Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Persib Comeback! Sempat Tertinggal, Maung Bandung Bungkam Persijap 2-1

Minggu, 20 September 2026 21:24 WIB

Nikah Mendadak dengan Andre Taulany, Amanda Rigby Dituding Hamil? Cek Lagi Ramalan Hard Gumay

Minggu, 20 September 2026 20:18 WIB

1.096 Botol Miras Ilegal Disita di Jatinangor, 25 Orang Diamankan

Minggu, 20 September 2026 19:34 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Persib Comeback! Sempat Tertinggal, Maung Bandung Bungkam Persijap 2-1
  • Nikah Mendadak dengan Andre Taulany, Amanda Rigby Dituding Hamil? Cek Lagi Ramalan Hard Gumay
  • 1.096 Botol Miras Ilegal Disita di Jatinangor, 25 Orang Diamankan
  • Sudah Lama Rusak, Ruang Kelas MI Tegal Koneng Bandung Barat Ambruk
  • Link Live Streaming Persijap vs Persib, Kick Off 19.00 WIB di Super League
  • Kemarau Mengancam, Geo Dipa Unit Patuha Serahkan Tangki Air 5.000 Liter ke BPBD Bandung
  • Mengenal KH Hasan Abdullah Sahal: Sosok di Balik Pidato Fenomenal yang Tampar Pemimpin
  • Persijap vs Persib: Misi Balas Dendam Maung Bandung di Gelora Bumi Kartini
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 21 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Pasar Panik, Petinggi OJK dan BEI Mundur Sekaligus: Purbaya dan Momentum ‘Serok-Serok’

By Aga GustianaSabtu, 31 Januari 2026 10:02 WIB4 Mins Read
Ilustrasi OJK. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Jumat, 30 Januari 2026, menjadi hari yang tak terlupakan bagi pasar modal Indonesia. Di satu sisi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih terhuyung-huyung akibat keputusan MSCI yang mengejutkan. Di sisi lain, empat figur penting di pasar modal—Direktur Utama BEI Iman Rachman, Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Inarno Djajadi, dan Wakil Ketua OJK Mirza Adityaswara—mengumumkan pengunduran diri dalam waktu kurang dari 24 jam.

Pagi itu, Iman Rachman mengumumkan mundur. Tidak lama berselang, Mahendra Siregar dan Inarno Djajadi menyusul pada sore harinya, diikuti Mirza Adityaswara. Mundurnya mereka seolah menjadi puncak gunung es krisis kepercayaan di pasar, setelah IHSG sempat dihentikan sementara dua kali berturut-turut akibat kepanikan investor.

MSCI dan Kepanikan Pasar

Semua bermula pada Rabu, 28 Januari 2026. MSCI merilis keputusan yang membekukan seluruh peningkatan Free Float-adjusted Investable Factor (FIF) dan jumlah saham Indonesia. Tidak ada penambahan saham Indonesia ke MSCI IMI, dan tidak ada peningkatan klasifikasi ukuran saham.

Hasilnya: pasar panik. IHSG sempat anjlok hampir 8% hingga trading halt pertama pada sesi II perdagangan. Kepanikan ini mencerminkan kekhawatiran bahwa Indonesia bisa turun dari kategori emerging market ke frontier market, setara negara-negara seperti Togo, Nigeria, dan Bangladesh.

Baca Juga:  Purbaya Diganti! Suahasil Nazara Kini Pegang Kursi Menteri Keuangan

Kamis, 29 Januari, IHSG kembali trading halt kurang dari 30 menit setelah pembukaan. Indeks terjun 665,89 poin ke level 7.654,66 pada pukul 09.26 WIB. Bursa dan OJK berupaya keras menenangkan pasar, tetapi ketidakpastian masih membayangi.

Upaya Regulator Sebelumnya

Isu MSCI bukan sesuatu yang tiba-tiba. Diskusi telah berlangsung sejak Oktober 2025. BEI dan OJK menemui MSCI, mencoba memahami dan memenuhi persyaratan yang diminta. Namun metode pembobotan baru yang diajukan dianggap tidak jelas, memaksa BEI bahkan berkonsultasi dengan FTSE.

Iman Rachman menegaskan, “Kami tetap berupaya memenuhi apa yang menjadi syarat MSCI,” sambil menyampaikan keberatan atas metode baru dan meminta perlakuan yang sama terhadap bursa lain. Meski begitu, pengumuman MSCI tetap menjadi kejutan yang memicu kepanikan investor.

Suara Investor Besar

Dalam forum Prasasti Economic Forum 2026, Chief Investment Officer Danantara, Pandu Sjahrir, memberikan pandangan tegas. Menurutnya, masukan MSCI sudah jelas: jika regulator tidak bertindak, konsekuensinya adalah penurunan kelas bursa.

