Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Demi Redam Perang Tarif, Indonesia ‘Terpaksa’ Belanja Migas AS Rp253 Triliun?

Jumat, 20 Februari 2026 17:17 WIB

Misi Balas Dendam Maung Bandung: Menanti Duel Panas Persib vs Persita di GBLA!

Jumat, 20 Februari 2026 17:04 WIB

Adzan Maghrib Bandung Hari Ini 20 Februari 2026, Catat Waktu Buka Puasa!

Jumat, 20 Februari 2026 17:01 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Demi Redam Perang Tarif, Indonesia ‘Terpaksa’ Belanja Migas AS Rp253 Triliun?
  • Misi Balas Dendam Maung Bandung: Menanti Duel Panas Persib vs Persita di GBLA!
  • Adzan Maghrib Bandung Hari Ini 20 Februari 2026, Catat Waktu Buka Puasa!
  • Jadwal Buka Puasa DKI Jakarta Hari Ini 20 Februari 2026 Lengkap dengan Waktu Salat
  • Benarkah Video Teh Pucuk 17 Menit No Sensor? Ini Faktanya
  • Melihat Langsung ‘War’ Tarawih di Masjid Milik Said Abdullah, Nyata atau Settingan?
  • Lineup Rahasia Persib vs Persita: Siapa Starter Pekan 22 Super League?
  • Tidur Setelah Sahur? Waspadai 5 Risiko Kesehatan Ini Selama Puasa
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 20 Februari 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Pembangunan Detektor Neutrino Raksasa Hampir Selesai, Buat Lacak Partikel Hantu

By Aga GustianaKamis, 19 Desember 2024 16:25 WIB2 Mins Read
Pembangunan Detektor Neutrino Raksasa di China. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – China membangun sebuah detektor besar di bawah bukit gratin di wilayah selatan. Fasilitas ini dibuat untuk melacak partikel hantu misterius yang bersembunyi di sekitar kita.

Detektor besar itu diberi nama Jiangmen Underground Neutrino Observatory (JUNO) atau Observatorium Neutrino Bawah Tanah Jiangmen. Alat ini dibangun untuk menemukan neutrino partikel kosmik kecil dengan massa yang sangat kecil.

Selain di China, ternyata detektor ini juga sedang dibangun di dua negara lainnya, yakni Amerika Serikat dan Jepang.

“Memata-matai neutrino bukanlah hal yang mudah dalam upaya untuk memahami bagaimana alam semesta terbentuk. Upaya China, yang akan mulai beroperasi tahun depan, akan mendorong teknologi tersebut ke batas baru,” kata Andre de Gouvea, seorang fisikawan teoretis di Northwestern University yang tidak terlibat dalam proyek tersebut.

Baca Juga:  Link Live Streaming China vs Timnas Indonesia, Garuda Siap Tampil All Out

“Jika mereka bisa melakukannya, itu akan menjadi hal yang luar biasa,” ujarnya seperti dikutip dari Reuters.

Perlu diketahui, neutrino berasal dari Big Bang, dan triliunan neutrino melesat melalui tubuh kita setiap detik.

Neutrino menyembur dari bintang-bintang seperti Matahari dan mengalir keluar saat potongan-potongan atom bertabrakan dalam akselerator partikel.

Para ilmuwan telah mengetahui keberadaan neutrino selama hampir satu abad, tetapi mereka masih dalam tahap awal untuk mengetahui apa sebenarnya partikel itu.

Baca Juga:  Gegara Suporter Rasis, FIFA Denda PSSI dan Kosongkan Tribun 15 Persen saat Indonesia vs China

“Itu adalah partikel yang paling tidak dipahami di dunia kita. Itulah sebabnya kita perlu mempelajarinya,” kata Cao Jun, yang membantu mengelola detektor JUNO.

Sementara itu, detektor neutrino raksasa yang dibangun di China tersebut seharga USD 300 juta, dan dibangun di Kaiping selama sembilan tahun.

Lokasinya yang berada 700 meter di bawah tanah melindunginya dari sinar kosmik dan radiasi yang dapat mengganggu kemampuannya dalam mengendus neutrino.

Detektor ini dirancang khusus untuk menjawab pertanyaan kunci tentang misteri yang sudah lama ada. Neutrino berubah menjadi tiga jenis saat bergerak cepat di luar angkasa, dan para ilmuwan ingin mengurutkannya dari yang paling ringan hingga yang paling berat.

Baca Juga:  Ketum PSSI Evaluasi Timnas Indonesia Pasca Kalah dari China

“Merasakan pergeseran halus pada partikel yang sudah sulit dipahami ini akan menjadi tantangan,” kata Kate Scholberg, fisikawan di Duke University yang tidak terlibat dengan proyek tersebut.

“Sebenarnya itu adalah hal yang sangat berani untuk mengejarnya,” imbuhnya.

Detektor buatan China tersebut akan mulai beroperasi pada paruh kedua tahun depan. Setelah itu, diperlukan waktu untuk mengumpulkan dan menganalisis data. Jadi para ilmuwan masih harus menunggu untuk mengungkap sepenuhnya kehidupan rahasia neutrino.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

China Detektor hantu neutrino
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Jadwal Buka Puasa DKI Jakarta Hari Ini 20 Februari 2026 Lengkap dengan Waktu Salat

Melihat Langsung ‘War’ Tarawih di Masjid Milik Said Abdullah, Nyata atau Settingan?

Tidur Setelah Sahur? Waspadai 5 Risiko Kesehatan Ini Selama Puasa

Harga dan Spesifikasi Infinix Note 60 Series Resmi di Indonesia, Performa 1 Jutaan AnTuTu & Baterai 6.500mAh

Beredar Lagi! Link Teh Pucuk 17 Menit No Sensor Jadi Sorotan Publik

Fakta di Balik Viral War Tarawih di Sumenep: Ribuan Jemaah Padati Jalan Sejak Siang demi Amplop Rp300 Ribu!

Terpopuler
  • Apa Isi Video Teh Pucuk 17 Menit? Link No Sensor Bikin Penasaran
  • Beredar! Link Video Teh Pucuk 17 Menit, Full Durasi No Sensor
  • Viral No Sensor Video Teh Pucuk Durasi Panjang 17 Menit, Cek Faktanya!
  • Link Video Teh Pucuk 17 Menit vs 1 Menit 50 Detik: Benarkah Ada Dua Versi atau Sekadar Jebakan?
  • Viral! Link Video Teh Pucuk 17 Menit No Sensor, Nonton Full Dimana?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.