Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

VIRAL! Tolak Pasang Bendera dan Debat Soal Kemerdekaan Indonesia, Tukang Cukur Diintimidasi Aparat?

Rabu, 12 Agustus 2026 10:55 WIB

Alun-alun Bandung Kembali Dibuka 17 Agustus, Warga Bisa Ikuti Pesta Rakyat

Rabu, 12 Agustus 2026 10:46 WIB

Karier Paul Pogba di Ujung Tanduk: Kembali Dihantam Cedera, AS Monaco Bersiap Putus Kontrak!

Rabu, 12 Agustus 2026 10:40 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • VIRAL! Tolak Pasang Bendera dan Debat Soal Kemerdekaan Indonesia, Tukang Cukur Diintimidasi Aparat?
  • Alun-alun Bandung Kembali Dibuka 17 Agustus, Warga Bisa Ikuti Pesta Rakyat
  • Karier Paul Pogba di Ujung Tanduk: Kembali Dihantam Cedera, AS Monaco Bersiap Putus Kontrak!
  • Menguji Kekuatan di Pulau Dewata: Persib Siap Duel Lintas Negara Lawan Sabah FC
  • Harga Cabai Tanjung di Bandung Meroket Tembus Rp100 Ribu per Kg
  • PERSIB Pastikan FIFA Registration Ban Resmi Dicabut Permanen
  • Serbu Hadiah Gratis! Daftar Kode Redeem FF Aktif Rabu 12 Agustus 2026 dan Panduan Klaimnya
  • PKH dan BPNT Agustus 2026 Cair! Begini Cara Cek Status Penerima Bansos
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 12 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Peduli Konservasi Alam, Yayasan Paseban Bersama SLI UI Survei Keanekaragaman Hayati di Mega Mendung

By Putra JuangSabtu, 9 November 2024 14:30 WIB3 Mins Read
Konservasi Alam. (Foto: Ilustrasi/Chil Vera dari Pixabay)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Konservasi alam merupakan isu global yang sangat penting dan harus ditangani dengan serius, terutama di negara-negara Dunia Ketiga dimana tekanan untuk melakukan pembangunan sering kali mengabaikan prinsip-prinsip konservasi alam.

Pada tahun 2024, Environmental Performance Index dari Universitas Yale menempatkan Indonesia pada peringkat 163 dari 180 negara yang dievaluasi.

Dalam sektor kehutanan, Indonesia berada di peringkat 71, sedangkan dalam perlindungan keanekaragaman hayati dan habitat, Indonesia menempati peringkat 143.

Sebagai negara yang memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi, pelestarian dan keberlanjutan alam di Indonesia harus menjadi prioritas.

Upaya ini tentu harus melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah, lembaga swasta, serta individu yang peduli terhadap isu-isu konservasi alam.

Salah satu organisasi yang berkomitmen pada konservasi alam adalah Yayasan Paseban. Yayasan ini beroperasi di Mega Mendung Jawa Barat yang dikenal dengan kekayaan alamnya.

Didirikan pada 28 Juli 2024, Yayasan Paseban berfokus pada upaya konservasi alam dan juga pada edukasi publik dengan pendekatan berbasis alam.

Edukasi tersebut salah satunya dilakukan melalui Arista Montana Organic Farm. Di lahan yang dikelola oleh Arista Montana, pengunjung dapat belajar tentang pengelolaan lahan, restorasi lahan, dan sistem pertanian organik.

Inisiatif ini diprakarsai oleh Andy Utama, seorang pengusaha nasional yang memiliki perhatian khusus terhadap konservasi alam. Konsep yang diusung oleh Yayasan Paseban juga mengintegrasikan keterlibatan aktif masyarakat lokal dan menciptakan harmoni antara manusia dan alam.

Yayasan Paseban menjalin kerja sama dengan Sekolah Ilmu Lingkungan Universitas Indonesia (SLI UI) untuk melakukan survei keanekaragaman hayati di wilayah Mega Mendung.

Survei ini dilakukan di area yang dimiliki oleh Perhutani namun dikelola oleh Yayasan Paseban. Survei dimulai pada 2-3 November 2024. Survei ini diharapkan dapat secara mendata keanekaragaman hayati yang terdapat di kawasan tersebut.

Dosen dari SIL UI, Andreas Pramudianto menilai bahwa survei tersebut sebagai langkah yang positif.

“Hutan di Arista Montana dikelola dengan baik sebagai kawasan konservasi sehingga diharapkan hutan lainnya juga dapat dikelola dengan cara serupa,” ucap Andreas dalam keterangannya, Sabtu (9/11/2024).

“Dengan perluasan area hutan dan pengelolaan yang tepat, diharapkan kondisi hutan di sekitarnya dapat dipulihkan, terutama yang saat ini telah dikelola tetapi tidak untuk tujuan konservasi yang sesungguhnya,” tambahnya.

Survei ini sendiri tidak hanya fokus pada pencatatan keanekaragaman hayati, tetapi juga menghitung nilai ekonomi dari konservasi alam yang dilakukan di wilayah tersebut.

Penghitungan tersebut penting sebagai dasar bahwa upaya konservasi alam memberikan keuntungan ekonomi yang besar sehingga tidak perlu dilakukan pemanfaatan alam yang tidak semestinya.

Inisiatif yang dilakukan oleh Yayasan Paseban ini mencerminkan komitmen dan keberpihakan mereka terhadap konservasi alam dengan memastikan bahwa sumber daya alam tidak dieksploitasi untuk kepentingan ekonomi semata.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

jawa barat Keanekaragaman Hayati Konservasi alam Mega Mendung Yayasan Paseban
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

VIRAL! Tolak Pasang Bendera dan Debat Soal Kemerdekaan Indonesia, Tukang Cukur Diintimidasi Aparat?

Alun-alun Bandung Kembali Dibuka 17 Agustus, Warga Bisa Ikuti Pesta Rakyat

Harga Cabai Tanjung di Bandung Meroket Tembus Rp100 Ribu per Kg

Bansos

PKH dan BPNT Agustus 2026 Cair! Begini Cara Cek Status Penerima Bansos

Bansos Ibu Hamil 2026 Cair Rp750 Ribu! Cek Penerima PKH Pakai NIK KTP

Niat Cari Untung Malah Dikejar Debt Collector: Gadis Ciamis Kena Tipu Investasi Bodong Berkedok Paylater

Terpopuler
  • Menuju Muswil VII KAHMI Jabar, Pansel Umumkan 16 Calon Presidium dengan Rekam Jejak Strategis
  • Genap 1 Tahun, PRI Jawa Barat Tegaskan Komitmen Jadi Rumah Rakyat
  • MUSWIL VII KAHMI Jabar Tuntas, 7 Presidium Terpilih Bawa Mandat Baru
  • Teti Ratnasih Terpilih Pimpin FORHATI Jabar, Bawa Misi Besar Transformasi Keumatan
  • 10 Pohon Hilang di Jalan Riau Bandung, Pemkot Kecolongan? Pengamat Bongkar Lemahnya Pengawasan
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.