Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bansos Beras 10 Kg Kembali Disalurkan, Cek NIK Anda Masuk Penerima atau Tidak

Minggu, 27 September 2026 19:23 WIB

Bukan Helm Modular Biasa! JPX MX7 Hadir dengan Fitur Lengkap, Harganya Bikin Penasaran

Minggu, 27 September 2026 18:37 WIB

Alwi Farhan Lolos Semifinal, Target Emas Asian Games 2026 Makin Terbuka

Minggu, 27 September 2026 17:17 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bansos Beras 10 Kg Kembali Disalurkan, Cek NIK Anda Masuk Penerima atau Tidak
  • Bukan Helm Modular Biasa! JPX MX7 Hadir dengan Fitur Lengkap, Harganya Bikin Penasaran
  • Alwi Farhan Lolos Semifinal, Target Emas Asian Games 2026 Makin Terbuka
  • Bukan Dipanggil Timnas, Marc Klok Justru Beri Pesan untuk Thom Haye dan Ragnar
  • Pagi-Pagi Sejumlah Bangunan Liar di Tamansari Bandung Dibongkar, Ini Tujuannya
  • Gede Aiswarya Raih Juara 3 Mister International 2026, Momen Reaksi Finalis Viral di Medsos, Ada Apa?
  • Selangkah Lagi ke Final! Fajar/Fikri Punya Misi Besar di Asian Games Aichi-Nagoya 2026
  • Masuk Periode Neraka, 7 Pertandingan dalam 20 Hari Siap Dijalani Maung Bandung
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 27 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Peduli Konservasi Alam, Yayasan Paseban Bersama SLI UI Survei Keanekaragaman Hayati di Mega Mendung

By Putra JuangSabtu, 9 November 2024 14:30 WIB3 Mins Read
Konservasi Alam. (Foto: Ilustrasi/Chil Vera dari Pixabay)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Konservasi alam merupakan isu global yang sangat penting dan harus ditangani dengan serius, terutama di negara-negara Dunia Ketiga dimana tekanan untuk melakukan pembangunan sering kali mengabaikan prinsip-prinsip konservasi alam.

Pada tahun 2024, Environmental Performance Index dari Universitas Yale menempatkan Indonesia pada peringkat 163 dari 180 negara yang dievaluasi.

Dalam sektor kehutanan, Indonesia berada di peringkat 71, sedangkan dalam perlindungan keanekaragaman hayati dan habitat, Indonesia menempati peringkat 143.

Sebagai negara yang memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi, pelestarian dan keberlanjutan alam di Indonesia harus menjadi prioritas.

Upaya ini tentu harus melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah, lembaga swasta, serta individu yang peduli terhadap isu-isu konservasi alam.

Baca Juga:  Jabar Kolaborasi dengan Heilongjiang China untuk Tingkatkan Kualitas Produk Pertanian

Salah satu organisasi yang berkomitmen pada konservasi alam adalah Yayasan Paseban. Yayasan ini beroperasi di Mega Mendung Jawa Barat yang dikenal dengan kekayaan alamnya.

Didirikan pada 28 Juli 2024, Yayasan Paseban berfokus pada upaya konservasi alam dan juga pada edukasi publik dengan pendekatan berbasis alam.

Edukasi tersebut salah satunya dilakukan melalui Arista Montana Organic Farm. Di lahan yang dikelola oleh Arista Montana, pengunjung dapat belajar tentang pengelolaan lahan, restorasi lahan, dan sistem pertanian organik.

Inisiatif ini diprakarsai oleh Andy Utama, seorang pengusaha nasional yang memiliki perhatian khusus terhadap konservasi alam. Konsep yang diusung oleh Yayasan Paseban juga mengintegrasikan keterlibatan aktif masyarakat lokal dan menciptakan harmoni antara manusia dan alam.

Baca Juga:  Kebijakan Unik di Jabar, Kepala Sekolah Ditempatkan Dekat Domisili

Yayasan Paseban menjalin kerja sama dengan Sekolah Ilmu Lingkungan Universitas Indonesia (SLI UI) untuk melakukan survei keanekaragaman hayati di wilayah Mega Mendung.

Survei ini dilakukan di area yang dimiliki oleh Perhutani namun dikelola oleh Yayasan Paseban. Survei dimulai pada 2-3 November 2024. Survei ini diharapkan dapat secara mendata keanekaragaman hayati yang terdapat di kawasan tersebut.

Dosen dari SIL UI, Andreas Pramudianto menilai bahwa survei tersebut sebagai langkah yang positif.

“Hutan di Arista Montana dikelola dengan baik sebagai kawasan konservasi sehingga diharapkan hutan lainnya juga dapat dikelola dengan cara serupa,” ucap Andreas dalam keterangannya, Sabtu (9/11/2024).

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Dapat Ancaman Bom Bunuh Diri

“Dengan perluasan area hutan dan pengelolaan yang tepat, diharapkan kondisi hutan di sekitarnya dapat dipulihkan, terutama yang saat ini telah dikelola tetapi tidak untuk tujuan konservasi yang sesungguhnya,” tambahnya.

Survei ini sendiri tidak hanya fokus pada pencatatan keanekaragaman hayati, tetapi juga menghitung nilai ekonomi dari konservasi alam yang dilakukan di wilayah tersebut.

Penghitungan tersebut penting sebagai dasar bahwa upaya konservasi alam memberikan keuntungan ekonomi yang besar sehingga tidak perlu dilakukan pemanfaatan alam yang tidak semestinya.

Inisiatif yang dilakukan oleh Yayasan Paseban ini mencerminkan komitmen dan keberpihakan mereka terhadap konservasi alam dengan memastikan bahwa sumber daya alam tidak dieksploitasi untuk kepentingan ekonomi semata.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

jawa barat
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bansos Beras 10 Kg Kembali Disalurkan, Cek NIK Anda Masuk Penerima atau Tidak

Bukan Helm Modular Biasa! JPX MX7 Hadir dengan Fitur Lengkap, Harganya Bikin Penasaran

Pagi-Pagi Sejumlah Bangunan Liar di Tamansari Bandung Dibongkar, Ini Tujuannya

Ratusan Pecinta Off-Road dan Campervan Meriahkan Kalibarasi 2026 di Subang

Kejar-kejaran Dini Hari di Bandung, Dua Pelajar Diduga Geng Motor Diamankan

Kasus Penganiayaan YTR Bergulir ke Pengadilan, Sidang Perdana Taufik Hidayat Digelar Pekan Ini

Terpopuler
  • Bukan Uang Biasa? Jejak Tanda Tangan Purbaya di Rp100 Ribu Mulai Dicari Kolektor
  • Herwin Muchtar Siap Berebut Kursi Ketua Kadin Kota Bandung, Usung Program Goes Global hingga Digitalisasi
  • 118 Gempa dalam 38 Hari, Apa yang Sebenarnya Bergerak di Bawah Kabupaten Bandung?
  • HUT ke-38 Bikers Brotherhood 1% MC Digelar di Bandung, Angkat Semangat Persaudaraan
  • Lirik Pemimpin Muda Otentik untuk Jabar, Gema Bangsa Pasang Target Mutlak di Pemilu 2029
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.