Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Sentimen Suku Kental dan Boros Anggaran, Wacana Provinsi Sunda Dinilai Belum Mendesak

Sabtu, 4 Juli 2026 16:26 WIB

Tabel Angsuran KUR BNI 2026 Plafon Rp100 Juta: Panduan Simulasi Cicilan Murah untuk Tambahan Modal UMKM

Sabtu, 4 Juli 2026 15:45 WIB

Tabel Angsuran KUR BRI 2026: Simulasi Cicilan Plafon Rp100 Juta Tanpa Jaminan untuk Modal Usaha

Sabtu, 4 Juli 2026 15:34 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Sentimen Suku Kental dan Boros Anggaran, Wacana Provinsi Sunda Dinilai Belum Mendesak
  • Tabel Angsuran KUR BNI 2026 Plafon Rp100 Juta: Panduan Simulasi Cicilan Murah untuk Tambahan Modal UMKM
  • Tabel Angsuran KUR BRI 2026: Simulasi Cicilan Plafon Rp100 Juta Tanpa Jaminan untuk Modal Usaha
  • Bukan Cuma Uang! Ternyata Ini Alasan Kuat Sandy Walsh Mau Terima Kontrak 3 Tahun di Persib Bandung
  • Benarkah Persib ‘Hancurkan’ Karier Pemain Timnas? Menguliti Profil & Kredibilitas Arul El Pundit
  • Bagan Resmi 16 Besar Piala Dunia 2026: Peta Persaingan Fase Gugur Menuju Semifinal
  • Truk Rem Blong Picu Tabrakan Beruntun di Sukabumi, Sopir Sempat Terjepit Kabin Terguling
  • Jadwal Babak 16 Besar Piala Dunia 2026: Bentrokan Akbar Argentina vs Mesir di Atlanta
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 4 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Purbaya Tegas Tolak Bayar Utang Kereta Cepat Whoosh Pakai APBN, Istana Ikut Angkat Bicara

By Aga GustianaSenin, 13 Oktober 2025 13:00 WIB3 Mins Read
Kereta Cepat Whoosh
Kereta Api Cepat Bandung. (KCIC)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Sikap tegas Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa terkait pembiayaan utang proyek kereta cepat Whoosh menjadi sorotan publik. Ia dengan jelas menyatakan bahwa pemerintah tidak akan menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk menanggung kewajiban utang proyek tersebut.

Pernyataan Purbaya ini juga mendapatkan respons dari Istana. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan bahwa pemerintah memang tidak memiliki rencana untuk memakai APBN dalam menyelesaikan kewajiban keuangan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).

“Beberapa waktu yang lalu juga sudah dibicarakan untuk diminta mencari skema ya, skema supaya beban keuangan itu bisa dicarikan jalan keluar,” ujar Prasetyo usai rapat terbatas di kediaman Presiden Prabowo Subianto, Kertanegara, Jakarta, Minggu malam (12/10/2025).

Meski demikian, Prasetyo menjelaskan bahwa pembahasan soal utang proyek Whoosh tidak termasuk dalam agenda rapat malam tersebut. “Malam ini tidak, malam ini tidak sempat. Whoosh bukan salah satu pembahasan malam ini,” katanya.

Ia menilai keberadaan proyek kereta cepat memiliki manfaat strategis dalam meningkatkan konektivitas wilayah. Pemerintah bahkan mempertimbangkan untuk memperluas jaringannya ke sejumlah daerah lain. “Justru, kita ingin sebenarnya kan itu berkembang ya, tidak hanya ke Jakarta dan sampai ke Bandung, mungkin juga kita sedang berpikir untuk sampai ke Jakarta, ke Surabaya,” tambahnya.

Baca Juga:  Brian Yuliarto Resmi Dilantik Prabowo Jadi Mendikti Saintek Gantikan Satryo

Purbaya: Jangan Bebani APBN, Danantara Harus Kelola Sendiri

Purbaya Yudhi Sadewa secara terbuka menolak ide agar utang KCIC dilunasi dengan dana negara. Ia menegaskan bahwa tanggung jawab tersebut berada di tangan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia sebagai pihak yang menaungi proyek kereta cepat.

“Utang KCIC dibiayai APBN, saya belum dihubungi untuk masalah itu, nanti begitu ada saya di jumpa pers mingguan, saya kasih tahu updatenya seperti apa,” ujarnya dalam Media Gathering Kemenkeu 2025 di Novotel Bogor, Jumat (10/10/2025).

