Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Link Video Viral Durasi 9 Menit 48 Detik Jadi Buruan Netizen, Karyawan HWI Jepara Terseret?

Sabtu, 7 November 2026 13:30 WIB
BSU cair

Gaji di Atas Rp3,5 Juta Masih Bisa Dapat BSU 2026? Cek Ketentuan UMK dan Syarat Lengkapnya!

Sabtu, 7 November 2026 13:00 WIB

Daftar Tim Lolos 16 Besar ACL 2: Persib Bandung Bersanding dengan Raksasa Asia

Sabtu, 7 November 2026 12:31 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Link Video Viral Durasi 9 Menit 48 Detik Jadi Buruan Netizen, Karyawan HWI Jepara Terseret?
  • Gaji di Atas Rp3,5 Juta Masih Bisa Dapat BSU 2026? Cek Ketentuan UMK dan Syarat Lengkapnya!
  • Daftar Tim Lolos 16 Besar ACL 2: Persib Bandung Bersanding dengan Raksasa Asia
  • Viral Video Camat Injak Punggung Pria Demi Seberangi Kubangan, Pemkab Buka Suara!
  • Tragedi Ngaliwet di Garut: Cuma Gegara Sambal Asin, Paman Tega Tikam Keponakan Hingga Tewas
  • Larangan Spanduk Karhutla Berujung Hujatan! Klarifikasi Mentah, Oki Rengga Dituding Star Syndrome dan Jumawa!
  • Bencana Beneran Dianggap Arena Bermain? Ria Ricis Diamuk Warganet!
  • Ukir Catatan Emas di Asia, Persib dan Borneo FC Tuai Pujian Setinggi Langit dari Ferry Paulus
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 7 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Sudah Lama Rusak, Ruang Kelas MI Tegal Koneng Bandung Barat Ambruk

By SusanaMinggu, 20 September 2026 17:15 WIB4 Mins Read
Ruang kelas MI Tegal Koneng Bandung Barat ambruk akibat pergeseran tanah dan bangunan lapuk. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Ruang kelas Madrasah Ibtidaiyah (MI) Tegal Koneng, Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat, ambruk pada Sabtu (19/9/2026) dini hari.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 01.00 WIB ketika hujan deras mengguyur kawasan Tegalkoneng. Tidak ada aktivitas belajar mengajar saat kejadian berlangsung, namun ambruknya bangunan membuat kegiatan pendidikan siswa MI Tegal Koneng terganggu.

Abuy Supian (59), guru kelas V MI Tegal Koneng, mengatakan bangunan tiba-tiba ambruk saat hujan deras melanda wilayah tersebut.

“Mendadak bangunan ambruk,” kata Abuy saat ditemui di lokasi kejadian, Minggu (20/9/2026).

Menurut Abuy, kerusakan bangunan diduga berkaitan dengan kondisi tanah yang mengalami pergeseran. Sebagian lantai ruangan sebelumnya memang telah mengalami ambles akibat pergerakan tanah.

Kondisi serupa juga terlihat pada sejumlah ruang kelas lainnya. Beberapa bagian bangunan disebut masih terancam ambruk karena lantai mengalami penurunan dan kayu penyangga atap telah lapuk.

Bangunan Sekolah Sudah Lama Rusak

Ambruknya ruang kelas MI Tegal Koneng tidak terjadi secara tiba-tiba tanpa tanda. Sebelum kejadian, bagian bangunan sudah mengalami keretakan dan kerusakan.

Pihak sekolah bahkan sempat memasang bambu sebagai penyangga pada bagian depan bangunan karena kondisinya semakin mengkhawatirkan.

Abuy mengatakan pihak sekolah sebenarnya telah berulang kali mengajukan bantuan perbaikan kepada pemerintah pusat maupun Kementerian Agama.

Pada 2007, MI Tegal Koneng sempat mendapatkan bantuan untuk pembangunan tiga ruang kelas baru. Lima tahun kemudian, tepatnya pada 2012, sekolah kembali memperoleh bantuan untuk pembangunan satu ruang kelas baru.

Namun, setelah bantuan tersebut, sekolah belum kembali mendapatkan bantuan untuk memperbaiki sejumlah bagian bangunan yang mengalami kerusakan.

Kerusakan pun berangsur-angsur bertambah hingga akhirnya salah satu ruang kelas ambruk.

“Kalau mengajukan bantuan itu sering, realisasinya yang tidak ada,” ujar Abuy.

Dana BOS Terbatas

Kondisi tersebut juga diperberat dengan keterbatasan dana operasional sekolah.

Menurut Abuy, dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang diterima MI Tegal Koneng relatif kecil karena jumlah siswanya tidak banyak. Besaran BOS sendiri berkaitan dengan jumlah peserta didik.

