Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Link Telegram ‘Full Video’ Ibu Tiri vs Anak Tiri Bertebaran, Part 2 Ada yang Janggal?

Sabtu, 28 Maret 2026 05:00 WIB

Mantap! Pensiunan PNS Terima Gaji dan Tunjangan hingga Ratusan Ribu Rupiah

Sabtu, 28 Maret 2026 04:00 WIB
Persib Bandung

Persib Wajib Waspada! Guillermo Fernandez Siap Jadi Mimpi Buruk di Padang

Sabtu, 28 Maret 2026 03:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Link Telegram ‘Full Video’ Ibu Tiri vs Anak Tiri Bertebaran, Part 2 Ada yang Janggal?
  • Mantap! Pensiunan PNS Terima Gaji dan Tunjangan hingga Ratusan Ribu Rupiah
  • Persib Wajib Waspada! Guillermo Fernandez Siap Jadi Mimpi Buruk di Padang
  • Terbongkar Rahasia Gelap di Balik Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri Ternyata Konten Luar Negeri?
  • AWAS JEBAKAN! Link Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Ternyata Umpan Hacker Curi Data Pribadi, Jangan Klik!
  • Dulu Viral, Sekarang Abadi! Kisah Dibalik Patung ‘Rantai Manusia’ di Kazakhstan yang Bikin Haru
  • Heboh! Link Telegram Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di Kebun Sawit Ramai Diburu, Ini Fakta Sebenarnya
  • Resmi! Susunan Pemain Timnas Indonesia Lawan Saint Kitts & Nevis: Elkan Baggott Starter
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 28 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

PBB Pantau Demo di Indonesia, Dugaan Pelanggaran HAM Jadi Sorotan

By Aga GustianaRabu, 3 September 2025 02:00 WIB2 Mins Read
Demo Jakarta
Ilustrasi, Demo Jakarta. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyoroti gelombang unjuk rasa yang berakhir ricuh di berbagai wilayah Indonesia. Melalui Kantor Hak Asasi Manusia (OHCHR), PBB menyerukan penyelidikan menyeluruh terhadap dugaan pelanggaran HAM yang dilakukan aparat selama penanganan aksi.

“Kami menyerukan investigasi yang cepat, menyeluruh, dan transparan terhadap semua dugaan pelanggaran hukum hak asasi manusia (HAM) internasional, termasuk yang berkaitan dengan penggunaan kekuatan,” ujar juru bicara OHCHR, Ravina Shamdasani, dalam pernyataan resmi yang dirilis melalui situs PBB, Selasa (2/9/2025).

PBB Pantau Protes Nasional

PBB menegaskan akan terus memantau dinamika protes nasional yang dipicu berbagai isu, mulai dari tunjangan parlemen, kebijakan penghematan, hingga dugaan penggunaan kekuatan berlebihan oleh aparat keamanan.

“Memantau dengan saksama serangkaian tindak kekerasan di Indonesia dalam konteks protes nasional atas tunjangan parlemen, langkah-langkah penghematan, dan dugaan penggunaan kekuatan yang tidak perlu atau tidak proporsional oleh aparat keamanan,” jelas Shamdasani.

Baca Juga:  Bupati Pati Sudewo Tolak Mundur Meski DPRD Bentuk Pansus Pemakzulan

Pentingnya Dialog Publik

Selain itu, PBB menekankan pentingnya pemerintah Indonesia mengutamakan dialog untuk meredam keresahan publik.

“Kami menekankan pentingnya dialog untuk mengatasi kekhawatiran publik,” cetusnya.

Kebebasan Sipil dan HAM

OHCHR juga mengingatkan bahwa kebebasan sipil harus tetap dijunjung tinggi, terutama di tengah situasi yang tegang.

Baca Juga:  Jokowi Kecam Keras Serangan Israel ke Gaza, Lebanon dan Pasukan Perdamaian PBB

“Otoritas berwenang harus menjunjung tinggi hak berkumpul secara damai dan kebebasan berekspresi sambil menjaga ketertiban, sesuai dengan norma dan standar internasional,” ujar Shamdasani.

Ketaatan Aparat Keamanan pada Aturan Internasional

Ia menambahkan, aparat keamanan wajib mematuhi aturan internasional terkait penggunaan kekuatan, termasuk saat militer dikerahkan dalam penegakan hukum.

“Seluruh aparat keamanan, termasuk militer ketika dikerahkan dalam kapasitas penegakan hukum, harus mematuhi prinsip-prinsip dasar tentang penggunaan kekuatan dan senjata api oleh aparat penegak hukum,” imbaunya.

Baca Juga:  Ojol Protes Kekerasan di Cimekar, Polisi Terjunkan Tim Mediasi

Peran Media dalam Situasi Tegang

Shamdasani juga menyoroti peran media dalam situasi yang penuh ketegangan ini.

“Penting agar media diizinkan untuk melaporkan peristiwa secara bebas dan independen,” tandasnya.

Dampak Gelombang Unjuk Rasa

Gelombang unjuk rasa yang berlangsung beberapa hari terakhir telah menelan korban jiwa. Sedikitnya enam orang dilaporkan meninggal dalam kericuhan di Jakarta, Yogyakarta, dan Makassar.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

aparat keamanan Hak Asasi Manusia kebebasan sipil kericuhan OHCHR PBB pelanggaran HAM protes nasional Ravina Shamdasani unjuk rasa Indonesia
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Mantap! Pensiunan PNS Terima Gaji dan Tunjangan hingga Ratusan Ribu Rupiah

Dramatis! Polisi dan Korban Kompak Jebak Maling Motor di Ujungberung

Mencekam! Langit Israel Dipenuhi Gagak Saat Konflik Timur Tengah Memanas

Kecelakaan Maut di Nagreg, Satu Orang Tewas Usai Tertabrak Mobil Boks

Dua Pelajar Terseret Ombak di Pangandaran, Satu Selamat Satu Masih Hilang

Ilustrasi emas antam

Harga Emas Antam Turun Tajam! Kini Rp 2,81 Juta per Gram, Ini Daftarnya

Terpopuler
  • Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.
    Netizen Penasaran! Video Viral Kebun Sawit Ini Bisa Mengandung Risiko Digital
  • Link Video Ojol vs Bule 17 Menit Viral, Ternyata Settingan WNA di Bali demi Konten
  • Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit: Dari TikTok Hingga Ancaman Pidana UU ITE
  • Viral di TikTok! Kronologi Video Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit
  • Heboh! Link Telegram Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di Kebun Sawit Ramai Diburu, Ini Fakta Sebenarnya
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.