Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Viral video ukhti mukena pink.

Ramadan Heboh! Netizen Berebut Link Video Mukena Pink Tanpa Sensor

Senin, 16 Maret 2026 17:29 WIB

Jangan Salah Waktu! Ini Jadwal Adzan Magrib Bandung 16 Maret 2026

Senin, 16 Maret 2026 17:01 WIB
Persib

Persib di Jalur Juara! Bojan Ingatkan Ancaman Borneo FC dan Persija

Senin, 16 Maret 2026 16:33 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Ramadan Heboh! Netizen Berebut Link Video Mukena Pink Tanpa Sensor
  • Jangan Salah Waktu! Ini Jadwal Adzan Magrib Bandung 16 Maret 2026
  • Persib di Jalur Juara! Bojan Ingatkan Ancaman Borneo FC dan Persija
  • Update Kasus Fitnah via WhatsApp: Polisi Periksa Oknum Pengurus Gereja di Bandung
  • Netizen Penasaran! Video Mukena Pink ‘No Sensor’ Viral, Banyak yang Buru Link Aslinya
  • Pura-pura Obati Nenek, Oknum Guru Ngaji di Garut Malah Cabuli Cucu Saat Warga Tarawih
  • Kejutan Besar! Raline Shah Jadi Milea di Film Dilan ITB 1997, Adu Peran dengan Ariel NOAH
  • Tragedi di Pasar Soreang! Atap Blok 3 Runtuh Timpa Kios, Satu Orang Tewas
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 16 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Motif Uang Puluhan Juta di Balik Penculikan dan Pembunuhan Kacab BRI Cempaka Putih

By Aga GustianaSelasa, 26 Agustus 2025 07:30 WIB2 Mins Read
Empat pelaku penculikan dan pembunuhan Kacab BRI Cempaka Putih. (Foto: Ist(
ADVERTISEMENT

bukamata.id – AT, RS, RW, dan RAH ditangkap terkait kasus penculikan Kepala Cabang Pembantu (KCP) BRI Cempaka Putih, Mohamad Ilham Pradipta (37). Kuasa hukum para pelaku, Adrianus Agau, menyatakan bahwa kliennya terlibat karena dijanjikan imbalan puluhan juta rupiah.

“Adik-adik kami menerima pekerjaan ini karena dijanjikan sesuatu. Dari informasi yang kami peroleh melalui komunikasi dengan penyidik, mereka diberi janji akan menerima puluhan juta rupiah,” ujar Adrianus kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Senin (25/8/2025).

Meski begitu, Adrianus tidak merinci jumlah pastinya maupun siapa pihak yang menjanjikan uang tersebut. Kliennya baru menerima uang muka sekitar Rp 50 juta. “Saya tidak bisa memastikan angka pastinya, tapi DP yang diterima tidak lebih dari Rp 50 juta,” tambahnya.

Uang yang dijanjikan penuh belum diberikan, sementara uang muka yang diterima kini sudah disita penyidik. “Belum ada pembayaran penuh. Sebagian dari DP sudah diamankan oleh pihak kepolisian,” jelas Adrianus. Ia juga mengakui bahwa penculikan dilakukan atas perintah seorang oknum berinisial F, dan korban dibawa ke kawasan Jakarta Timur.

Baca Juga:  BRI Group Gelar Program Berbagi Bahagia Bersama Sahabat Pers Jabar

Adrianus menambahkan, salah satu pelaku, Eras, diminta menjemput korban secara paksa pada sore hari. “Eras dan kawan-kawan menjemput secara paksa,” tuturnya. Beberapa jam kemudian, mereka kembali diminta mengantarkan korban ke rumahnya. Saat itu, korban sudah ditemukan meninggal dunia. “Ketika dipanggil lagi, mereka melihat korban sudah tidak bernyawa,” ujar Adrianus.

Sebelumnya, mayat Mohamad Ilham Pradipta ditemukan di persawahan Kampung Karangsambung, Desa Nagasari, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, pada Kamis (21/8/2025) sekitar pukul 05.30 WIB. Penemuan pertama dilakukan oleh seorang warga yang sedang menggembala sapi. Kondisi korban saat ditemukan mengenaskan, dengan tangan dan kaki terikat serta mata dililit lakban.

Baca Juga:  Polisi Akan Ungkap Motif Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang Setelah Memastikan Bukti

Warga kemudian melapor ke aparat desa dan kepolisian setempat. Polisi yang tiba di lokasi menemukan tubuh korban penuh luka lebam.

Tim Subdit Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya berhasil menangkap empat aktor intelektual di balik kasus ini, yakni C, DH, YJ, dan AA.

Baca Juga:  Siti Pamit Kerja ke Jakarta Sebelum Ditemukan Tewas di Kebun Teh Cianjur

“Benar, empat otak penculikan telah diamankan,” ungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Ade Ary Syam Indradi, Senin (25/8/2025).

Tiga pelaku, DH, YJ, dan AA, ditangkap lebih dulu di Solo, Jawa Tengah, Jumat (23/8/2025) sekitar pukul 20.15 WIB. Sementara C ditangkap di Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara, pada Sabtu (24/8/2025) pukul 15.30 WIB.

Saat ini, keempat pelaku sedang menjalani pemeriksaan intensif untuk menelusuri peran masing-masing dan motif di balik penculikan yang berujung kematian tersebut. “Mereka sudah ditetapkan sebagai tersangka,” pungkas Kombes Pol. Ade Ary.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

BRI Cempaka Putih Jakarta Kacab Bank pembunuhan penculikan
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Jangan Salah Waktu! Ini Jadwal Adzan Magrib Bandung 16 Maret 2026

Update Kasus Fitnah via WhatsApp: Polisi Periksa Oknum Pengurus Gereja di Bandung

kekerasan

Pura-pura Obati Nenek, Oknum Guru Ngaji di Garut Malah Cabuli Cucu Saat Warga Tarawih

Tragedi di Pasar Soreang! Atap Blok 3 Runtuh Timpa Kios, Satu Orang Tewas

Guncang Pertahanan Israel, Iran Terjunkan Rudal Sejjil dalam Operasi Balasan Masif

Heboh! Syekh Ahmad Al-Misry Ramai Dikaitkan dengan Ustaz Berinisial SAM yang Diduga Lecehkan Santri

Terpopuler
  • Viral Video Kebun Sawit Ibu Tiri vs Anak Tiri, Apa Isinya? Hati-hati Jebakan Batman!
  • Video Aksi Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit Viral, Link Diburu Netizen
  • Viral video ukhti mukena pink.
    Hati-hati! Link Video Viral Mukena Pink ‘No Sensor’ Bisa Sebarkan Malware
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Waspada Klaim Full Durasi Video Ukhti Mukena Pink ‘No Sensor’, Ini Faktanya
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Fenomena Ukhti Mukena Pink Viral di TikTok, Pakar Ingatkan Bahaya Tersembunyi di Balik Link Video
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.