Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Belum Sempat Istirahat, Persib Langsung Latihan di Bangkok Jelang Lawan Port FC

Selasa, 6 Oktober 2026 20:35 WIB

Viral Buruh Asal Jabar Disiksa dan Tak Digaji di Batam, Begini Kata Polisi

Selasa, 6 Oktober 2026 20:33 WIB

Bukan Sekadar Lagu: Alasan Di Balik Tangisan Anggun C Sasmi di Hadapan Puluhan Ribu Suporter Garuda

Selasa, 6 Oktober 2026 20:28 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Belum Sempat Istirahat, Persib Langsung Latihan di Bangkok Jelang Lawan Port FC
  • Viral Buruh Asal Jabar Disiksa dan Tak Digaji di Batam, Begini Kata Polisi
  • Bukan Sekadar Lagu: Alasan Di Balik Tangisan Anggun C Sasmi di Hadapan Puluhan Ribu Suporter Garuda
  • Viral Selebrasi ‘Power Rangers’ ala Presiden Prabowo Saat Timnas Indonesia Juara ASEAN Cup 2026
  • Puluhan Kasus HIV/AIDS Ditemukan di Pangandaran, Sejumlah Calon Pengantin Ikut Positif Terinfeksi
  • Misi Putus Tren Buruk: Marc Klok Tegaskan Persib Incar Kemenangan di Kandang Port FC
  • bank bjb syariah Perkuat Sinergi dengan Pemkab Cirebon, ASN Dapat Layanan Haji hingga Emas
  • Bejat! Oknum Guru Ngaji di Sukabumi Cabuli 7 Anak, Modus Ajak Main
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 6 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Modus Licik! Pelunasan Haji Dibuat Mepet Agar Kuota Bisa Dijual

By Aga GustianaSabtu, 13 September 2025 14:47 WIB2 Mins Read
Pelaksanaan ibadah haji di bulan Dzulqa’dah menjadi momen penuh makna bagi umat Islam di seluruh dunia.. (Foto: Kemenag)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus melanjutkan penyelidikan atas dugaan korupsi kuota haji tambahan tahun 2024. Skandal ini ditaksir menimbulkan kerugian negara lebih dari Rp1 triliun.

Pada Jumat (12/9/2025), Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi Badan Penyelenggara Haji, Moh Hasan Afandi, hadir memenuhi panggilan penyidik sebagai saksi.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan pemeriksaan dilakukan untuk mengungkap dugaan manipulasi tenggat pelunasan biaya haji khusus.

“Penyidik mendalami modus pengaturan jangka waktu pelunasan yang dibuat mepet atau ketat, agar sisa kuota tambahan tidak terserap calon jemaah lama,” ujar Budi.

Modus Dugaan Korupsi

Menurut temuan awal, calon jemaah yang sudah menunggu bertahun-tahun hanya diberi waktu lima hari kerja untuk melunasi biaya. Akibatnya, banyak yang gagal berangkat.

Baca Juga:  Skandal HGB Kota Baru Parahyangan: KPK Amankan Berkas dan Ungkap Aliran Suap Miliaran

Sementara itu, ada indikasi jemaah baru yang mendaftar pada 2024 justru bisa langsung berangkat karena adanya praktik jual beli kuota.

“Saksi didalami bagaimana secara teknis jemaah haji khusus yang urutannya paling akhir (baru membayar 2024) namun bisa langsung berangkat,” jelasnya.

Kasus ini resmi masuk tahap penyidikan sejak 9 Agustus 2025. Beberapa pihak telah diperiksa, termasuk mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. Selain itu, KPK menyita sejumlah aset berupa rumah, kendaraan mewah, serta uang tunai dalam rupiah dan dolar Amerika.

Baca Juga:  Pamer Lencana KPK, Oknum LSM Pemeras Ketua Kelompok Tani di Sukabumi Dicokok Polisi

Awal Mula Kasus

Skandal bermula ketika Indonesia mendapat tambahan 20 ribu kuota haji dari Arab Saudi. Pemerintah kemudian membaginya setengah untuk haji reguler dan setengah lagi untuk haji khusus. Padahal, menurut Undang-Undang, porsi haji khusus seharusnya hanya 8 persen.

Akibat keputusan ini, ribuan calon jemaah haji reguler yang sudah menunggu belasan tahun batal berangkat. Sebaliknya, antrean haji khusus yang biasanya hanya dua hingga tiga tahun bisa melesat jauh lebih cepat.

KPK menegaskan penyidikan akan terus berlanjut guna mengungkap aktor utama di balik praktik kotor tersebut serta memastikan tragedi serupa tidak terjadi pada musim haji berikutnya.

Baca Juga:  KPK Ingatkan Pemprov Jabar Segera Inventarisir Sertifikat Aset

Emosi Publik Meluap

Kasus ini menimbulkan gelombang kemarahan publik. Akun Instagram @pandemictalks menjadi salah satu wadah curahan hati warganet. Banyak yang mengekspresikan kesedihan sekaligus kemarahan.

“Astaghfirullah… korupsi bahkan di urusan ibadah, tidak takut Tuhan sama sekali,” tulis seorang netizen.

“Ampuni jemaah yang batal berangkat, Ya Allah. Dzalimnya luar biasa,” ujar warganet lain.

“Para pejabat disumpah atas nama Allah, tapi tindakannya bikin rakyat istighfar terus,” tulis komentar lainnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

KPK
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Viral Buruh Asal Jabar Disiksa dan Tak Digaji di Batam, Begini Kata Polisi

Viral Selebrasi ‘Power Rangers’ ala Presiden Prabowo Saat Timnas Indonesia Juara ASEAN Cup 2026

Ilustrasi virus HIV/AIDS

Puluhan Kasus HIV/AIDS Ditemukan di Pangandaran, Sejumlah Calon Pengantin Ikut Positif Terinfeksi

bank bjb syariah Perkuat Sinergi dengan Pemkab Cirebon, ASN Dapat Layanan Haji hingga Emas

kekerasan

Bejat! Oknum Guru Ngaji di Sukabumi Cabuli 7 Anak, Modus Ajak Main

Viral! Sejumlah Pengunjung Diduga Keracunan Massal Usai Makan di Restoran Korea Bandung

Terpopuler
  • Jadwal dan Link Live Streaming Indonesia vs Thailand: Momentum Garuda Rebut Trofi di Rumah Sendiri
  • Eksa Silika Resmi Jadi Plt, KORMI Bandung Bersiap Pilih Ketua Baru
  • Polemik Data Center AI Jatiluhur: AMDAL Belum Rampung tapi Proyek Sudah Dimulai, Apakah Ruang Koreksi Masih Ada?
  • Antara Regulasi dan Realita: Menguak Karut-Marut Anggaran Publikasi Rp250 Juta di Diskominfo Purwakarta
  • Aturan Dibuat untuk Dilanggar? Menguliti Tiga Dosa Administratif Pengadaan Publikasi Purwakarta
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.