Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Game Free Fire

Banjir Hadiah Awal Pekan! Kode Redeem FF 4 Mei 2026 Resmi Rilis, Sikat SG2 Ungu dan Ribuan Diamond Gratis

Senin, 4 Mei 2026 07:23 WIB

Nonton di GBLA? Ini Area Tribun yang Tidak Bisa Diakses

Senin, 4 Mei 2026 06:00 WIB

Terungkap! Modus Telegram Misterius di Balik Link Video Viral ‘Bandar Bergetar’ Rp250 Juta

Senin, 4 Mei 2026 03:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Banjir Hadiah Awal Pekan! Kode Redeem FF 4 Mei 2026 Resmi Rilis, Sikat SG2 Ungu dan Ribuan Diamond Gratis
  • Nonton di GBLA? Ini Area Tribun yang Tidak Bisa Diakses
  • Terungkap! Modus Telegram Misterius di Balik Link Video Viral ‘Bandar Bergetar’ Rp250 Juta
  • Jangan Salah Tempat! Begini Cara Tukar Tiket Persib vs PSIM 4 Mei 2026
  • HUT ke-40, PATELKI Tekankan Skrining Kesehatan Jadi Gaya Hidup Wajib
  • Resmi! BKPRMI Kabupaten Bandung Dilantik, Usung Visi Generasi Emas 2045
  • BREAKING! Persib Bandung Dikabarkan Gaet Winger Brasil dari Liga Kamboja
  • HATI-HATI! Link Video Bandar Batang Bergetar Bisa Jadi Jebakan Batman
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 4 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Peduli Konservasi Alam, Yayasan Paseban Bersama SLI UI Survei Keanekaragaman Hayati di Mega Mendung

By Putra JuangSabtu, 9 November 2024 14:30 WIB3 Mins Read
Konservasi Alam. (Foto: Ilustrasi/Chil Vera dari Pixabay)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Konservasi alam merupakan isu global yang sangat penting dan harus ditangani dengan serius, terutama di negara-negara Dunia Ketiga dimana tekanan untuk melakukan pembangunan sering kali mengabaikan prinsip-prinsip konservasi alam.

Pada tahun 2024, Environmental Performance Index dari Universitas Yale menempatkan Indonesia pada peringkat 163 dari 180 negara yang dievaluasi.

Dalam sektor kehutanan, Indonesia berada di peringkat 71, sedangkan dalam perlindungan keanekaragaman hayati dan habitat, Indonesia menempati peringkat 143.

Sebagai negara yang memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi, pelestarian dan keberlanjutan alam di Indonesia harus menjadi prioritas.

Upaya ini tentu harus melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah, lembaga swasta, serta individu yang peduli terhadap isu-isu konservasi alam.

Salah satu organisasi yang berkomitmen pada konservasi alam adalah Yayasan Paseban. Yayasan ini beroperasi di Mega Mendung Jawa Barat yang dikenal dengan kekayaan alamnya.

Baca Juga:  Bantu Tingkatkan Kualitas SDM, Pemprov Jabar Anugerahi 9 LPK Terbaik

Didirikan pada 28 Juli 2024, Yayasan Paseban berfokus pada upaya konservasi alam dan juga pada edukasi publik dengan pendekatan berbasis alam.

Edukasi tersebut salah satunya dilakukan melalui Arista Montana Organic Farm. Di lahan yang dikelola oleh Arista Montana, pengunjung dapat belajar tentang pengelolaan lahan, restorasi lahan, dan sistem pertanian organik.

Inisiatif ini diprakarsai oleh Andy Utama, seorang pengusaha nasional yang memiliki perhatian khusus terhadap konservasi alam. Konsep yang diusung oleh Yayasan Paseban juga mengintegrasikan keterlibatan aktif masyarakat lokal dan menciptakan harmoni antara manusia dan alam.

Baca Juga:  Bela Kepentingan Rakyat, Dedi Mulyadi: Kita Bekerja Bukan untuk Partai!

Yayasan Paseban menjalin kerja sama dengan Sekolah Ilmu Lingkungan Universitas Indonesia (SLI UI) untuk melakukan survei keanekaragaman hayati di wilayah Mega Mendung.

Survei ini dilakukan di area yang dimiliki oleh Perhutani namun dikelola oleh Yayasan Paseban. Survei dimulai pada 2-3 November 2024. Survei ini diharapkan dapat secara mendata keanekaragaman hayati yang terdapat di kawasan tersebut.

Dosen dari SIL UI, Andreas Pramudianto menilai bahwa survei tersebut sebagai langkah yang positif.

“Hutan di Arista Montana dikelola dengan baik sebagai kawasan konservasi sehingga diharapkan hutan lainnya juga dapat dikelola dengan cara serupa,” ucap Andreas dalam keterangannya, Sabtu (9/11/2024).

Baca Juga:  Konsisten Tingkatkan Kualitas SDM, 9 Perusahaan di Jabar Ini Patut Dicontoh Industri Lain

“Dengan perluasan area hutan dan pengelolaan yang tepat, diharapkan kondisi hutan di sekitarnya dapat dipulihkan, terutama yang saat ini telah dikelola tetapi tidak untuk tujuan konservasi yang sesungguhnya,” tambahnya.

Survei ini sendiri tidak hanya fokus pada pencatatan keanekaragaman hayati, tetapi juga menghitung nilai ekonomi dari konservasi alam yang dilakukan di wilayah tersebut.

Penghitungan tersebut penting sebagai dasar bahwa upaya konservasi alam memberikan keuntungan ekonomi yang besar sehingga tidak perlu dilakukan pemanfaatan alam yang tidak semestinya.

Inisiatif yang dilakukan oleh Yayasan Paseban ini mencerminkan komitmen dan keberpihakan mereka terhadap konservasi alam dengan memastikan bahwa sumber daya alam tidak dieksploitasi untuk kepentingan ekonomi semata.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

jawa barat Keanekaragaman Hayati Konservasi alam Mega Mendung Yayasan Paseban
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

HUT ke-40, PATELKI Tekankan Skrining Kesehatan Jadi Gaya Hidup Wajib

Resmi! BKPRMI Kabupaten Bandung Dilantik, Usung Visi Generasi Emas 2045

Tragedi Internship Dokter Muda di Palembang, Kemenkes Turun Tangan Usut Dugaan Bullying

Mojang Bandung Meta Meliani Halawa: Menenun Masa Depan Lewat Rajutan Bisnis Sejak Bangku Sekolah

Bukan Anak Biasa! Aksi Gila Elnathan di Lintasan Slalom Bikin Dunia Skating Heboh

Mencekam! Detik-Detik Longsor Hantam Proyek PLTA Upper Cisokan Viral

Terpopuler
  • Link Video Viral Vell Blunder Durasi Panjang, Waspada Modus Phising!
  • Link Video Bandar Batang Viral! Waspada Phising
  • Link Video Bandar Batang Membara Viral, Pemeran Sengaja Jual-Beli Konten?
  • Viral ‘Video Bandar Membara’ di Media Sosial, Warganet Cari Link Asli No Sensor
  • TRANSFER MEGA! Persib Siap Borong Pemain Brasil, Belanda hingga Irak
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.