Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bukan di GBLA? Laga Penentu Persib di ACL Two Terancam Geser ke Si Jalak Harupat

Jumat, 21 Agustus 2026 22:05 WIB

14 Pohon di Jalan Pahlawan Bandung Dikuliti, 2 Dipastikan Mati! Motif Pelaku Bikin Heran

Jumat, 21 Agustus 2026 21:35 WIB

Persib Punya 12 Pemain Asing, Igor Tolic Akhirnya Buka Suara soal Siapa yang Bakal Dilepas

Jumat, 21 Agustus 2026 21:26 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bukan di GBLA? Laga Penentu Persib di ACL Two Terancam Geser ke Si Jalak Harupat
  • 14 Pohon di Jalan Pahlawan Bandung Dikuliti, 2 Dipastikan Mati! Motif Pelaku Bikin Heran
  • Persib Punya 12 Pemain Asing, Igor Tolic Akhirnya Buka Suara soal Siapa yang Bakal Dilepas
  • Terbang Ke Australia Hingga Korea, Marc Klok Jujur Soal Beban Persib di ACL Two
  • Jabar Masih Dibelit Masalah, Kehadiran Dedi Mulyadi di NTT Dinilai Tak Urgent
  • Gudang Hancur, Beras Utuh! Keteladanan Hati Warga NTT yang Bikin Satu Indonesia Terharu
  • Bansos Tahap 3 2026 Masih Cair, Cek Status Penerima PKH dan BPNT Sekarang
  • Gratis dari Liverpool! Real Madrid Amankan Bek Prancis Ibrahima Konate hingga 2030
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 21 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Purbaya Tegas Tolak Bayar Utang Kereta Cepat Whoosh Pakai APBN, Istana Ikut Angkat Bicara

By Aga GustianaSenin, 13 Oktober 2025 13:00 WIB3 Mins Read
Kereta Cepat Whoosh
Kereta Api Cepat Bandung. (KCIC)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Sikap tegas Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa terkait pembiayaan utang proyek kereta cepat Whoosh menjadi sorotan publik. Ia dengan jelas menyatakan bahwa pemerintah tidak akan menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk menanggung kewajiban utang proyek tersebut.

Pernyataan Purbaya ini juga mendapatkan respons dari Istana. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan bahwa pemerintah memang tidak memiliki rencana untuk memakai APBN dalam menyelesaikan kewajiban keuangan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).

“Beberapa waktu yang lalu juga sudah dibicarakan untuk diminta mencari skema ya, skema supaya beban keuangan itu bisa dicarikan jalan keluar,” ujar Prasetyo usai rapat terbatas di kediaman Presiden Prabowo Subianto, Kertanegara, Jakarta, Minggu malam (12/10/2025).

Meski demikian, Prasetyo menjelaskan bahwa pembahasan soal utang proyek Whoosh tidak termasuk dalam agenda rapat malam tersebut. “Malam ini tidak, malam ini tidak sempat. Whoosh bukan salah satu pembahasan malam ini,” katanya.

Ia menilai keberadaan proyek kereta cepat memiliki manfaat strategis dalam meningkatkan konektivitas wilayah. Pemerintah bahkan mempertimbangkan untuk memperluas jaringannya ke sejumlah daerah lain. “Justru, kita ingin sebenarnya kan itu berkembang ya, tidak hanya ke Jakarta dan sampai ke Bandung, mungkin juga kita sedang berpikir untuk sampai ke Jakarta, ke Surabaya,” tambahnya.

Baca Juga:  Live Streaming Pelantikan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, Tayang Dimana?

Purbaya: Jangan Bebani APBN, Danantara Harus Kelola Sendiri

Purbaya Yudhi Sadewa secara terbuka menolak ide agar utang KCIC dilunasi dengan dana negara. Ia menegaskan bahwa tanggung jawab tersebut berada di tangan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia sebagai pihak yang menaungi proyek kereta cepat.

“Utang KCIC dibiayai APBN, saya belum dihubungi untuk masalah itu, nanti begitu ada saya di jumpa pers mingguan, saya kasih tahu updatenya seperti apa,” ujarnya dalam Media Gathering Kemenkeu 2025 di Novotel Bogor, Jumat (10/10/2025).

