bukamata.id – Provinsi Jawa Barat dinilai memiliki beragam potensi, untuk itu Inggris menggaet Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat untuk membuka banyak peluang kerja sama dan kolaborasi.
Mewakili Kedutaan Besar Inggris, Kepala Ekonom Kantor Persemakmuran dan Pembangunan Luar Negeri Inggris (FCDO) Adnan Khan datang ke Gedung Sate untuk menindaklanjuti dan mengembangkan kolaborasi yang telah terjalin dengan Provinsi Jabar.
Adnan Khan mengungkapkan, dipilihnya Provinsi Jawa Barat dalam kolaborasi ini karena Jawa Barat memiliki beragam potensi.
Ia berharap melalui kerja sama yang dilakukan dapat memberikan dampak positif, salah satunya mengintervensi emisi karbon.
“Kami sangat senang datang ke sini (Bandung) berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Satu dari sekian program adalah mengakselerasi mengenai perubahan iklim. Kita juga memberikan program ilmu untuk peningkatan kapasitas,” ungkapnya.
Menurut Adnan, salah satu daya tarik Jawa Barat untuk dijalin kerja sama adalah pertumbuhan ekonominya yang relatif stabil.
Untuk diketahui, selain kerja sama dengan The University of Nottingham terkait penurunan emisi karbon, dilakukan juga kolaborasi dengan City of Glasgow College mengenai pelatihan kemaritiman pada 20 siswa SMK Kemaritiman dan pertukaran budaya berupa Pojok Sunda serta English for Ulama di London.
Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Jabar Iendra Sofyan mengatakan, kehadiran Adnan Khan ke Gedung Sate juga untuk membahas terkait progress kerjasama dengan Universitas Nottingham.
“Ada progres dengan Universitas Nottingham yang dibuat lebih detail berupa rencana kerja. Tindak lanjutnya pada bulan April (2024), pihak Nottingham akan datang ke sini membahas lebih implementatif,” ujar Iendra.
Setelah itu, sambung Iendra, Pemdaprov Jabar dan Inggris juga membuka sejumlah peluang kerja sama, yakni peningkatan kapasitas ASN berkolaborasi dengan King’s College London, penambahan sister province dengan East Midlands dan Greater Manchester.
“Ke depan kita masih punya beberapa potensi kerja sama yang sedang kita gagas. Dengan King’s College terkait capacity building. Ini khusus untuk ASN, meningkatkan kualitas birokrasi, dan pelayanan publik. Kemudian sister province, potensinya dengan East Midlands. Kedua dengan Greater Manchester,” ujarnya.
Iendra melanjutkan, potensi kerja sama lainnya terkait penguatan usaha BUMD Migas Utama Jabar (MUJ) mengembangkan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) serta akselerasi pengembangan kawasan Rebana, Cekungan Bandung, dan Patimban.
“Jadi secara keseluruhan kerja sama digagas sejak lama dan terus berprogres bahkan juga ada rencana ke depan lebih besar lagi dengan British Embassy,” ungkap Iendra.
Iendra mengungkapkan bahwa selain kerja sama, Inggris juga melakukan investasi, yang salah satunya di arahkan ke kawasan Rebana.
“Satu sudah dari London melakukan kajian masterplan Patimban. Kedua, tujuan mereka ke sini selain pengembangan capacity building juga investasi. Salah satunya kita arahkan (investasi) ke kawasan Rebana,” tambahnya.
Iendra memastikan, Pemdaprov Jabar selalu terbuka dengan negara manapun dalam penjajakan kerja sama demi mengakselerasi pembangunan di Jawa Barat.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










