Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bikin Penasaran, Link Video Viral Guru Bahasa Inggris vs Murid 6 Menit Ramai Diburu Netizen

Sabtu, 16 Mei 2026 20:57 WIB

Tuding LaLiga Korup, Presiden Real Madrid Florentino Perez Terancam Diseret ke Pengadilan!

Sabtu, 16 Mei 2026 20:51 WIB

Ogah Jadi Badut Selebrasi, PSM Makassar Optimis Bikin Persib Bandung Merana di Parepare

Sabtu, 16 Mei 2026 20:03 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bikin Penasaran, Link Video Viral Guru Bahasa Inggris vs Murid 6 Menit Ramai Diburu Netizen
  • Tuding LaLiga Korup, Presiden Real Madrid Florentino Perez Terancam Diseret ke Pengadilan!
  • Ogah Jadi Badut Selebrasi, PSM Makassar Optimis Bikin Persib Bandung Merana di Parepare
  • Merinding! Tirta Siregar Ungkap Penglihatan ‘Mengerikan’ untuk Jokowi: Jangan Lengah Pak!
  • Kapan Sidang Isbat Idul Adha 2026? Cek Jadwal dan 4 Lokasi Pantau Hilal di Jabar
  • Bandung Dikepung Festival Akhir Pekan Ini, Walkot Farhan Ingatkan Warga Jaga Kondusivitas Kota
  • Sentuhan Spiritual di Balik Solusi Masalah Kota, Farhan Ingin Hidupkan Kajian Rutin di Alun-alun Bandung
  • Ramai Link Video Viral Guru Bahasa Inggris dan Murid Part 2, Benarkah Hanya Settingan Demi Trafik?
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 16 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Modus Licik! Pelunasan Haji Dibuat Mepet Agar Kuota Bisa Dijual

By Aga GustianaSabtu, 13 September 2025 14:47 WIB2 Mins Read
Pelaksanaan ibadah haji di bulan Dzulqa’dah menjadi momen penuh makna bagi umat Islam di seluruh dunia.. (Foto: Kemenag)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus melanjutkan penyelidikan atas dugaan korupsi kuota haji tambahan tahun 2024. Skandal ini ditaksir menimbulkan kerugian negara lebih dari Rp1 triliun.

Pada Jumat (12/9/2025), Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi Badan Penyelenggara Haji, Moh Hasan Afandi, hadir memenuhi panggilan penyidik sebagai saksi.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan pemeriksaan dilakukan untuk mengungkap dugaan manipulasi tenggat pelunasan biaya haji khusus.

“Penyidik mendalami modus pengaturan jangka waktu pelunasan yang dibuat mepet atau ketat, agar sisa kuota tambahan tidak terserap calon jemaah lama,” ujar Budi.

Modus Dugaan Korupsi

Menurut temuan awal, calon jemaah yang sudah menunggu bertahun-tahun hanya diberi waktu lima hari kerja untuk melunasi biaya. Akibatnya, banyak yang gagal berangkat.

Baca Juga:  Tepis Isu Miring, Pemkab Bandung Minta Masyarakat Cermat Serap Informasi

Sementara itu, ada indikasi jemaah baru yang mendaftar pada 2024 justru bisa langsung berangkat karena adanya praktik jual beli kuota.

“Saksi didalami bagaimana secara teknis jemaah haji khusus yang urutannya paling akhir (baru membayar 2024) namun bisa langsung berangkat,” jelasnya.

Kasus ini resmi masuk tahap penyidikan sejak 9 Agustus 2025. Beberapa pihak telah diperiksa, termasuk mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. Selain itu, KPK menyita sejumlah aset berupa rumah, kendaraan mewah, serta uang tunai dalam rupiah dan dolar Amerika.

Baca Juga:  KPK akan Sharing Antikorupsi Bersama Perwakilan 3 Paslon Hari Ini

Awal Mula Kasus

Skandal bermula ketika Indonesia mendapat tambahan 20 ribu kuota haji dari Arab Saudi. Pemerintah kemudian membaginya setengah untuk haji reguler dan setengah lagi untuk haji khusus. Padahal, menurut Undang-Undang, porsi haji khusus seharusnya hanya 8 persen.

Akibat keputusan ini, ribuan calon jemaah haji reguler yang sudah menunggu belasan tahun batal berangkat. Sebaliknya, antrean haji khusus yang biasanya hanya dua hingga tiga tahun bisa melesat jauh lebih cepat.

KPK menegaskan penyidikan akan terus berlanjut guna mengungkap aktor utama di balik praktik kotor tersebut serta memastikan tragedi serupa tidak terjadi pada musim haji berikutnya.

Baca Juga:  Skandal Bank BJB: Lisa Mariana Klaim Terima Aliran Dana, Kubu Ridwan Kamil Bantah Keras

Emosi Publik Meluap

Kasus ini menimbulkan gelombang kemarahan publik. Akun Instagram @pandemictalks menjadi salah satu wadah curahan hati warganet. Banyak yang mengekspresikan kesedihan sekaligus kemarahan.

“Astaghfirullah… korupsi bahkan di urusan ibadah, tidak takut Tuhan sama sekali,” tulis seorang netizen.

“Ampuni jemaah yang batal berangkat, Ya Allah. Dzalimnya luar biasa,” ujar warganet lain.

“Para pejabat disumpah atas nama Allah, tapi tindakannya bikin rakyat istighfar terus,” tulis komentar lainnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

haji khusus jemaah haji reguler kasus haji korupsi haji KPK kuota haji modus kuota haji Skandal haji
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Kapan Sidang Isbat Idul Adha 2026? Cek Jadwal dan 4 Lokasi Pantau Hilal di Jabar

Bandung Dikepung Festival Akhir Pekan Ini, Walkot Farhan Ingatkan Warga Jaga Kondusivitas Kota

Sentuhan Spiritual di Balik Solusi Masalah Kota, Farhan Ingin Hidupkan Kajian Rutin di Alun-alun Bandung

Media Sosial Jadi Mimbar Baru, Mahasiswa Unisba Bedah Strategi Syiar Digital Kreatif

Diadang Sepulang Sekolah, Begini Kronologi Dugaan Pengeroyokan Dua Satpam oleh 8 Siswa SMK

Intip Prediksi Tanggal Hari Raya Idul Adha 2026 Versi Pemerintah dan Muhammadiyah

Terpopuler
  • Link Video Guru Bahasa Inggris Ramai Dicari, Link 6 Menit Ternyata Jebakan Phishing
  • Link Video Bu Guru Bahasa Inggris Diburu Netizen, Identitas Pemeran Masih Misterius
  • Persib Bandung Gigit Jari? Striker Abroad Timnas Indonesia Dipastikan Bertahan di Eropa Musim Depan
  • Video ‘Bu Guru Bahasa Inggris dan Murid Viral di TikTok, Waspada Penipuan!
  • Bocoran 11 Pemain Mewah Incaran Persib Bandung: Ada Patrick Robson hingga Bomber Timnas Irak
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.