Ia juga mengungkapkan bahwa hingga kini Kementerian Keuangan belum menerima usulan resmi dari pihak manapun untuk menggunakan dana APBN dalam menyelesaikan utang proyek tersebut.

Baca Juga:  Kabar Gembira ASN! Gaji ke-13 2026 Resmi Diatur, Ini Besaran dan Kelompok Penerimanya

Menurut Purbaya, Danantara memiliki kapasitas finansial yang kuat untuk menangani kewajiban ini tanpa melibatkan APBN. “Yang jelas sekarang saya belum dihubungi tentang masalah itu. Tapi kalau ini kan di bawah Danantara kan ya. Kalau di bawah Danantara kan mereka sudah punya manajemen sendiri, sudah punya dividen sendiri yang rata-rata setahun bisa Rp80 triliun atau lebih,” jelasnya.

Purbaya menegaskan bahwa tanggung jawab pengelolaan keuangan proyek Whoosh seharusnya dikelola dari sumber daya internal Danantara, bukan dari anggaran negara. “Harusnya mereka manage dari situ, jangan ke kita lagi. Karena kalau enggak ya semuanya ke kita lagi termasuk dividennya. Jadi ini kan mau dipisahin swasta sama government,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya pemisahan peran antara pemerintah dan swasta dalam proyek infrastruktur skala besar seperti Whoosh. “Jangan kalau enak swasta, kalau enggak enak government. Posisi saya sekarang yang saya tahu seperti mana saya belum disusunin sama mereka,” tutupnya.

Baca Juga:  Dukung Purbaya atau Bela Pedagang? Polemik Larangan Thrifting Memanas di Gedung DPR!

Skema Penyelesaian Utang Masih Dibahas

BPI Danantara diketahui tengah menyiapkan dua opsi penyelesaian utang proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung yang kini membebani neraca keuangan PT Kereta Api Indonesia (KAI). Opsi pertama adalah menambah penyertaan modal kepada KAI, sedangkan opsi kedua berupa penyerahan infrastruktur kereta cepat kepada pemerintah.

Proyek Whoosh sendiri digarap oleh PT KCIC, perusahaan patungan antara konsorsium BUMN Indonesia melalui PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) dan mitra dari China. Sekitar 75 persen pembiayaan proyek berasal dari pinjaman China Development Bank, sementara sisanya ditopang oleh modal pemegang saham, termasuk KAI, Wijaya Karya, PTPN I, dan Jasa Marga.

Dengan sikap tegas Purbaya dan arahan pemerintah untuk mencari skema alternatif, nasib penyelesaian utang Whoosh kini bergantung pada keputusan korporasi dan badan pengelola investasi, bukan APBN

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

APBN Danantara KCIC Kereta Cepat Whoosh Prabowo Subianto Purbaya Yudhi Sadewa
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Sentimen Suku Kental dan Boros Anggaran, Wacana Provinsi Sunda Dinilai Belum Mendesak

Truk Rem Blong Picu Tabrakan Beruntun di Sukabumi, Sopir Sempat Terjepit Kabin Terguling

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Cara Cek BPNT Juli 2026 Lewat HP, Ini Tanda Bantuan Sudah Cair

Anak Diduga Hilang dari Katapang Ditemukan Meninggal di Jembatan BBS Bandung Barat

Om Zein saat menghadiri acara di Purwakarta.

Imbas Lagu Kontroversial ‘Lalaki Langit’, Bupati Purwakarta Diperiksa Intensif 8 Jam di Kemendagri

Pencabulan

Dugaan Kasus Rudapaksa di Sapan Bandung, Korban Masih Jalani Pemulihan Trauma

Terpopuler
  • Ini Link Bagan 32 Besar Piala Dunia 2026 untuk Pantau Jadwal dan Skema Pertandingan
  • Link Live Pagi Ini: Portugal vs Kroasia 32 Besar Piala Dunia 2026, Siapa Lolos?
  • Jangan Asal Klik! Video Handuk Putih Anak vs Ibu Viral, Begini Fakta dan Bahaya Link Palsunya
  • Lirik Lagu Lalaki Langit Lalanang Bejat Viral! Ini Isi Lagu Om Zein yang Tuai Polemik
  • Video Handuk Putih Anak vs Ibu Viral di TikTok, Link Fullnya Bikin Waswas
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.