Keterbatasan dana membuat sekolah kesulitan menggunakan anggaran operasional untuk menangani kerusakan bangunan yang membutuhkan biaya cukup besar.

Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pihak sekolah. Kerusakan fasilitas juga membuat sejumlah siswa memilih melanjutkan pendidikan ke sekolah dasar negeri yang lokasinya lebih jauh dari rumah mereka.

Guru Bersyukur Tak Terjadi Saat Jam Belajar

Nendah Hodijah (54), guru kelas I dan II MI Tegal Koneng, mengaku mendengar suara ketika ruang kelas tersebut ambruk pada Sabtu dini hari.

Rumah Nendah berada tidak jauh dari sekolah. Namun, karena hujan masih turun deras, ia tidak langsung keluar untuk melihat kondisi bangunan.

Pada Sabtu pagi, Nendah baru mendatangi sekolah dan melihat langsung ruang kelas yang telah runtuh.

Meski merasa sedih melihat ruang kelas tempat siswa belajar ambruk, Nendah bersyukur kejadian tersebut berlangsung saat dini hari ketika tidak ada kegiatan belajar mengajar.

“Saya tak bisa membayangkan nasib para murid jika peristiwa itu terjadi saat proses belajar di kelas,” tuturnya.

Siswa Kelas I dan II Kehilangan Ruang Belajar

Ambruknya ruang kelas tersebut berdampak langsung terhadap kegiatan belajar siswa MI Tegal Koneng.

Siswa kelas I dan II kehilangan ruang belajar ketika kembali masuk sekolah pada Senin (21/9/2026).

Pihak sekolah kemudian melakukan musyawarah bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Desa Buninagara dan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) untuk membahas langkah sementara setelah ruang kelas tidak bisa digunakan.

Salah satu opsi yang disiapkan adalah memindahkan kegiatan belajar siswa ke kobong atau ruang sederhana yang tersedia di lingkungan tersebut.

“Untuk sementara, siswa mungkin belajar lesehan dulu di kobong,” kata Abuy.

Sekolah berharap pemerintah dapat segera memberikan bantuan pembangunan dan perbaikan ruang kelas sehingga kegiatan belajar mengajar dapat kembali berlangsung dengan aman dan normal.

MI Tegal Koneng Berdiri Sejak 1950

MI Tegal Koneng merupakan sekolah yang telah berdiri sejak 1950 dan selama puluhan tahun menjadi salah satu tempat pendidikan bagi masyarakat di sekitarnya.

Para siswa tidak hanya berasal dari Tegalkoneng, tetapi juga sejumlah kampung seperti Dengkeng, Budiasih, Gunungbatu, Cimungkal dan Kadalmoyan.

Karena itu, kondisi bangunan sekolah yang semakin rusak menjadi perhatian bagi masyarakat yang selama ini mengandalkan MI Tegal Koneng sebagai tempat pendidikan anak-anak mereka.

Pihak sekolah berharap persoalan tersebut segera mendapatkan penanganan, terutama karena beberapa ruang lain juga disebut berada dalam kondisi yang perlu diperhatikan.

Perbaikan bukan hanya dibutuhkan agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali normal, tetapi juga untuk memastikan siswa dan guru dapat menjalankan aktivitas pendidikan di lingkungan sekolah yang aman.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

MI Tegal Koneng MI Tegal Koneng Bandung Barat ruang kelas ambruk sekolah ambruk Bandung Barat
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Viral Video Camat Injak Punggung Pria Demi Seberangi Kubangan, Pemkab Buka Suara!

Tragedi Ngaliwet di Garut: Cuma Gegara Sambal Asin, Paman Tega Tikam Keponakan Hingga Tewas

Dari Pengarah Hingga Hapus Bukti: Ini Peran 4 Jenderal Polri di Kasus Penyadapan Ilegal

Tudingan Dokter Tifa Soal Jokowi Ambil Map Ijazah di Lantai Ruang Sidang, Demi Simpati?

Gelar Aksi di DPRD Jabar, BEM Nusantara Bandung Soroti Pengawasan MBG hingga Kasus Karhutla

Aksi Begal Todong Pistol di Cangkuang Bandung Viral, Pelaku Utama Ternyata Masih 17 Tahun

Terpopuler
  • Link Video Viral Egar dan Fina Banyuwangi Part 1 Sampai 4 Full Durasi Dicari Netizen, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Ilustrasi video syur
    Link Video Egar dan Fina Banyuwangi Viral di TikTok, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Ramai Dicari Netizen! Terbongkar Kebenaran Isu Link Video Egar dan Fina Asal Banyuwangi
  • Geger Link Video Viral Karyawan HWI Durasi 6 Menit, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Lagi Dicari Netizen, Terungkap Isi Sebenarnya di Balik Video Viral Egar dan Fina Asal Banyuwangi
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.