Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Larangan Spanduk Karhutla Berujung Hujatan! Klarifikasi Mentah, Oki Rengga Dituding Star Syndrome dan Jumawa!

Sabtu, 7 November 2026 08:49 WIB

Bencana Beneran Dianggap Arena Bermain? Ria Ricis Diamuk Warganet!

Sabtu, 7 November 2026 08:01 WIB

Ukir Catatan Emas di Asia, Persib dan Borneo FC Tuai Pujian Setinggi Langit dari Ferry Paulus

Sabtu, 7 November 2026 07:28 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Larangan Spanduk Karhutla Berujung Hujatan! Klarifikasi Mentah, Oki Rengga Dituding Star Syndrome dan Jumawa!
  • Bencana Beneran Dianggap Arena Bermain? Ria Ricis Diamuk Warganet!
  • Ukir Catatan Emas di Asia, Persib dan Borneo FC Tuai Pujian Setinggi Langit dari Ferry Paulus
  • BSU 2026 Rp900 Ribu Cair Kapan? Cek Syarat Gaji UMK dan Cara Validasi Data via JMO
  • Dicari Warganet! Link Video Viral ‘Hampir 10 Menit’ Karyawan HWI Jepara, Asli atau Hoaks?
  • Bocor di TikTok dan X, Isu Video Egar dan Fina Banyuwangi Akhirnya Terbongkar!
  • Resmi dari Kemnaker! BSU 2026 Rp900 Ribu Disalurkan Lewat Himbara dan Pos
  • Dari Pengarah Hingga Hapus Bukti: Ini Peran 4 Jenderal Polri di Kasus Penyadapan Ilegal
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 7 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Pasar Panik, Petinggi OJK dan BEI Mundur Sekaligus: Purbaya dan Momentum ‘Serok-Serok’

By Aga GustianaSabtu, 31 Januari 2026 10:02 WIB4 Mins Read
Ilustrasi OJK. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Jumat, 30 Januari 2026, menjadi hari yang tak terlupakan bagi pasar modal Indonesia. Di satu sisi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih terhuyung-huyung akibat keputusan MSCI yang mengejutkan. Di sisi lain, empat figur penting di pasar modal—Direktur Utama BEI Iman Rachman, Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Inarno Djajadi, dan Wakil Ketua OJK Mirza Adityaswara—mengumumkan pengunduran diri dalam waktu kurang dari 24 jam.

Pagi itu, Iman Rachman mengumumkan mundur. Tidak lama berselang, Mahendra Siregar dan Inarno Djajadi menyusul pada sore harinya, diikuti Mirza Adityaswara. Mundurnya mereka seolah menjadi puncak gunung es krisis kepercayaan di pasar, setelah IHSG sempat dihentikan sementara dua kali berturut-turut akibat kepanikan investor.

MSCI dan Kepanikan Pasar

Semua bermula pada Rabu, 28 Januari 2026. MSCI merilis keputusan yang membekukan seluruh peningkatan Free Float-adjusted Investable Factor (FIF) dan jumlah saham Indonesia. Tidak ada penambahan saham Indonesia ke MSCI IMI, dan tidak ada peningkatan klasifikasi ukuran saham.

Hasilnya: pasar panik. IHSG sempat anjlok hampir 8% hingga trading halt pertama pada sesi II perdagangan. Kepanikan ini mencerminkan kekhawatiran bahwa Indonesia bisa turun dari kategori emerging market ke frontier market, setara negara-negara seperti Togo, Nigeria, dan Bangladesh.

Baca Juga:  Purbaya Yudhi Sadewa, Menkeu 'Koboi' dengan Jejak Jabatan Mentereng

Kamis, 29 Januari, IHSG kembali trading halt kurang dari 30 menit setelah pembukaan. Indeks terjun 665,89 poin ke level 7.654,66 pada pukul 09.26 WIB. Bursa dan OJK berupaya keras menenangkan pasar, tetapi ketidakpastian masih membayangi.

Upaya Regulator Sebelumnya

Isu MSCI bukan sesuatu yang tiba-tiba. Diskusi telah berlangsung sejak Oktober 2025. BEI dan OJK menemui MSCI, mencoba memahami dan memenuhi persyaratan yang diminta. Namun metode pembobotan baru yang diajukan dianggap tidak jelas, memaksa BEI bahkan berkonsultasi dengan FTSE.

Iman Rachman menegaskan, “Kami tetap berupaya memenuhi apa yang menjadi syarat MSCI,” sambil menyampaikan keberatan atas metode baru dan meminta perlakuan yang sama terhadap bursa lain. Meski begitu, pengumuman MSCI tetap menjadi kejutan yang memicu kepanikan investor.

Suara Investor Besar

Dalam forum Prasasti Economic Forum 2026, Chief Investment Officer Danantara, Pandu Sjahrir, memberikan pandangan tegas. Menurutnya, masukan MSCI sudah jelas: jika regulator tidak bertindak, konsekuensinya adalah penurunan kelas bursa.

