Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Uang Miliaran Melayang Sia-sia, Manajemen Persib Curhat Pilu Usai Dijatuhi Hukuman Berat AFC

Jumat, 15 Mei 2026 16:00 WIB

Pemkot Bandung Tertibkan PKL dan Bangunan Liar, Pedagang Dialihkan ke Marketplace Digital

Jumat, 15 Mei 2026 15:45 WIB

Cek Fakta Link Video Guru Bahasa Inggris vs Murid Part 2: Benarkah atau Sekadar Hoaks?

Jumat, 15 Mei 2026 15:25 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Uang Miliaran Melayang Sia-sia, Manajemen Persib Curhat Pilu Usai Dijatuhi Hukuman Berat AFC
  • Pemkot Bandung Tertibkan PKL dan Bangunan Liar, Pedagang Dialihkan ke Marketplace Digital
  • Cek Fakta Link Video Guru Bahasa Inggris vs Murid Part 2: Benarkah atau Sekadar Hoaks?
  • Dulu Berani Tantang DPR RI, Salsa Erwina Kembali Viral Usai Akui Tak Lagi Ingin Childfree: Isunya Bukan Sekadar Anak!
  • Rumor Transfer Memanas: Bintang Persija Menuju Persib? Akankah ‘Tragedi’ Marc Klok Terulang?
  • Razia Gabungan di Bandung, 51 PPKS Terjaring di Kawasan Wisata dan Pusat Kota
  • SKORZ Bandung Hadir di 23 Paskal, Tawarkan Sensasi Sportainment Modern untuk Anak Muda dan Keluarga
  • Persib Murka Usai Disanksi AFC, Manajemen Singgung Ulah Segelintir Oknum
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 15 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Muhammadiyah Sebut Pagar Laut di PIK Rugikan Nelayan dan Masyarakat Pesisir

By Putra JuangSenin, 3 Februari 2025 13:30 WIB3 Mins Read
Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Anwar Abbas. (Foto: Muhammadiyah)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Anwar Abbas mengungkapkan bahwa kebijakan yang merugikan rakyat kecil harus segera mendapat perhatian dari pemerintah.

Hal itu disampaikan Anwar Abbas saat menghadiri Diskusi Publik bertema “Pagar Laut, Nasib Nelayan, Rakyat Pesisir, dan Ironi Negara Bahari” di Gedung PP Muhammadiyah Jakarta.

Diskusi ini bertujuan untuk mengangkat isu serius mengenai nasib nelayan dan masyarakat pesisir yang terancam akibat kebijakan pemerintah yang mengabaikan keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan rakyat.

Selain itu, diskusi ini juga menyoroti permasalahan terkait proyek pemagaran laut di kawasan PIK (Pantai Indah Kapuk), yang dianggap sebagai contoh nyata dari permasalahan struktural yang merugikan masyarakat pesisir.

“Jika kebijakan negara merugikan rakyat dan melanggar prinsip-prinsip kepemilikan yang adil, maka kita wajib untuk angkat bicara. Keberpihakan kepada masyarakat miskin dan nelayan adalah bagian dari perjuangan Muhammadiyah,” ucap Anwar Abbas dikutip laman Muhammadiyah, Senin (3/2/2025).

Anwar Abbas mengatakan bahwa ketimpangan kekuasaan yang ada saat ini, dengan dominasi kelompok oligarki, semakin merusak kehidupan ekonomi dan sosial di negara ini.

Baca Juga:  Resmi Daftar Cawalkot 2024, Reza Arfah Bawa Harapan Anak Muda Kota Bandung

“Kami tidak bisa terus-menerus membiarkan ketidakadilan ini berlanjut. Ini saatnya untuk bertindak demi kepentingan rakyat,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua MPM PP Muhammadiyah, M Nurul Yamin menegaskan pentingnya perhatian terhadap isu yang dihadapi oleh masyarakat pesisir dan nelayan.

Menurutnya, gerakan akar rumput telah menjadi amanat penting bagi Muhammadiyah, dengan fokus pada pemberdayaan sosial dan ekonomi kelompok-kelompok marginal seperti nelayan, difabel, dan komunitas miskin kota.

Baca Juga:  Kapan Awal Ramadhan 2026? Ini Tanggal Puasa Muhammadiyah dan Pemerintah

“Isu nelayan sudah menjadi perhatian Muhammadiyah sejak tahun 2000, dengan pembentukan Lembaga Buruh Tani dan Nelayan yang kemudian berkembang menjadi MPM. Kami ingin berkolaborasi dengan media untuk memberikan informasi yang tepat tentang fenomena yang terjadi di masyarakat pesisir,” kata Nurul.

Nurul juga menegaskan bahwa Muhammadiyah akan terus memperjuangkan pemberdayaan untuk memberi daya ungkit bagi mereka yang terpinggirkan, serta mencari solusi bersama terhadap permasalahan nelayan yang semakin mendalam.

Di temapt yang sama, Ketua Umum PP Muhammadiyah 2005–2015, Din Syamsuddin mengungkapkan bahwa permasalahan di PIK II merupakan puncak dari masalah yang lebih besar, yakni kemunkaran struktural dalam sistem politik dan ekonomi Indonesia.

Baca Juga:  Pagar Laut Bekasi Tak Berizin, Pemprov Jabar Layangkan Surat Teguran ke PT TRPN

“Kami di Muhammadiyah harus berada di garis depan dalam perjuangan ini. Masalah PIK II adalah perjuangan panjang yang harus diselesaikan dengan adil. Ini bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga soal keadilan dan keberpihakan pada rakyat,” ucap Din.

Ketua Bidang Pemberdayaan Nelayan MPM PP Muhammadiyah, Suadi mengungkapkan bahwa privatisasi kawasan laut dan lemahnya regulasi pemerintah telah membuat posisi masyarakat pesisir semakin terpuruk.

“Kita melihat adanya kecenderungan untuk merebut kembali ruang hidup nelayan. Negara harus hadir untuk mengatur dan memberikan perlindungan kepada mereka, bukan justru memberi peluang pada kepentingan bisnis yang merugikan rakyat,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Anwar Abbas Muhammadiyah nelayan pagar laut PIK
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Pemkot Bandung Tertibkan PKL dan Bangunan Liar, Pedagang Dialihkan ke Marketplace Digital

Razia Gabungan di Bandung, 51 PPKS Terjaring di Kawasan Wisata dan Pusat Kota

SKORZ Bandung Hadir di 23 Paskal, Tawarkan Sensasi Sportainment Modern untuk Anak Muda dan Keluarga

Bandung Siapkan Ekosistem Inklusif, RBM Jadi Wadah Kolaborasi Penyandang Disabilitas

Dunia Menangis Lihat Ini! Remaja Blitar Tolak Fasilitas Mewah Demi Tetap di Samping Ibu

Harga Emas Hari Ini 15 Mei 2026 Naik atau Turun? Antam, UBS dan Galeri24 Terbaru

Terpopuler
  • Link Full Video Guru Bahasa Inggris Viral Banyak Dicari, Publik Diingatkan Bahaya Phishing
  • Link Video Guru Bahasa Inggris Ramai Dicari, Link 6 Menit Ternyata Jebakan Phishing
  • Link Video Bu Guru Bahasa Inggris Diburu Netizen, Identitas Pemeran Masih Misterius
  • Persib Bandung Gigit Jari? Striker Abroad Timnas Indonesia Dipastikan Bertahan di Eropa Musim Depan
  • Video ‘Bu Guru Bahasa Inggris dan Murid Viral di TikTok, Waspada Penipuan!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.