pemuda membahas tentang pendidikan.

Dan sampailah pada rapat yang ketiga tanggal 28 Oktober diselenggarakan di Gedung Indonesische Clubgebouw, dalam rapat ini Soenario membahas pentingnya nasionalisme dan demokrasi selain gerakan kepanduan. Kemudian Ramelan juga mengemukakan tentang gerakan kepanduan yang tidak bisa dipisahkan dari pergerakan nasional.

Lantunan biola oleh Wage Rudolf Supratman yang berisikan lagu “Indonesia raya”diperdengarkan sebelum penutupan kongres. Kemudian kongres ditutup dengan pembacaan sebuah keputusan oleh Sugondo Djojopuspito. Keputusan ini dirumuskan oleh Mohammad Yamin.

Dari situ lahirlah teks Sumpah Pemuda yang berasal dari putusan Kongres Pemuda-Pemudi Indonesia yang berisi:

PERTAMA.

KAMI PUTRA DAN PUTRI INDONESIA,
MENGAKU BERTUMPAH DARAH YANG SATU,
TANAH INDONESIA.

KEDUA.

KAMI PUTRA DAN PUTRI INDONESIA,
MENGAKU BERBANGSA YANG SATU,
BANGSA INDONESIA.

KETIGA.

KAMI PUTRA DAN PUTRI INDONESIA,
MENJUNJUNG BAHASA PERSATUAN,
BAHASA INDONESIA.

1945 – Peristiwa Rengasdengklok

Peristiwa ini merupakan desakan para pemuda untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia Pada tanggal 15 Agustus 1945 para golongan muda mengutus Wikana dan Darwis untuk menemui Soekarno dan Hatta, setelah melakukan rapat di Pegangsaan Timur, Jakarta yang dipimpin oleh Chaerul.

Karena menerima penolakan dari Soekarno dan Hatta, Wikana dan Darwis lantas kembali dan mengadakan rapat yang digelar di Jalan Cikini 71, Jakarta. Lalu mereka pun memutuskan untuk membawa Soekarno dan Hatta ke Rengasdenglok untuk menjauhkan mereka dari pengaruh Jepang.

Setelah Soekarno dan Hatta diculik ke Rengasdengklok, memutuskan untuk bersedia mengadakan proklamasi setelah ia kembali ke Jakarta dan disepakati oleh golongan tua dan golongan muda.

Esok harinya, Ahmad Subardjo menjemput Soekarno dan Hatta untuk kembali ke Jakarta dan menjamin Proklamasi Kemerdekaan terselenggarakan. Setelah itu terjadilah Proklamasi Kemerdekaan akan diumumkan pada tanggal 17 Agustus 1945 selambat-lambatnya pukul 12.00 WIB.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

1900-1945 Era Pergerakan Periode Pergerakan Nasional Sumpah Pemuda
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Ilustrasi menonton film

Bahaya Tersembunyi di Balik Situs Film Ilegal, Mengapa LK21 dan IndoXXI Masih Diburu?

Bikin Penasaran Video Viral ‘Tasya Gym Bandar Batang’, Link Diburu Netizen

Siap-siap! Iuran BPJS Kesehatan Bakal Naik per Mei 2026

ilustrasi bansos

Saldo KKS Masih Nol? Ini Daftar Penyebab Baru Bansos PKH & BPNT 2026 Tidak Cair Lagi

Rezeki Diatur Tuhan, Tapi Dihambat Manusia! Viral Pedagang Kreatif Diduga Diusir Karena Terlalu Laris

Bikin Haru! Aksi Teller Bank bjb Fasih Bahasa Isyarat Layani Nasabah Spesial, Warganet Angkat Jempol

Terpopuler
  • Link Video Viral Vell Blunder Durasi Panjang, Waspada Modus Phising!
  • Link Video Bandar Batang Viral! Waspada Phising
  • Link Asli Video Bandar Membara Full Durasi, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Viral ‘Video Bandar Membara’ di Media Sosial, Warganet Cari Link Asli No Sensor
  • Link Video Bandar Batang Membara Viral, Pemeran Sengaja Jual-Beli Konten?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.