“Saya lagi baca list frontier market, karena sekarang, kan, persiapannya ke frontier market. Ada negara seperti Bangladesh, Burkina Faso, Niger, Pakistan, Senegal, Togo, Indonesia. Mungkin ini [masuk frontier market] cita-cita dari regulator, saya nggak tahu. Saya serahkan balik kepada regulator karena ini sudah fakta,” kata Pandu.

Baca Juga:  Aturan Rekening Bank Dirombak OJK, Nasabah Kini Wajib Cek Status Rekening

Ia juga menyinggung saham gorengan. “Never hate the player. You’re just playing the rule of the engagement. If you don’t like the rule of engagement, change the rule of engagement. Balik ke regulator. Never hate the player. You hate the game,” ujarnya, menegaskan peran regulator dalam menjaga aturan yang sehat.

Reaksi Pemerintah

Menanggapi gejolak pasar, Kamis, 29 Januari, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memimpin pertemuan dengan jajaran pemerintah, termasuk Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Gubernur BI Perry Warjiyo, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. Tujuannya jelas: menstabilkan pasar dan mempercepat reformasi regulasi.

Sehari kemudian, Jumat, 30 Januari, sejumlah kebijakan diumumkan: free float saham dinaikkan dari 7,5% menjadi 15%, batas investasi dana pensiun dan asuransi meningkat dari 8% menjadi 20%, dan demutualisasi BEI dipercepat. Transformasi struktural ini dirancang untuk mencegah praktik pasar yang tidak sehat.

Purbaya: Momentum “Serok-Serok”

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai mundurnya Iman Rachman sebagai momentum positif bagi investor. “Ini positif kalau orang yang mengerti. Kalau mengerti mah, buy, serok-serok,” ujarnya di Wisma Danantara.

Baca Juga:  Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Jabar Terjaga di Tengah Dinamika Ekonomi Global

Menurut Purbaya, langkah mundur Iman justru menunjukkan tanggung jawab terhadap kegagalan menindaklanjuti masukan MSCI yang membuat pasar mengalami koreksi tajam. “Dianggapnya ekonominya enggak stabil,” tambahnya.

Ia menekankan bahwa keputusan ini tidak merugikan fiskal negara, malah memberi sinyal bahwa regulator bekerja cepat. Investor yang ragu sebelumnya kini lebih yakin bahwa arah pasar ke depan lebih baik.

IHSG Rebound

Setelah gejolak dan pengumuman reformasi, IHSG menunjukkan tanda-tanda stabil. Dari level 8.232,20 pada 29 Januari, indeks berhasil rebound 97,41 poin ke 8.329,61 pada hari Jumat. Investor mulai merespons kebijakan pemerintah, sementara langkah transformasi BEI dan peningkatan free float memberikan optimisme baru bagi pasar.

Penutup

Mundur atau tidaknya petinggi OJK dan BEI kini bukan sekadar drama birokrasi. Itu adalah simbol tanggung jawab, momentum reformasi, dan peluang bagi pasar. Di tengah kepanikan IHSG, pengumuman Purbaya untuk “serok-serok” saham menjadi pesan tersirat: krisis bisa menjadi peluang bagi mereka yang paham permainan pasar.

Di balik layar bursa, dalam ruang rapat, dan di tengah trading halt yang menegangkan, Indonesia sedang menghadapi persimpangan penting: antara gejolak jangka pendek dan reformasi struktural jangka panjang. Seperti kata Purbaya, “Kalau mengerti mah, buy, serok-serok.”

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

OJK Purbaya Yudhi Sadewa
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Dari Pengarah Hingga Hapus Bukti: Ini Peran 4 Jenderal Polri di Kasus Penyadapan Ilegal

Tudingan Dokter Tifa Soal Jokowi Ambil Map Ijazah di Lantai Ruang Sidang, Demi Simpati?

Gelar Aksi di DPRD Jabar, BEM Nusantara Bandung Soroti Pengawasan MBG hingga Kasus Karhutla

Aksi Begal Todong Pistol di Cangkuang Bandung Viral, Pelaku Utama Ternyata Masih 17 Tahun

CPNS

Resmi! Pemerintah Buka Rekrutmen CPNS 2026 Mulai November

Bukan Orang Sembarangan! Rahasia Gadis Bukittinggi Ini Disegani Para Syekh Besar Universitas Al-Azhar

Terpopuler
  • Link Video Viral Egar dan Fina Banyuwangi Part 1 Sampai 4 Full Durasi Dicari Netizen, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Ilustrasi video syur
    Link Video Egar dan Fina Banyuwangi Viral di TikTok, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Ramai Dicari Netizen! Terbongkar Kebenaran Isu Link Video Egar dan Fina Asal Banyuwangi
  • Geger Link Video Viral Karyawan HWI Durasi 6 Menit, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Lagi Dicari Netizen, Terungkap Isi Sebenarnya di Balik Video Viral Egar dan Fina Asal Banyuwangi
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.