Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Api Mendadak Berkobar di RM Tamagochi Bandung, Diduga Berawal dari Meja Konsumen

Selasa, 23 Juni 2026 20:46 WIB

Hengkang dari Persib, Dewangga Ungkap Alasan Sebenarnya Tinggalkan Bandung

Selasa, 23 Juni 2026 20:34 WIB

Akhir Pelarian Taufik Hidayat, Pelaku Penyekapan Biadab Wanita di Bandung Berhasil Diringkus

Selasa, 23 Juni 2026 20:33 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Api Mendadak Berkobar di RM Tamagochi Bandung, Diduga Berawal dari Meja Konsumen
  • Hengkang dari Persib, Dewangga Ungkap Alasan Sebenarnya Tinggalkan Bandung
  • Akhir Pelarian Taufik Hidayat, Pelaku Penyekapan Biadab Wanita di Bandung Berhasil Diringkus
  • Pratama Arhan Resmi Dilepas Bangkok United, Balik ke Indonesia?
  • Polisi Endus Dugaan Keterlibatan Pihak Lain dalam Kasus Pelarian Taufik Hidayat
  • Hanya Semusim di Bandung, Ini Alasan Persib Lepas Alfeandra Dewangga ke Arema FC
  • Ramalan Tirta Siregar Terbukti? Pelaku Penyekapan Bandung Disebut Bakal Tertangkap dalam 3 Hari!
  • Emas Antam Anjlok Rp5.000 per Gram, Saat yang Tepat Beli atau Jual?
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 23 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Pakar ITB Ungkap Longsor Pasirlangu KBB Bukan Sekadar Runtuhan, Tapi Aliran Lumpur Dahsyat dari Hulu!

By Muhammad Rafki Razif KiransyahSenin, 26 Januari 2026 19:10 WIB2 Mins Read
Longsor di Desa Pasirlangu, Bandung Barat. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Peristiwa longsor yang melanda Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), dinilai bukan semata runtuhan tanah biasa, melainkan rangkaian proses geologi kompleks yang memicu aliran lumpur (mudflow) dari wilayah hulu.

Hal tersebut disampaikan Pakar Geologi Longsoran Institut Teknologi Bandung (ITB), Imam Achmad Sadisun, saat dihubungi tim bukamata.id, Minggu (25/1/2026).

Imam menjelaskan, kawasan KBB secara geologi berada di atas produk vulkanik tua yang memiliki lapisan pelapukan tebal, sehingga secara alami rentan terhadap gerakan tanah.

“Wilayah Kabupaten Bandung Barat berada pada lingkungan geologi produk vulkanik tua, yang secara alamiah memiliki lapisan pelapukan relatif tebal,” ujarnya.

Baca Juga:  Basarnas Ungkap Luas Longsor Gunung Burangrang Capai 26 Hektare

Menurut Imam, bidang batas antara tanah hasil pelapukan dan batuan dasar yang lebih kedap air kerap menjadi bidang gelincir. Kondisi ini semakin melemah ketika hujan turun dalam durasi panjang.

“Hujan membuat air meresap dan mengisi pori-pori tanah hingga jenuh. Saat itu terjadi, kekuatan geser material lereng akan menurun drastis,” jelasnya.

Pada kondisi jenuh air, lanjut Imam, lereng sering kali tidak lagi mampu menopang beratnya sendiri, sehingga sangat mudah mengalami longsor.

Ia juga menekankan bahwa pemicu longsor tidak hanya ditentukan oleh lamanya hujan, tetapi juga intensitasnya.

“Dalam ilmu kebumian dikenal hubungan antara durasi dan intensitas hujan. Hujan sedang yang berlangsung lama bisa sama berbahayanya dengan hujan sangat lebat dalam waktu singkat,” kata Imam.

Baca Juga:  Basarnas Ungkap Luas Longsor Gunung Burangrang Capai 26 Hektare

Temuan penting dalam kejadian Pasirlangu ini, lanjutnya, adalah adanya indikasi longsoran di hulu salah satu sungai pada sistem lereng selatan Gunung Burangrang.

Longsoran tersebut diduga menutup alur sungai dan membentuk bendungan alam (landslide dam).

Akibat sumbatan ini, aliran air tertahan dan membentuk genangan di hulu, bersamaan dengan penumpukan sedimen berupa lumpur, pasir, hingga bongkah batu.

“Ketika bendungan alam itu tidak lagi mampu menahan tekanan air, bendungan akan jebol dan memicu aliran lumpur ke arah hilir mengikuti jalur sungai,” terangnya.

Baca Juga:  Basarnas Ungkap Luas Longsor Gunung Burangrang Capai 26 Hektare

Imam menggambarkan, aliran ini bukan sekadar air, melainkan lumpur berat yang membawa material padat seperti batu dan kayu.

“Aliran lumpur bergerak cepat, kerap mengandung bongkah batu dan ranting kayu, sehingga daya rusaknya jauh lebih dahsyat,” katanya.

Ia menegaskan, rumah-rumah warga sebenarnya tidak runtuh karena longsor di lereng tempat mereka berdiri, melainkan terdampak oleh material dari hulu yang dialirkan melalui sungai.

“Karakter aliran seperti ini memiliki daya rusak jauh lebih tinggi dibandingkan aliran air biasa karena muatan sedimen yang sangat besar,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Aliran Lumpur Pasirlangu Bencana Alam KBB ITB Geologi Longsor Gunung Burangrang Longsor KBB Longsor Pasirlangu Bandung Barat Mudflow Bandung Barat Penyebab Longsor Pasirlangu
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Api Mendadak Berkobar di RM Tamagochi Bandung, Diduga Berawal dari Meja Konsumen

Akhir Pelarian Taufik Hidayat, Pelaku Penyekapan Biadab Wanita di Bandung Berhasil Diringkus

Polisi Endus Dugaan Keterlibatan Pihak Lain dalam Kasus Pelarian Taufik Hidayat

Ramalan Tirta Siregar Terbukti? Pelaku Penyekapan Bandung Disebut Bakal Tertangkap dalam 3 Hari!

Heboh Pengakuan Ketua BEM UBK Terima Rp20 Juta Usai Bertemu Wapres Gibran Biar Batal Demo

Buru Tersangka Penganiayaan Berat di Bandung, Ini Karakteristik Fisik Taufik Hidayat DPO yang Paling Menonjol

Terpopuler
  • Heboh Cut Salwa Viral! Warganet Ramai Cari Link Video ‘No Sensor’, Begini Fakta yang Terungkap
  • Viral Handuk Putih Anak vs Ibu, Warganet Berburu Link Asli! Ternyata Isinya Bikin Kaget
  • Perkuat Edukasi dan Aksi Sosial, Yayasan Jalan Surga Gandeng bukamata.id Sebarkan Nilai Kebaikan
  • Heboh Cut Salwa Trending, Benarkah Ada Video Full Durasi? Ini Fakta yang Terungkap
  • Kode Rahasia FF Juni 2026 Bocor! Ini Daftar Terbaru yang Masih Aktif
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.