Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

BSU Rp900 Ribu untuk Pekerja Kembali Jadi Sorotan, Ini Syarat yang Perlu Diketahui

Sabtu, 17 Oktober 2026 05:00 WIB

Berburu Kuliner di Sukabumi, Ini 5 Tempat Makan yang Bisa Jadi Pilihan Bareng Keluarga

Sabtu, 17 Oktober 2026 04:00 WIB
Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Nama Pernah Terdaftar sebagai Penerima Bansos? Cek Lagi Status PKH dan BPNT Oktober 2026

Sabtu, 17 Oktober 2026 03:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • BSU Rp900 Ribu untuk Pekerja Kembali Jadi Sorotan, Ini Syarat yang Perlu Diketahui
  • Berburu Kuliner di Sukabumi, Ini 5 Tempat Makan yang Bisa Jadi Pilihan Bareng Keluarga
  • Nama Pernah Terdaftar sebagai Penerima Bansos? Cek Lagi Status PKH dan BPNT Oktober 2026
  • 7 Sport Center di Bandung dengan Fasilitas Lengkap, Ada Kolam Renang hingga Padel
  • Menunggu BLT Kesra Rp900 Ribu? Ini Fakta Terbaru dan Link Cek Bansos Kemensos
  • 100 Persen Pulih, Beckham Putra Bakal Jadi Senjata Persib Kontra Persik Kediri?
  • Target 4 Perunggu Asian Para Games 2026, Indonesia Awali Perjuangan dengan Dua Kemenangan
  • IHSG Terjun ke Level 5.185, Kapolri Perintahkan Bareskrim Selidiki Dugaan Pidana
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 17 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Partisipasi Pemilih Turun di Pilkada 2024 Kota Bekasi, DPRD Segera Evaluasi!

By SusanaSenin, 9 Desember 2024 16:40 WIB2 Mins Read
Anggota Komisi I DPRD Kota Bekasi, Dariyanto. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Angka partisipasi pemilih dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 di Kota Bekasi mengalami penurunan signifikan dibandingkan dengan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

Anggota Komisi I DPRD Kota Bekasi, Dariyanto, mengungkapkan bahwa ada beberapa faktor yang mempengaruhi penurunan tersebut.

Menurut Dariyanto, salah satu alasan utama adalah kurangnya pemahaman masyarakat tentang program kerja para Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil.

“Masyarakat belum mengetahui secara detail tentang program-program dari masing-masing paslon, hal ini membuat mereka enggan datang ke TPS,” ujar Dariyanto.

Faktor lainnya, lanjut Dariyanto, adalah jarak TPS yang cukup jauh dari kediaman warga. Sistem penempatan TPS saat Pilkada ini mengalami perubahan dibandingkan dengan Pemilu dan Pemilihan Legislatif (Pileg).

Baca Juga:  Demi Meningkatkan Kesadaran Pemilih Lansia, KPU Jabar Gelar Sosialisasi Pilkada di Ciamis

“Jika saat Pemilu satu RT memiliki satu atau dua TPS, saat ini TPS mulai digabung seperti dua RT menjadi satu TPS. Ini juga mempengaruhi tingkat partisipasi pemilih,” jelasnya.

Untuk memastikan penyebab penurunan partisipasi, DPRD Kota Bekasi akan melakukan evaluasi bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu).

“Kami sudah membahas hal ini secara internal, dan kami akan melakukan evaluasi bersama KPU dan Bawaslu setelah proses rekapitulasi suara selesai,” ujar Dariyanto.

Baca Juga:  Tingkatkan Pencegahan Pelanggaran Pilkada, Bawaslu Jabar Gelar Pendidikan Pengawasan Partisipatif

Dia juga berharap anggaran sebesar Rp 90,8 miliar yang telah dialokasikan untuk penyelenggaraan Pilkada oleh KPU tidak menghasilkan hasil yang mengecewakan.

“Kami berharap anggaran besar ini dapat menghasilkan partisipasi yang maksimal dan sesuai harapan,” tambahnya.

Sementara itu, Afif Fauzi, Komisioner KPU Kota Bekasi bidang Sosialisasi, menyatakan penurunan partisipasi pemilih valid dibandingkan saat Pemilu 2024.

“Angka partisipasi bisa menurun, kami masih akan menganalisis lebih dalam, tetapi ini jadi catatan penting bagi kami,” ujarnya.

Baca Juga:  Bey Machmudin Imbau ASN Maju Pilkada Harus Mundur 40 Hari Sebelum Pendaftaran

Afif mencatat bahwa saat Pemilu 2024, partisipasi pemilih mencapai sekitar 80 persen. Namun, saat Pilkada 2024, angkanya menurun menjadi sekitar 20-30 persen.

“Biasanya, dari 150 pemilih, hanya setengahnya yang datang ke TPS. Ini menjadi perhatian serius untuk KPU Kota Bekasi,” tambah Afif.

KPU Kota Bekasi juga berencana memperbaiki program sosialisasi agar dapat menjangkau semua segmen masyarakat lebih efektif.

“Kami akan merancang program-program baru untuk meningkatkan partisipasi pemilih, karena kami menyadari ada banyak aspek yang perlu ditingkatkan,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

DPRD Kota Bekasi Kota Bekasi pilkada
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

BSU Rp900 Ribu untuk Pekerja Kembali Jadi Sorotan, Ini Syarat yang Perlu Diketahui

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Nama Pernah Terdaftar sebagai Penerima Bansos? Cek Lagi Status PKH dan BPNT Oktober 2026

Bansos

Menunggu BLT Kesra Rp900 Ribu? Ini Fakta Terbaru dan Link Cek Bansos Kemensos

IHSG Terjun ke Level 5.185, Kapolri Perintahkan Bareskrim Selidiki Dugaan Pidana

Tragedi Kebakaran Bromo! 4 Orang Tewas, Petugas TNBTS dan Relawan Terjebak Kobaran Api

Ilustrasi korupsi

Dana Bencana Rp148 Miliar Diduga Dikorupsi, Adik Eks Kepala BNPB Jadi Tersangka

Terpopuler
  • Humas Era Digital Tak Cukup Viral! Mahasiswa UIN Bandung Dibekali Strategi Algoritma hingga Etika
  • Ramai Kritik Ornamen Candi di Gedung Sate, Warga Sentil Dedi Mulyadi: Estetik Henteu, Fungsional Komo!
  • Viral! Dana Donasi Pak Santoso Tercatat Rp14,3 Juta, Disebut Hanya Terima Rp600 Ribu
  • Kontroversi Jalan Diponegoro Bandung: Demi Ruang Publik atau Menabrak Tata Ruang?
  • Siap-siap Cair! Panduan Cek Bansos PKH dan BPNT Tahap 4 Oktober-Desember 2026 Pakai NIK KTP
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.