Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Kabar Terbaru Penyaluran Bansos PKH dan BPNT Kuartal IV 2026: Syarat Desil, Cara Cek, hingga Solusi Dana Belum Cair

Minggu, 1 November 2026 02:00 WIB

Ujian Maraton Maung Bandung: 7 Laga Berat di 3 Kompetisi Mengintai Persib Sepanjang November 2026

Minggu, 1 November 2026 01:00 WIB
Semangkuk cuanki hangat di Cuanki Serayu

Hangatkan Tubuh di Tengah Cuaca Dingin Kota Kembang: 7 Rekomendasi Kuliner Berkuah Khas Bandung yang Wajib Dicoba

Sabtu, 31 Oktober 2026 21:29 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Kabar Terbaru Penyaluran Bansos PKH dan BPNT Kuartal IV 2026: Syarat Desil, Cara Cek, hingga Solusi Dana Belum Cair
  • Ujian Maraton Maung Bandung: 7 Laga Berat di 3 Kompetisi Mengintai Persib Sepanjang November 2026
  • Hangatkan Tubuh di Tengah Cuaca Dingin Kota Kembang: 7 Rekomendasi Kuliner Berkuah Khas Bandung yang Wajib Dicoba
  • Mengenang 7 Hari Wafatnya Fathan Subchi, PKB dan Masura Kabupaten Bandung Gelar Doa Bersama
  • Viral Foto AI Presiden Prabowo di Padalarang, Petinggi KCIC Diserbu Netizen
  • Persib Dapat Angin Segar Jelang Jamu Isenmulang FC, Teja Paku Alam Comeback?
  • Aksi Nekat Pemuda Bandung Berujung Maut, Lansia 64 Tahun Gugur Pertahankan Ayam Kesayangan
  • Jatuhnya Sultan Andara! Kena Boikot Parah, Saham Ambruk, Raffi Ahmad Diambang Kehancuran?
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 1 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Misteri Kematian Sapi di Bandung Barat: Hanya Sapi Bunting yang Jadi Korban

By Aga GustianaSabtu, 26 Juli 2025 15:46 WIB3 Mins Read
sapi
Ilustrasi, sapi. Foto: Humas Pemkot Bandung.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Fenomena ganjil melanda kawasan peternakan sapi perah di Kampung Pojok Girang, Desa Cikahuripan, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Sejumlah induk sapi mendadak mati secara tidak wajar usai melahirkan, menimbulkan keresahan di kalangan peternak.

Enok (50), salah satu peternak setempat, menceritakan pengalaman pilunya ketika seekor sapi bunting miliknya meninggal tak lama setelah proses kelahiran. Ironisnya, sang anak sapi juga meregang nyawa dalam waktu yang hampir bersamaan.

“Begitu lahir, anak sapinya kejang-kejang, tidak lama mati. Induknya saya infus, tapi tiga jam kemudian malah seperti muntah, dan akhirnya menyusul mati juga,” kata Enok, Sabtu (26/7/2025).

Kasus yang dialami Enok ternyata bukan satu-satunya. Fenomena serupa menimpa peternak lain di kampung tersebut. Semua kejadian menunjukkan pola kematian yang hampir identik: induk yang mengandung tua menunjukkan gejala fisik aneh, lalu mati beberapa jam setelah melahirkan.

Baca Juga:  Sekda Herman Sebut Pembersihan Sungai Citarum di Bawah Jembatan BBS Butuh Waktu Satu Bulan

“Polanya hampir sama, sapi yang sedang hamil tua menunjukkan gejala aneh sebelum melahirkan, dan setelah proses melahirkan, baik anak maupun indukan sapi sama-sama mati dalam hitungan jam,” ungkapnya.

Gejala fisik yang muncul pun tak biasa. Menurut penuturan Enok, beberapa sapi menunjukkan pembengkakan pada kaki, memar di tubuh, dan berhenti memproduksi susu. Saat dipotong, ditemukan kondisi organ dalam yang tidak normal.

“Kalau sudah dipotong, baru kelihatan organ dalamnya, jantung, limpa, sampai lever lebam semua,” jelas Enok, yang mengaku mulai khawatir ada penyakit berbahaya yang menyebar.

Baca Juga:  Perbup Tak Kunjung Terbit, Ketua FPP dan PKB KBB Pertanyakan Komitmen Bupati Jeje

Meski belum ada kepastian dari pihak berwenang, Enok dan sejumlah peternak menduga kuat ada semacam penyakit baru yang belum dikenali. Mereka pun menepis dugaan bahwa kasus ini berkaitan dengan PMK (Penyakit Mulut dan Kuku), yang sempat merebak beberapa waktu lalu.

“Kalau PMK dulu, biasanya semua sapi dalam satu kandang kena, dan gejalanya terlihat jelas di mulut. Tapi ini aneh, cuma sapi-sapi bunting yang kena,” tambahnya.

Dari catatan sementara para peternak, setidaknya sembilan induk sapi perah telah mati dengan cara serupa. Hal ini menjadi pukulan telak, mengingat sapi-sapi tersebut sebelumnya produktif menghasilkan susu hingga 40 liter per hari.

Selain kehilangan induk dan anak sapi, kerugian lain juga dirasakan akibat penurunan produksi susu, yang tentu berdampak pada penghasilan harian para peternak.

Baca Juga:  Jenazah Farid Ahmad Tiba di Rumah Duka untuk Disolatkan

Enok mengaku sudah melaporkan kejadian ini ke berbagai pihak, mulai dari mantri hewan, koordinator peternak wilayah, hingga ke Koperasi Peternak Sapi dan Kerbau Unggul (KPSBU). Sayangnya, hingga kini belum ada penanganan nyata di lapangan.

“Kami hanya berharap ada perhatian serius dari pemerintah dan dinas terkait. Kalau dibiarkan, bisa-bisa peternak di sini hancur semua,” ujar Enok, dengan nada khawatir.

Fenomena ini masih menjadi misteri. Apakah ini tanda adanya wabah baru? Atau ada faktor lingkungan lain yang belum terdeteksi? Para peternak di Lembang kini hanya bisa berharap ada jawaban sebelum semuanya terlambat.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

KBB Lembang
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Mengenang 7 Hari Wafatnya Fathan Subchi, PKB dan Masura Kabupaten Bandung Gelar Doa Bersama

Viral Foto AI Presiden Prabowo di Padalarang, Petinggi KCIC Diserbu Netizen

Aksi Nekat Pemuda Bandung Berujung Maut, Lansia 64 Tahun Gugur Pertahankan Ayam Kesayangan

Sapa Ribuan Warga di Jalak Harupat, Rajiv NasDem Buktikan Janji Kampanye Bukan Sekadar Pemanis

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Kemensos Proses Data Penerima Bansos Tahap 4, KPM Wajib Cek Hal Ini Sebelum November

Hanya Lemari Ini yang Utuh! Keajaiban Al-Qur’an Selamat dari Kebakaran Madrasah di Garut

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
  • Berkas Kasus UU ITE Bambang Soeharto Hampir Rampung, Simalango Law Firm Soroti Langkah Tersangka Lapor Balik Saksi
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.