bukamata.id – Indonesia kembali mencatat sejarah di bidang antariksa. Tepat pukul 21.56 waktu setempat di Orlando, Amerika Serikat, atau Jumat (12/9/2025) pukul 08.56 WIB, Satelit Nusantara Lima (SNL) milik PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) berhasil meluncur ke angkasa dari Cape Canaveral, Florida, menggunakan roket Falcon 9 milik SpaceX.
Suasana malam yang semula tenang di pesisir Florida seketika pecah oleh dentuman keras saat roket setinggi 70 meter dengan bobot 580 ton itu meninggalkan landasan. Lidah api berwarna jingga memancar kuat dari mesin Falcon 9, menembus awan kelabu dan meninggalkan jejak asap putih yang berpendar di langit malam, membawa harapan besar bagi masa depan digital Indonesia.
Satelit Terbesar di Asia
Satelit Nusantara Lima memiliki bobot 7,8 ton dan dilengkapi teknologi Very High Throughput Satellite (VHTS) dengan kapasitas 160 Gbps. Dengan spesifikasi tersebut, SNL tercatat sebagai satelit terbesar di Asia saat ini.
Peluncuran ini menjadi tahap awal sebelum satelit menempati orbit geostasioner pada ketinggian sekitar 36.000 kilometer. Proses pemindahan menuju orbit operasional atau electric orbit raising diperkirakan memakan waktu 125–140 hari. Setelah itu, Boeing akan melakukan uji coba selama 1–2 bulan sebelum satelit resmi beroperasi pada awal April 2026.
Satelit ini dirancang untuk berfungsi selama 15 tahun dan diharapkan mampu memperluas akses internet berkecepatan tinggi di seluruh wilayah Indonesia, termasuk daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal), serta menjangkau negara tetangga seperti Filipina dan Malaysia.
Teknologi Falcon 9 dan Proses Peluncuran
Falcon 9 terdiri atas tiga bagian utama: tahap pertama, tahap kedua, dan fairing. Sekitar dua menit setelah lepas landas, bagian pertama roket dilepaskan, lalu kembali ke Bumi hanya dalam delapan menit untuk digunakan kembali pada misi berikutnya. Tahap kedua kemudian melanjutkan penerbangan membawa SNL hingga menuju orbit transisi.
Proses ini menandai semakin efisiennya teknologi peluncuran SpaceX, yang mendukung keberhasilan satelit Indonesia menjelajahi antariksa dengan biaya lebih terjangkau.
Investasi Jumbo dan Infrastruktur Pendukung
Untuk proyek ambisius ini, PSN menggelontorkan dana sekitar Rp7–7,5 triliun. Satelit Nusantara Lima akan didukung oleh delapan stasiun bumi yang tersebar di berbagai daerah strategis: Banda Aceh, Bengkulu, Cikarang, Gresik, Banjarmasin, Tarakan, Kupang, dan Makassar.
Kementerian Komunikasi dan Digital juga memastikan slot orbit Nusantara Lima telah terdaftar secara resmi, sehingga menjamin kedaulatan Indonesia di ruang angkasa.
Harapan Besar untuk Konektivitas Nasional
Menurut Ketua Umum Asosiasi Antariksa Indonesia (Ariksa), Adi Rahman Adiwoso, kehadiran SNL akan menjadi fondasi penting dalam memperkuat jaringan komunikasi nasional. Kapasitas 160 Gbps yang dibawanya diharapkan mampu mendukung transformasi digital, memperluas layanan telekomunikasi, hingga meningkatkan daya saing Indonesia di kancah global.
“Ini bukan hanya tentang satelit, tapi juga tentang bagaimana Indonesia menyiapkan infrastruktur digital masa depan,” kata Adi.
Peluncuran Satelit Nusantara Lima menjadi bukti bahwa Indonesia tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga mampu berkontribusi dalam perkembangan teknologi satelit dunia. Dengan dukungan SpaceX, proyek ini dipandang sebagai salah satu tonggak sejarah baru bagi industri antariksa Tanah Air.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











