bukamata.id – Tekanan hebat kembali menghantam pasar saham Indonesia pada perdagangan Rabu (28/1/2026). Hingga jeda siang Sesi I, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpuruk tajam dengan penurunan lebih dari tujuh persen dan bertengger di kisaran 8.321.
Kondisi pasar yang semakin tertekan berlanjut ke awal Sesi II. Tak lama setelah perdagangan dibuka kembali, Bursa Efek Indonesia mengambil langkah darurat dengan menghentikan sementara seluruh aktivitas transaksi saham.
Penghentian perdagangan atau trading halt diberlakukan setelah IHSG menembus batas penurunan delapan persen dan turun ke level 8.261,788. Sesuai ketentuan bursa, trading halt dilakukan apabila indeks acuan melemah delapan persen dalam satu hari perdagangan, dengan durasi penghentian selama 30 menit.
Regulasi bursa juga mengatur skema lanjutan jika tekanan berlanjut. Apabila IHSG kembali merosot hingga 15 persen, penghentian sementara dapat diberlakukan kembali. Bahkan, apabila koreksi menembus lebih dari 20 persen, langkah serupa kembali dapat diambil untuk menjaga stabilitas pasar.
Tekanan jual sejatinya sudah terlihat sejak bel pembukaan perdagangan pagi. IHSG langsung terperosok sesaat setelah dibuka dan mencatatkan pelemahan awal sebesar 6,53 persen, dengan posisi indeks turun ke level 8.393.
Sepanjang perdagangan hari ini, pergerakan IHSG berada di zona ekstrem dan terus mendekati ambang batas penghentian perdagangan. Kondisi tersebut mencerminkan tekanan sentimen yang sangat kuat di pasar, sekaligus meningkatkan kewaspadaan pelaku pasar terhadap potensi volatilitas lanjutan.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











