Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Rezeki Diatur Tuhan, Tapi Dihambat Manusia! Viral Pedagang Kreatif Diduga Diusir Karena Terlalu Laris

Sabtu, 2 Mei 2026 18:48 WIB

Bursa Transfer Memanas! Persib Bandung Dikabarkan Kunci Kesepakatan dengan Striker Tajam Asal Brasil

Sabtu, 2 Mei 2026 16:50 WIB

Heboh Video ‘Skandal Moral’ Amien Rais Raib: Istana Bereaksi, Partai Ummat Sebut ‘Offside’

Sabtu, 2 Mei 2026 15:41 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Rezeki Diatur Tuhan, Tapi Dihambat Manusia! Viral Pedagang Kreatif Diduga Diusir Karena Terlalu Laris
  • Bursa Transfer Memanas! Persib Bandung Dikabarkan Kunci Kesepakatan dengan Striker Tajam Asal Brasil
  • Heboh Video ‘Skandal Moral’ Amien Rais Raib: Istana Bereaksi, Partai Ummat Sebut ‘Offside’
  • Klarifikasi Panas! Marc Klok Bantah Tuduhan Rasisme Terhadap Henry Doumbia di Laga Persib vs Bhayangkara FC
  • Perkuat Warisan Lokal, DPRD Jabar Konsultasi ke Menteri Kebudayaan Terkait Raperda Baru
  • Bikin Haru! Aksi Teller Bank bjb Fasih Bahasa Isyarat Layani Nasabah Spesial, Warganet Angkat Jempol
  • Netizen Dukung TNI, Pro-Kontra Penertiban Rumah Dinas yang Ditempati Anak Cucu
  • Nihil Korban Jiwa, Proyek PLTA Upper Cisokan Diterjang Longsor Saat Pekerja Libur
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 2 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Pakar ITB Ungkap Longsor Pasirlangu KBB Bukan Sekadar Runtuhan, Tapi Aliran Lumpur Dahsyat dari Hulu!

By Muhammad Rafki Razif KiransyahSenin, 26 Januari 2026 19:10 WIB2 Mins Read
Longsor di Desa Pasirlangu, Bandung Barat. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Peristiwa longsor yang melanda Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), dinilai bukan semata runtuhan tanah biasa, melainkan rangkaian proses geologi kompleks yang memicu aliran lumpur (mudflow) dari wilayah hulu.

Hal tersebut disampaikan Pakar Geologi Longsoran Institut Teknologi Bandung (ITB), Imam Achmad Sadisun, saat dihubungi tim bukamata.id, Minggu (25/1/2026).

Imam menjelaskan, kawasan KBB secara geologi berada di atas produk vulkanik tua yang memiliki lapisan pelapukan tebal, sehingga secara alami rentan terhadap gerakan tanah.

“Wilayah Kabupaten Bandung Barat berada pada lingkungan geologi produk vulkanik tua, yang secara alamiah memiliki lapisan pelapukan relatif tebal,” ujarnya.

Baca Juga:  Basarnas Ungkap Luas Longsor Gunung Burangrang Capai 26 Hektare

Menurut Imam, bidang batas antara tanah hasil pelapukan dan batuan dasar yang lebih kedap air kerap menjadi bidang gelincir. Kondisi ini semakin melemah ketika hujan turun dalam durasi panjang.

“Hujan membuat air meresap dan mengisi pori-pori tanah hingga jenuh. Saat itu terjadi, kekuatan geser material lereng akan menurun drastis,” jelasnya.

Pada kondisi jenuh air, lanjut Imam, lereng sering kali tidak lagi mampu menopang beratnya sendiri, sehingga sangat mudah mengalami longsor.

Ia juga menekankan bahwa pemicu longsor tidak hanya ditentukan oleh lamanya hujan, tetapi juga intensitasnya.

“Dalam ilmu kebumian dikenal hubungan antara durasi dan intensitas hujan. Hujan sedang yang berlangsung lama bisa sama berbahayanya dengan hujan sangat lebat dalam waktu singkat,” kata Imam.

Baca Juga:  Basarnas Ungkap Luas Longsor Gunung Burangrang Capai 26 Hektare

Temuan penting dalam kejadian Pasirlangu ini, lanjutnya, adalah adanya indikasi longsoran di hulu salah satu sungai pada sistem lereng selatan Gunung Burangrang.

Longsoran tersebut diduga menutup alur sungai dan membentuk bendungan alam (landslide dam).

Akibat sumbatan ini, aliran air tertahan dan membentuk genangan di hulu, bersamaan dengan penumpukan sedimen berupa lumpur, pasir, hingga bongkah batu.

“Ketika bendungan alam itu tidak lagi mampu menahan tekanan air, bendungan akan jebol dan memicu aliran lumpur ke arah hilir mengikuti jalur sungai,” terangnya.

Baca Juga:  Basarnas Ungkap Luas Longsor Gunung Burangrang Capai 26 Hektare

Imam menggambarkan, aliran ini bukan sekadar air, melainkan lumpur berat yang membawa material padat seperti batu dan kayu.

“Aliran lumpur bergerak cepat, kerap mengandung bongkah batu dan ranting kayu, sehingga daya rusaknya jauh lebih dahsyat,” katanya.

Ia menegaskan, rumah-rumah warga sebenarnya tidak runtuh karena longsor di lereng tempat mereka berdiri, melainkan terdampak oleh material dari hulu yang dialirkan melalui sungai.

“Karakter aliran seperti ini memiliki daya rusak jauh lebih tinggi dibandingkan aliran air biasa karena muatan sedimen yang sangat besar,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Aliran Lumpur Pasirlangu Bencana Alam KBB ITB Geologi Longsor Gunung Burangrang Longsor KBB Longsor Pasirlangu Bandung Barat Mudflow Bandung Barat Penyebab Longsor Pasirlangu
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Heboh Video ‘Skandal Moral’ Amien Rais Raib: Istana Bereaksi, Partai Ummat Sebut ‘Offside’

Perkuat Warisan Lokal, DPRD Jabar Konsultasi ke Menteri Kebudayaan Terkait Raperda Baru

Netizen Dukung TNI, Pro-Kontra Penertiban Rumah Dinas yang Ditempati Anak Cucu

Nihil Korban Jiwa, Proyek PLTA Upper Cisokan Diterjang Longsor Saat Pekerja Libur

Menuju Akreditasi Unggul, Prodi KPI UIN Bandung Tuntaskan Asesmen Lapangan LAMSPAK

Bansos PKH dan BPNT 2026 Belum Cair, Ini Fakta Terbaru dan Jadwalnya

Terpopuler
  • Link Video Viral Vell Blunder Durasi Panjang, Waspada Modus Phising!
  • Link Video Bandar Batang Viral! Waspada Phising
  • Link Asli Video Bandar Membara Full Durasi, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Viral ‘Video Bandar Membara’ di Media Sosial, Warganet Cari Link Asli No Sensor
  • Gebrakan Mewah di Bursa Transfer: Persib Bandung Incar Bintang-bintang Eks Eropa
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.