Ia juga mengungkapkan bahwa hingga kini Kementerian Keuangan belum menerima usulan resmi dari pihak manapun untuk menggunakan dana APBN dalam menyelesaikan utang proyek tersebut.

Baca Juga:  Prabowo Minta Aparat Malaysia Investigasi Menyeluruh soal Penembakan 5 WNI

Menurut Purbaya, Danantara memiliki kapasitas finansial yang kuat untuk menangani kewajiban ini tanpa melibatkan APBN. “Yang jelas sekarang saya belum dihubungi tentang masalah itu. Tapi kalau ini kan di bawah Danantara kan ya. Kalau di bawah Danantara kan mereka sudah punya manajemen sendiri, sudah punya dividen sendiri yang rata-rata setahun bisa Rp80 triliun atau lebih,” jelasnya.

Purbaya menegaskan bahwa tanggung jawab pengelolaan keuangan proyek Whoosh seharusnya dikelola dari sumber daya internal Danantara, bukan dari anggaran negara. “Harusnya mereka manage dari situ, jangan ke kita lagi. Karena kalau enggak ya semuanya ke kita lagi termasuk dividennya. Jadi ini kan mau dipisahin swasta sama government,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya pemisahan peran antara pemerintah dan swasta dalam proyek infrastruktur skala besar seperti Whoosh. “Jangan kalau enak swasta, kalau enggak enak government. Posisi saya sekarang yang saya tahu seperti mana saya belum disusunin sama mereka,” tutupnya.

Baca Juga:  Hindari Calo, KCIC Periksa Kesesuaian Tiket Penumpang Whoosh

Skema Penyelesaian Utang Masih Dibahas

BPI Danantara diketahui tengah menyiapkan dua opsi penyelesaian utang proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung yang kini membebani neraca keuangan PT Kereta Api Indonesia (KAI). Opsi pertama adalah menambah penyertaan modal kepada KAI, sedangkan opsi kedua berupa penyerahan infrastruktur kereta cepat kepada pemerintah.

Proyek Whoosh sendiri digarap oleh PT KCIC, perusahaan patungan antara konsorsium BUMN Indonesia melalui PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) dan mitra dari China. Sekitar 75 persen pembiayaan proyek berasal dari pinjaman China Development Bank, sementara sisanya ditopang oleh modal pemegang saham, termasuk KAI, Wijaya Karya, PTPN I, dan Jasa Marga.

Dengan sikap tegas Purbaya dan arahan pemerintah untuk mencari skema alternatif, nasib penyelesaian utang Whoosh kini bergantung pada keputusan korporasi dan badan pengelola investasi, bukan APBN

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

APBN Danantara KCIC Kereta Cepat Whoosh Prabowo Subianto Purbaya Yudhi Sadewa
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

14 Pohon di Jalan Pahlawan Bandung Dikuliti, 2 Dipastikan Mati! Motif Pelaku Bikin Heran

Jabar Masih Dibelit Masalah, Kehadiran Dedi Mulyadi di NTT Dinilai Tak Urgent

Gudang Hancur, Beras Utuh! Keteladanan Hati Warga NTT yang Bikin Satu Indonesia Terharu

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Bansos Tahap 3 2026 Masih Cair, Cek Status Penerima PKH dan BPNT Sekarang

7.326 PPPK Paruh Waktu Bandung Dapat Kepastian, Ini Alasan Belum Diangkat Jadi Penuh Waktu

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Saldo Bansos Belum Masuk? Ini Penyebab PKH, BPNT dan Bantuan Beras Agustus 2026 Belum Cair

Terpopuler
  • Deretan Kode Redeem FF 19 Agustus 2026: Amankan Evolution Stone dan Skin Spesial Kemerdekaan!
  • Auto Resign Massal? Rahasia Gaji Pengupas Bawang Rp700 Ribu per Kg yang Bikin Heboh Indonesia!
  • Mengenal Susanah, Ibu Pengupas Bawang Asal Bogor yang Disebut Prabowo Diupah Rp700 Ribu per Kg
  • Garena Free Fire
    Kode Redeem FF Terbaru 21 Agustus 2026: Serbu Evolution Stone dan Skin Senjata Gratis!
  • Menembus Angka 75,90: Menguji Rekor IPM Jawa Barat di Tengah Bayang Ketimpangan
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.