“Saya lagi baca list frontier market, karena sekarang, kan, persiapannya ke frontier market. Ada negara seperti Bangladesh, Burkina Faso, Niger, Pakistan, Senegal, Togo, Indonesia. Mungkin ini [masuk frontier market] cita-cita dari regulator, saya nggak tahu. Saya serahkan balik kepada regulator karena ini sudah fakta,” kata Pandu.

Baca Juga:  Bank bjb syariah Resmi Catatkan Sukuk Subordinasi di BEI, Perkuat Modal dan Ekspansi Pembiayaan Syariah

Ia juga menyinggung saham gorengan. “Never hate the player. You’re just playing the rule of the engagement. If you don’t like the rule of engagement, change the rule of engagement. Balik ke regulator. Never hate the player. You hate the game,” ujarnya, menegaskan peran regulator dalam menjaga aturan yang sehat.

Reaksi Pemerintah

Menanggapi gejolak pasar, Kamis, 29 Januari, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memimpin pertemuan dengan jajaran pemerintah, termasuk Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Gubernur BI Perry Warjiyo, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. Tujuannya jelas: menstabilkan pasar dan mempercepat reformasi regulasi.

Sehari kemudian, Jumat, 30 Januari, sejumlah kebijakan diumumkan: free float saham dinaikkan dari 7,5% menjadi 15%, batas investasi dana pensiun dan asuransi meningkat dari 8% menjadi 20%, dan demutualisasi BEI dipercepat. Transformasi struktural ini dirancang untuk mencegah praktik pasar yang tidak sehat.

Purbaya: Momentum “Serok-Serok”

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai mundurnya Iman Rachman sebagai momentum positif bagi investor. “Ini positif kalau orang yang mengerti. Kalau mengerti mah, buy, serok-serok,” ujarnya di Wisma Danantara.

Baca Juga:  Diundang Abdul Kadir, Raja Juli Ngaku Tak Tahu Main Domino Bareng Azis Wellang

Menurut Purbaya, langkah mundur Iman justru menunjukkan tanggung jawab terhadap kegagalan menindaklanjuti masukan MSCI yang membuat pasar mengalami koreksi tajam. “Dianggapnya ekonominya enggak stabil,” tambahnya.

Ia menekankan bahwa keputusan ini tidak merugikan fiskal negara, malah memberi sinyal bahwa regulator bekerja cepat. Investor yang ragu sebelumnya kini lebih yakin bahwa arah pasar ke depan lebih baik.

IHSG Rebound

Setelah gejolak dan pengumuman reformasi, IHSG menunjukkan tanda-tanda stabil. Dari level 8.232,20 pada 29 Januari, indeks berhasil rebound 97,41 poin ke 8.329,61 pada hari Jumat. Investor mulai merespons kebijakan pemerintah, sementara langkah transformasi BEI dan peningkatan free float memberikan optimisme baru bagi pasar.

Penutup

Mundur atau tidaknya petinggi OJK dan BEI kini bukan sekadar drama birokrasi. Itu adalah simbol tanggung jawab, momentum reformasi, dan peluang bagi pasar. Di tengah kepanikan IHSG, pengumuman Purbaya untuk “serok-serok” saham menjadi pesan tersirat: krisis bisa menjadi peluang bagi mereka yang paham permainan pasar.

Di balik layar bursa, dalam ruang rapat, dan di tengah trading halt yang menegangkan, Indonesia sedang menghadapi persimpangan penting: antara gejolak jangka pendek dan reformasi struktural jangka panjang. Seperti kata Purbaya, “Kalau mengerti mah, buy, serok-serok.”

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

OJK Purbaya Yudhi Sadewa
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

1.096 Botol Miras Ilegal Disita di Jatinangor, 25 Orang Diamankan

Sudah Lama Rusak, Ruang Kelas MI Tegal Koneng Bandung Barat Ambruk

Kemarau Mengancam, Geo Dipa Unit Patuha Serahkan Tangki Air 5.000 Liter ke BPBD Bandung

Mengenal KH Hasan Abdullah Sahal: Sosok di Balik Pidato Fenomenal yang Tampar Pemimpin

Mahasiswa ITB Nyaris Terjun dari Jembatan GT Baros, Teriakan Pengendara Picu Penyelamatan

Mind Blowing: Fakta-Fakta ‘Make in Indonesia’ Implementasi Diam-Diam Konsep ‘Indonesia Incorporated’ Presiden Prabowo

Terpopuler
  • Proyek Kabel Gatot Subroto Bandung Amburadul, Internet IndiHome Mati Nyaris Sepekan dan Bikin Rugi
  • Jadwal Lengkap FC Seoul vs Persib Bandung di ACL 2: Waktu Kick-off dan Link Nonton
  • Game Free Fire
    Deretan Kode Redeem FF 15 September 2026, Klaim Reward Senjata Eksklusif Sekarang Juga!
  • Link Live Streaming ACL 2: FC Seoul vs Persib Bandung, Nonton Gratis di Sini!
  • gempa
    Rentetan Aktivitas Seismik Guncang Selat Sunda hingga Selatan Jawa, Begini Penjelasan Pakar BMKG
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.