bukamata.id – Nasib Sudrajat, 50, penjual es kue keliling di Jakarta, mendadak viral setelah video dirinya dituduh menggunakan bahan berbahaya tersebar di media sosial. Selain sorotan pada oknum aparat yang bertindak arogan, netizen kini memusatkan perhatian pada seorang perempuan muda, yang menuding Sudrajat.
Kejadian itu berlangsung pada Sabtu (24/1/2026) di kawasan Kemayoran. Dalam video yang viral, Sudrajat dihampiri sekitar lima orang, termasuk polisi dan tentara, yang meremas dan merusak sekitar 150 es kue miliknya. Bahkan, penjual yang sudah menekuni usaha es keliling selama lebih dari 30 tahun itu mengalami kekerasan fisik, dipukul dan ditendang.
Sosok Luna yang Menjadi Sorotan
Di luar aksi aparat, perhatian netizen kini tertuju pada Luna, perempuan muda yang terdengar menuding es kue Sudrajat mengandung spons bedak. Dalam video yang diunggah akun Threads @apri_idn pada Selasa (27/1/2026), Luna terdengar berkata:
“Ini mah spons, spons bedak. Masa agar-agar bisa diperas kayak gini? Astagfirullah, nggak mungkin agar ini,”
Pernyataan Luna disebut menjadi salah satu dasar laporan M Arief Fadillah ke call center 110, yang memicu tindakan aparat terhadap Sudrajat.
Netizen Geram dan Mulai Memburu Identitas Luna
Reaksi warganet terhadap Luna luar biasa. Banyak yang menilai tuduhan tersebut merugikan Sudrajat, sehingga mereka mulai mencari identitas Luna, termasuk usia dan alamat rumahnya. Akun media sosial Luna disebut sudah dinonaktifkan, namun netizen tetap bersikeras menemukannya.
“Just info akun IGnya udah di non aktifkan,” tulis salah satu warganet.
“Luna, dimanapun elu ngumpet pasti dapet! Mending dari sekarang siapin naskah permintaan maaf,” komentar @ena******.
Beberapa netizen bahkan mendorong agar Luna bertanggung jawab secara finansial, dengan nominal tuntutan Rp1 miliar untuk kompensasi martabat dan rejeki Sudrajat yang hilang.
“Warganet menilai tuntutan 1 Miliar adalah harga yang pantas untuk martabat dan rejeki yang telah dirampas. Mari lebih bijak dalam bersosial media,” tulis @ver*****.
Polisi Pastikan Tuduhan Tidak Benar
Meski heboh di media sosial, hasil pemeriksaan polisi memastikan tuduhan Luna tidak berdasar. Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, mengatakan bahwa Tim Keamanan Pangan Dokpol Polda Metro Jaya telah memeriksa seluruh sampel es kue, agar-agar, dan cokelat yang dijual Sudrajat.
“Hasilnya jelas, seluruh produk tersebut aman dan layak dikonsumsi,” ujar Roby pada Minggu (25/1/2026).
Tim penyidik juga menelusuri lokasi pembuatan es di Depok, dan memastikan tidak ada penggunaan bahan berbahaya maupun spons, seperti yang dituduhkan Luna.
“Hasilnya konsisten, tidak ada bahan berbahaya,” tegasnya.
Pelajaran dari Viral Tuduhan
Kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat tentang bahaya menuduh orang lain di media sosial tanpa bukti. Selain Sudrajat yang sempat dirugikan, publik kini mengamati bagaimana tindakan individu—dalam hal ini Luna—dapat memicu reaksi berantai, dari aparat hukum hingga netizen yang “memburu” identitasnya.
Meskipun akun Luna sudah dinonaktifkan, warganet terus menyoroti tindakannya dan menuntut pertanggungjawaban. Sementara Sudrajat kini dapat bernapas lega setelah kepastian hukum bahwa dagangannya aman dikonsumsi, trauma dari insiden ini tetap membekas.
Kasus ini menjadi catatan penting tentang etika bermedia sosial, tanggung jawab pribadi, dan efek viral di era digital, sekaligus peringatan bahwa tuduhan tanpa dasar bisa merugikan banyak pihak.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











