Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Viral video ukhti mukena pink.

Warganet Penasaran Video Mukena Pink Tanpa Sensor, Hati-Hati Link Berbahaya

Senin, 16 Maret 2026 01:00 WIB
Persib Bandung

Persib Gagal Menang, tapi Poin Tetap di Puncak Klasemen Super League

Minggu, 15 Maret 2026 22:48 WIB

Ledakan Misterius Hancurkan Kontrakan 19 Kamar di Cileunyi, Satu Penghuni Terluka

Minggu, 15 Maret 2026 21:53 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Warganet Penasaran Video Mukena Pink Tanpa Sensor, Hati-Hati Link Berbahaya
  • Persib Gagal Menang, tapi Poin Tetap di Puncak Klasemen Super League
  • Ledakan Misterius Hancurkan Kontrakan 19 Kamar di Cileunyi, Satu Penghuni Terluka
  • Atur WFA Saat Libur Nyepi–Lebaran 2026, Pemkab Bandung Pastikan Pelayanan Publik Tetap Jalan
  • Pulang Umrah, Bupati Bandung Dadang Supriatna Langsung Tinjau Banjir Bandang Desa Panyadap Solokanjeruk
  • Ramadan 2026 Heboh! Link Video Mukena Pink No Sensor Tersebar, Begini Isi Videonya
  • Bukan Main Layangan, Bocah 10 Tahun Ini Malah Sibuk Masak dan Urus Orang Tua Sakit!
  • Doa Buka Puasa dan Jadwal Adzan Maghrib Bandung 15 Maret 2026
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 16 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Pedagang di Cimol Bandung Resah, Pengetatan Razia Pakaian Impor Bikin Jualan Sepi

By Muhammad Rafki Razif KiransyahSelasa, 28 Oktober 2025 15:05 WIB2 Mins Read
Pedagang Pakaian di Cimol Bandung resah akibat kebijakan Menkeu Purbaya.
Pedagang Pakaian di Cimol Bandung resah akibat kebijakan Menkeu Purbaya. (Foto: bukamata.id/M Rafki)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Sejumlah pedagang eceran pakaian thrifting di Pasar Cimol, Gedebage, Kota Bandung merasa khawatir atas kebijakan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa. Pasalnya, kebijakan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang memperketat razia bal pakaian impor ilegal di pelabuhan membuat roda jual-beli di Cimol tersendat.

“Kalau melihat dari situasi pasar sekarang ini, kami pedagang pengecer sangat terdampak sekali. Berdagang jadi sepi,” tutur Rusdianto salah satu pemilik toko pakaian eceran saat ditemui di lapaknya, Selasa (28/10/2025).

Rusdianto mengaku, sejak kebijakan itu diberlakukan, omset penjualannya menurun drastis lebih dari 50 persen. Padahal, sebagian besar barang dagangannya ia peroleh dari pemasok lokal yang membeli bal pakaian dari gudang-gudang besar.

“Kami ini cuma jualan eceran, bukan yang impor langsung. Barangnya juga ada yang baru, ada yang thrifting, tapi semuanya masih layak dipakai,” ujarnya.

Baca Juga:  Dadang Supriatna Dorong Partai Koalisi Panaskan Mesin Partai, Target Raih 1,5 Juta Suara

Bagi Rusdianto, kebijakan tersebut seakan menyamaratakan pelaku usaha di lapangan. Ia menilai, pedagang kecil seperti dirinya seharusnya tak ikut menanggung risiko dari kebijakan yang seharusnya menyasar impor ilegal di tingkat hulu.

“Tidak semua pedagang Cimol ini jual barang thrifting, banyak juga yang jual barang gres. Harapannya, pemerintah bisa pikirkan nasib kami pedagang kecil,” kata dia.

Baca Juga:  Purbaya Tegas Tolak Bayar Utang Kereta Cepat Whoosh Pakai APBN, Istana Ikut Angkat Bicara

Di lapak tak jauh dari Rusdianto, Bernard Sinanggaling (49) mengeluhkan hal serupa. Ia menuturkan, razia bal impor di pelabuhan otomatis memutus pasokan barang yang biasa mereka jual di pasar.

“Kalau hulunya tidak ada barang, kami di sini juga nggak bisa jualan. Kami tentu sangat resah,” ucap Bernard.

Bernard menyebut, sebelum kebijakan itu diterapkan, kondisi pasar sudah lesu. Kini, dengan menurunnya stok dan sepinya pengunjung, penjualannya anjlok hingga 70 persen.

Baca Juga:  Rekomendasi Wisata di Pangalengan Bandung, Jalan di Atas Awan dan Hamparan Kebun Teh

“Pengunjung sudah berkurang, barang makin susah. Kami nggak tahu harus gimana lagi,” tambahnya.

Para pedagang Cimol sepakat: mereka bukan pelaku impor ilegal, melainkan pedagang kecil yang hidup dari menjual pakaian layak pakai dengan harga terjangkau. Mereka berharap pemerintah lebih bijak dalam menegakkan aturan, agar semangat berdagang yang tersisa tidak ikut mati.

“Kami cuma ingin tetap bisa jualan dan menghidupi keluarga,” ungkapnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

bandung ekonomi rakyat Pakaian Thrifting Pasar Cimol Pedagang Kecil Purbaya Yudhi Sadewa Razia Impor Ilegal UMKM
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Ledakan Misterius Hancurkan Kontrakan 19 Kamar di Cileunyi, Satu Penghuni Terluka

CPNS Kemenag

Atur WFA Saat Libur Nyepi–Lebaran 2026, Pemkab Bandung Pastikan Pelayanan Publik Tetap Jalan

Pulang Umrah, Bupati Bandung Dadang Supriatna Langsung Tinjau Banjir Bandang Desa Panyadap Solokanjeruk

Bukan Main Layangan, Bocah 10 Tahun Ini Malah Sibuk Masak dan Urus Orang Tua Sakit!

Doa Buka Puasa dan Jadwal Adzan Maghrib Bandung 15 Maret 2026

CPNS Kemenag

Mobil Dinas Tak Boleh untuk Mudik, ASN Bandung Diminta Patuhi Aturan

Terpopuler
  • Viral Video Kebun Sawit Ibu Tiri vs Anak Tiri, Apa Isinya? Hati-hati Jebakan Batman!
  • Video Aksi Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit Viral, Link Diburu Netizen
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Waspada Klaim Full Durasi Video Ukhti Mukena Pink ‘No Sensor’, Ini Faktanya
  • Viral video ukhti mukena pink.
    Hati-hati! Link Video Viral Mukena Pink ‘No Sensor’ Bisa Sebarkan Malware
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Fenomena Ukhti Mukena Pink Viral di TikTok, Pakar Ingatkan Bahaya Tersembunyi di Balik Link Video
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.