bukamata.id – Peta politik internal Partai Golkar Jawa Barat mulai memanas menjelang Musyawarah Daerah (Musda) yang dijadwalkan berlangsung pada awal April 2026. Dua nama kuat dipastikan akan bertarung dalam perebutan kursi Ketua DPD Golkar Jawa Barat.
Kedua figur tersebut adalah anggota DPR RI, Daniel Mutaqien Syafiuddin, serta anggota DPRD Jawa Barat sekaligus Ketua AMPI Jabar, Ahmad Hidayat. Duel ini diprediksi berlangsung ketat karena keduanya memiliki basis kekuatan yang berbeda.
Head to Head: Perebutan Dukungan Kian Sengit
Dinamika politik internal Golkar Jabar terus bergerak cepat. Ahmad Hidayat mengklaim telah mengamankan dukungan mayoritas dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) tingkat kabupaten/kota.
Dari total 27 DPD, sebanyak 19 disebut telah menyatakan dukungan kepadanya. Jika klaim tersebut akurat, maka tersisa delapan DPD yang masih menjadi “lahan perebutan”.
Kondisi ini membuka peluang bagi Daniel Mutaqien Syafiuddin untuk melakukan manuver politik guna memperkuat basis dukungan. Namun, sejumlah pengamat menilai peta politik masih sangat cair dan berpotensi berubah hingga hari pelaksanaan Musda.
Dua Gaya Kepemimpinan, Dua Basis Kekuatan
Persaingan ini semakin menarik karena kedua kandidat membawa latar belakang dan kekuatan politik yang berbeda.
Ahmad Hidayat: Kader Struktural dengan Basis Daerah
Ahmad Hidayat dikenal sebagai kader yang tumbuh dari struktur partai di daerah. Ia memiliki kedekatan kuat dengan DPD tingkat kabupaten/kota.
Rekam jejaknya antara lain:
- Anggota DPRD Jawa Barat (2019–2024, 2024–2029)
- Anggota Komisi IV dan Badan Anggaran
- Wakil Ketua Fraksi Golkar DPRD Jabar
- Ketua DPD AMPI Jawa Barat
- Ketua Pemenangan Pemilu Dapil Jabar II
Kekuatan utamanya terletak pada jaringan struktural dan konsolidasi akar rumput di internal partai.
Daniel Mutaqien Syafiuddin: Politisi Nasional dengan Jejaring Luas
Sementara itu, Daniel Mutaqien Syafiuddin membawa pengalaman panjang di level nasional. Ia dikenal memiliki jaringan luas di dunia politik, organisasi, hingga bisnis.
Rekam jejaknya meliputi:
- Anggota DPR RI (2014–2019, 2019–2020, 2024–sekarang)
- Mantan Anggota DPRD Jawa Barat (2009–2014)
- Ketua DPD II Golkar Indramayu (2010–2015)
- Pengurus DPP Golkar (2017–2019)
- Ketua Depinas SOKSI
- Aktif di HIPMI dan organisasi kepemudaan
Modal jejaring nasional ini menjadi kekuatan utama Daniel dalam menghadapi pertarungan Musda.
Musda Jadi Penentu Arah Politik Golkar Jabar
Musda Golkar Jawa Barat 2026 tidak sekadar ajang pergantian kepemimpinan. Lebih dari itu, forum ini menjadi momentum strategis untuk menentukan arah politik partai di tingkat provinsi menjelang kontestasi politik mendatang.
Pertarungan antara kekuatan struktural daerah yang diwakili Ahmad Hidayat dan jejaring nasional yang dibawa Daniel Mutaqien diperkirakan akan menjadi faktor penentu.
Dengan waktu pelaksanaan yang semakin dekat, intensitas konsolidasi dan manuver politik di internal partai dipastikan meningkat.
Siapa Kuasai DPD, Dialah Pemenang
Hasil akhir Musda sangat bergantung pada soliditas dukungan di tingkat DPD kabupaten/kota. Meski Ahmad Hidayat disebut unggul sementara, peluang Daniel Mutaqien masih terbuka lebar jika mampu mengamankan suara yang belum menentukan sikap.
Musda Golkar Jabar 2026 pun diprediksi menjadi salah satu kontestasi internal paling krusial, sekaligus membuka peluang munculnya arah baru dalam tubuh Partai Golkar di Jawa Barat.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









