Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Jangan Terkecoh! Ini Kebenaran di Balik Video Viral Ibu Tiri dan Anak Tiri

Sabtu, 21 Maret 2026 05:00 WIB

Siap Dipadati Jamaah, Ini Jadwal Shalat Id di Masjid Al-Jabbar

Sabtu, 21 Maret 2026 04:00 WIB

Wajib Tahu! Ini Niat dan Tata Cara Mandi Sunnah Idul Fitri yang Benar

Sabtu, 21 Maret 2026 03:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Jangan Terkecoh! Ini Kebenaran di Balik Video Viral Ibu Tiri dan Anak Tiri
  • Siap Dipadati Jamaah, Ini Jadwal Shalat Id di Masjid Al-Jabbar
  • Wajib Tahu! Ini Niat dan Tata Cara Mandi Sunnah Idul Fitri yang Benar
  • Link Video Ojol Bali 17 Menit! Pakar Ungkap Bahaya Mengerikan yang Mengintai HP Anda
  • Bikin Penasaran, Link Video Ojol Bali 17 Menit Diburu Netizen
  • Pohon Tumbang di Jalan Bypass Cicalengka, Arus Kendaraan Sempat Macet Panjang
  • Salat Id Sendiri di Rumah? Begini Hukum dan Caranya Menurut Ulama
  • Badai Hujan dan Angin Kencang Terjang Cicalengka, Jalan Tertutup Pohon Tumbang
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 21 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Niat Puasa Qadha Ramadan Jadi Prioritas di Nisfu Syaban, Ini Penjelasan Hukumnya

By Aga GustianaSenin, 2 Februari 2026 07:28 WIB3 Mins Read
Ilustrasi berdoa
Ilustrasi berdoa. (Foto: Ilustrasi/Freepik)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Memasuki bulan Syaban, banyak umat Islam mulai mengevaluasi kembali kewajiban ibadah yang belum tertunaikan. Salah satu yang paling sering menjadi perhatian adalah utang puasa Ramadan. Apalagi ketika Syaban memasuki pertengahan bulan dan bertepatan dengan momen Nisfu Syaban yang dikenal penuh keutamaan.

Pada tahun 2026, malam Nisfu Syaban jatuh pada Senin malam, 2 Februari 2026, dimulai selepas Maghrib hingga menjelang Subuh Selasa, 3 Februari 2026. Momentum ini kerap dimanfaatkan untuk meningkatkan ibadah, termasuk puasa di siang harinya.

Namun, muncul pertanyaan yang cukup krusial: bagaimana jika seseorang masih memiliki kewajiban qadha puasa Ramadan? Apakah boleh tetap menjalankan puasa Nisfu Syaban, atau sebaiknya fokus pada niat mengganti puasa yang wajib?

Puasa di Pertengahan Syaban, Sunnah tapi Bukan Kewajiban

Puasa pada tanggal 15 Syaban termasuk dalam kategori puasa sunnah, bukan ibadah yang diwajibkan secara khusus. Amalan ini sejalan dengan kebiasaan Rasulullah SAW yang memperbanyak puasa di bulan Syaban sebagai persiapan menyambut Ramadan.

Baca Juga:  Kapan Puasa Nisfu Syaban 2025? Ketahui Jadwal dan Tata Caranya di Sini

Selain itu, pertengahan bulan hijriah—tanggal 13, 14, dan 15—juga dikenal sebagai Ayyamul Bidh, hari-hari yang dianjurkan untuk berpuasa. Karena itu, puasa Nisfu Syaban memiliki dasar sunnah yang jelas tanpa perlu diyakini sebagai ritual khusus yang berdiri sendiri.

Masih Punya Utang Puasa, Mana yang Didahulukan?

Secara hukum, tidak ada larangan bagi seseorang yang memiliki utang puasa Ramadan untuk melakukan puasa sunnah. Namun, para ulama sepakat bahwa puasa qadha Ramadan harus menjadi prioritas, karena termasuk ibadah wajib yang harus ditunaikan.

Menariknya, bulan Syaban justru dikenal sebagai waktu yang ideal untuk melunasi utang puasa. Hal ini merujuk pada riwayat dari Aisyah RA yang menyebutkan bahwa beliau biasa mengganti puasa Ramadan di bulan Syaban karena kesibukannya bersama Rasulullah SAW.

Dari sini, para ulama menegaskan bahwa niat puasa qadha Ramadan di bulan Syaban bukan hanya sah, tetapi juga sangat dianjurkan.

Menggabungkan Niat Qadha dan Puasa Nisfu Syaban, Bolehkah?

