Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
penyaluran bansos PKH dan BPNT 2025 di kantor pos

Daftar Bansos yang Cair Usai Lebaran 2026: PKH, BPNT, dan Beras 10 Kg Meluncur!

Kamis, 19 Maret 2026 07:05 WIB

Kapan Lebaran 2026? Pemerintah Gelar Sidang Isbat Penentuan Idul Fitri 1 Syawal 1447 H Hari Ini

Kamis, 19 Maret 2026 06:11 WIB

Video Ibu Tiri vs Anak Tiri di Ladang Sawit, Netizen Heboh Cari Link Telegram Durasi 7 Menit

Kamis, 19 Maret 2026 05:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Daftar Bansos yang Cair Usai Lebaran 2026: PKH, BPNT, dan Beras 10 Kg Meluncur!
  • Kapan Lebaran 2026? Pemerintah Gelar Sidang Isbat Penentuan Idul Fitri 1 Syawal 1447 H Hari Ini
  • Video Ibu Tiri vs Anak Tiri di Ladang Sawit, Netizen Heboh Cari Link Telegram Durasi 7 Menit
  • Ramadhan Hampir Berakhir, Simak Waktu Imsak Hari ke-29 di Bandung
  • Jadwal Liga Champions 19 Maret 2026: Laga Penentuan Perempat Final Bakal Penuh Drama
  • Inovasi Baru! Bayar Pajak Kendaraan Kini Lebih Praktis dan Bebas Ribet
  • Sembilan Laga Penentu, Persib Tak Boleh Lengah Demi Gelar Juara
  • Video Pendek Ibu Tiri dan Anak Tiri Bikin Media Sosial Panas, Link Telegram Dicari
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 19 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Peduli Konservasi Alam, Yayasan Paseban Bersama SLI UI Survei Keanekaragaman Hayati di Mega Mendung

By Putra JuangSabtu, 9 November 2024 14:30 WIB3 Mins Read
Konservasi Alam. (Foto: Ilustrasi/Chil Vera dari Pixabay)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Konservasi alam merupakan isu global yang sangat penting dan harus ditangani dengan serius, terutama di negara-negara Dunia Ketiga dimana tekanan untuk melakukan pembangunan sering kali mengabaikan prinsip-prinsip konservasi alam.

Pada tahun 2024, Environmental Performance Index dari Universitas Yale menempatkan Indonesia pada peringkat 163 dari 180 negara yang dievaluasi.

Dalam sektor kehutanan, Indonesia berada di peringkat 71, sedangkan dalam perlindungan keanekaragaman hayati dan habitat, Indonesia menempati peringkat 143.

Sebagai negara yang memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi, pelestarian dan keberlanjutan alam di Indonesia harus menjadi prioritas.

Upaya ini tentu harus melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah, lembaga swasta, serta individu yang peduli terhadap isu-isu konservasi alam.

Salah satu organisasi yang berkomitmen pada konservasi alam adalah Yayasan Paseban. Yayasan ini beroperasi di Mega Mendung Jawa Barat yang dikenal dengan kekayaan alamnya.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Tanggapi Santai Rencana Pemkab Majalengka Batalkan Investasi di Bandara Kertajati

Didirikan pada 28 Juli 2024, Yayasan Paseban berfokus pada upaya konservasi alam dan juga pada edukasi publik dengan pendekatan berbasis alam.

Edukasi tersebut salah satunya dilakukan melalui Arista Montana Organic Farm. Di lahan yang dikelola oleh Arista Montana, pengunjung dapat belajar tentang pengelolaan lahan, restorasi lahan, dan sistem pertanian organik.

Inisiatif ini diprakarsai oleh Andy Utama, seorang pengusaha nasional yang memiliki perhatian khusus terhadap konservasi alam. Konsep yang diusung oleh Yayasan Paseban juga mengintegrasikan keterlibatan aktif masyarakat lokal dan menciptakan harmoni antara manusia dan alam.

Baca Juga:  Refleksi Akhir Tahun, Korps Alumni KNPI Jabar Siap Sinergi Bersama Pemerintah

Yayasan Paseban menjalin kerja sama dengan Sekolah Ilmu Lingkungan Universitas Indonesia (SLI UI) untuk melakukan survei keanekaragaman hayati di wilayah Mega Mendung.

Survei ini dilakukan di area yang dimiliki oleh Perhutani namun dikelola oleh Yayasan Paseban. Survei dimulai pada 2-3 November 2024. Survei ini diharapkan dapat secara mendata keanekaragaman hayati yang terdapat di kawasan tersebut.

Dosen dari SIL UI, Andreas Pramudianto menilai bahwa survei tersebut sebagai langkah yang positif.

“Hutan di Arista Montana dikelola dengan baik sebagai kawasan konservasi sehingga diharapkan hutan lainnya juga dapat dikelola dengan cara serupa,” ucap Andreas dalam keterangannya, Sabtu (9/11/2024).

Baca Juga:  KPU Jabar Targetkan Surat Suara Pilgub Dicetak 4,5 Juta Perhari

“Dengan perluasan area hutan dan pengelolaan yang tepat, diharapkan kondisi hutan di sekitarnya dapat dipulihkan, terutama yang saat ini telah dikelola tetapi tidak untuk tujuan konservasi yang sesungguhnya,” tambahnya.

Survei ini sendiri tidak hanya fokus pada pencatatan keanekaragaman hayati, tetapi juga menghitung nilai ekonomi dari konservasi alam yang dilakukan di wilayah tersebut.

Penghitungan tersebut penting sebagai dasar bahwa upaya konservasi alam memberikan keuntungan ekonomi yang besar sehingga tidak perlu dilakukan pemanfaatan alam yang tidak semestinya.

Inisiatif yang dilakukan oleh Yayasan Paseban ini mencerminkan komitmen dan keberpihakan mereka terhadap konservasi alam dengan memastikan bahwa sumber daya alam tidak dieksploitasi untuk kepentingan ekonomi semata.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

jawa barat Keanekaragaman Hayati Konservasi alam Mega Mendung Yayasan Paseban
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Ramadhan Hampir Berakhir, Simak Waktu Imsak Hari ke-29 di Bandung

Inovasi Baru! Bayar Pajak Kendaraan Kini Lebih Praktis dan Bebas Ribet

Jadwal Idul Fitri 2026: Muhammadiyah Pastikan 20 Maret, NU Belum Final

Berjalan Kaki Pulang Kampung: Kisah Inspiratif Penjual Cilok dari Bandung ke Ciamis

Salat Id Pindah ke Gedung Sate, Pemprov Jabar Kejar Kekhusyukan Ibadah

Buka Puasa Hari Ini di Bandung? Ini Waktu Maghrib dan Doa Lengkapnya

Terpopuler
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Netizen Penasaran! Video Mukena Pink ‘No Sensor’ Viral, Banyak yang Buru Link Aslinya
  • Kronologi dan Isi Video Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit yang Viral
  • Viral video ukhti mukena pink.
    Viral! ‘Ukhti Mukena Pink’ Bikin Netizen Penasaran, Pencarian Versi Tanpa Sensor Meledak
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Fenomena Ukhti Mukena Pink Viral di TikTok, Pakar Ingatkan Bahaya Tersembunyi di Balik Link Video
  • Viral Video Ibu Tiri vs Anak Tiri 7 Menit di Kebun Sawit: Ternyata Ini Fakta Tersembunyi di Baliknya!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.