Pembahasan lain yang sering muncul adalah soal penggabungan niat. Apakah seseorang boleh berniat mengganti puasa Ramadan sekaligus berharap pahala puasa Nisfu Syaban?

Baca Juga:  Alarm Qadha Puasa! Waktunya Menunaikan Utang sebelum Ramadhan 1447 H

Pendapat ulama dalam hal ini memang beragam:

  • Jika dua puasa sama-sama sunnah, sebagian ulama membolehkan penggabungan niat.
  • Jika digabung antara puasa wajib dan sunnah, maka puasa wajibnya sah, sementara pahala sunnahnya mengikuti (pendapat Abu Yusuf).
  • Dalam mazhab Syafi’i, terdapat pandangan yang menyatakan bahwa penggabungan niat tetap sah dan berpahala, selama puasa dilakukan di hari yang memiliki keutamaan.

Meski demikian, banyak ulama menganjurkan agar niat qadha Ramadan ditegaskan secara khusus, karena menyangkut kewajiban yang tidak boleh dianggap ringan.

Bacaan Niat Puasa Qadha Ramadan

Niat puasa qadha harus dilakukan sejak malam hari hingga sebelum terbit fajar.

Lafal latin:
Nawaitu shauma ghadin ‘an qadhā’i fardhi syahri Ramadhāna lillāhi ta‘ālā.

Artinya:
“Aku berniat mengganti puasa Ramadan karena Allah Ta’ala.”

Jika Tidak Mampu Mengqadha, Apa Solusinya?

Islam memberikan keringanan bagi mereka yang benar-benar tidak mampu berpuasa dan tidak memungkinkan untuk menggantinya di lain waktu, seperti:

  • Lansia renta
  • Penderita penyakit kronis
  • Ibu hamil atau menyusui yang khawatir terhadap kondisi diri atau bayinya
Baca Juga:  Kapan Puasa Nisfu Syaban 2025? Ketahui Jadwal dan Tata Caranya di Sini

Sebagai gantinya, diwajibkan membayar fidyah, yaitu memberi makan fakir miskin sesuai jumlah hari puasa yang ditinggalkan. Menurut Imam Malik dan Imam Syafi’i, fidyah sebesar satu mud (±0,75 kg) makanan pokok per hari, sementara mazhab Hanafi membolehkan fidyah dalam bentuk uang senilai makanan tersebut.

Di Indonesia, BAZNAS menetapkan fidyah sebesar Rp60.000 per hari per jiwa untuk wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya.

Kesimpulan

Nisfu Syaban adalah momen istimewa, tetapi melunasi utang puasa Ramadan dengan niat qadha tetap menjadi prioritas utama. Puasa sunnah boleh dikerjakan, namun kewajiban tidak boleh ditunda. Dengan niat yang benar dan pemahaman yang tepat, Syaban bisa menjadi waktu terbaik untuk membersihkan tanggungan ibadah sebelum Ramadan kembali tiba.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

niat puasa ganti ramadhan niat puasa qadha ramadhan Puasa Nisfu Syaban qadha puasa ramadhan utang puasa ramadhan
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Jangan Terkecoh! Ini Kebenaran di Balik Video Viral Ibu Tiri dan Anak Tiri

Wajib Tahu! Ini Niat dan Tata Cara Mandi Sunnah Idul Fitri yang Benar

Link Video Ojol Bali 17 Menit! Pakar Ungkap Bahaya Mengerikan yang Mengintai HP Anda

Bikin Penasaran, Link Video Ojol Bali 17 Menit Diburu Netizen

Salat Id Sendiri di Rumah? Begini Hukum dan Caranya Menurut Ulama

Interaksi Ibu Tiri dan Anak Tiri di Kebun Sawit Bikin Heboh, Link Video Full Telegram Ramai Dicari

Terpopuler
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Netizen Penasaran! Video Mukena Pink ‘No Sensor’ Viral, Banyak yang Buru Link Aslinya
  • Viral video ukhti mukena pink.
    Viral! ‘Ukhti Mukena Pink’ Bikin Netizen Penasaran, Pencarian Versi Tanpa Sensor Meledak
  • Viral Video Ibu Tiri vs Anak Tiri 7 Menit di Kebun Sawit: Ternyata Ini Fakta Tersembunyi di Baliknya!
  • Detik-detik Video Ibu Tiri dan Anak Tiri di Kebun Sawit Bocor, Link Telegram Diburu Warganet
  • Link Video 17 Menit ‘Ojol Bali’ Buruan Netizen, Ternyata Begini Kronologi di Balik Rekaman Viral Tersebut!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.