Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Satu Poin Lagi! Begini Syarat Persib Bandung Kunci Takhta Puncak Klasemen Grup E ACL 2

Kamis, 5 November 2026 07:20 WIB

Wacana Baru BPJS Kesehatan: Iuran Gratis PBI JK Bakal Diperluas Hingga Desil 8, Cek Syaratnya!

Kamis, 5 November 2026 07:02 WIB
Pekerja menerima BSU 2025 dari pemerintah

Cair Mulai November! Simak Daftar Lengkap Kriteria Penerima BSU 2026 Beserta Cara Cek Statusnya

Kamis, 5 November 2026 06:02 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Satu Poin Lagi! Begini Syarat Persib Bandung Kunci Takhta Puncak Klasemen Grup E ACL 2
  • Wacana Baru BPJS Kesehatan: Iuran Gratis PBI JK Bakal Diperluas Hingga Desil 8, Cek Syaratnya!
  • Cair Mulai November! Simak Daftar Lengkap Kriteria Penerima BSU 2026 Beserta Cara Cek Statusnya
  • Igor Tolic Ungkap Kunci Persib Bandung Kalahkan Melbourne Victory
  • Aturan Baru BGN Mencekik, Dapur SPPG di Priangan Timur Terancam Defisit Hingga Berujung PHK Relawan
  • Supersub Persib! Luka Menalo Butuh 11 Menit untuk Ubah Nasib Laga di Melbourne
  • Herri Pras Diserbu Laporan! Belasan Ormas Datangi Polda Jabar Usai Konten soal UAS dan UAH
  • Heboh! Video 6 Menit Karyawan HWI Jepara Viral di TikTok, Benarkah Ada Rekaman Rahasia?
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 5 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Pemkab Bandung Gelar Sosialisasi Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan 2025

By Aga GustianaRabu, 24 September 2025 17:10 WIB4 Mins Read
Pemkab Bandung Gelar Sosialisasi Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan 2025. (Foto: Dok Humas Bandung)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung mengadakan sosialisasi Food Security and Vulnerability Atlas (FSVA) 2025 atau peta ketahanan dan kerentanan pangan, Rabu (24/9/2025). Kegiatan ini berlangsung di Hotel Grand Sunshine, Soreang, dan diinisiasi oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dispakan) Kabupaten Bandung.

Bupati Bandung, Dadang Supriatna, hadir langsung bersama Kepala Dispakan, Uka Suska Puji Utama, untuk memaparkan pentingnya peta kerentanan pangan dalam perencanaan pembangunan daerah.

Menurut Dadang, sosialisasi ini sangat krusial karena melibatkan berbagai pihak mulai dari OPD, camat, kepala desa, lurah, hingga Puskesos.

“Jangan sampai tidak tahu kondisi lapangan. Untuk itu dalam pelaksanaan sosialisasi peta ketahanan pangan ini, diharapkan setiap desa menyampaikan informasi mana kategori sangat rentan dan seterusnya. Dengan klasifikasi satu sampai enam, dan ini tidak keluar dari desil 1,” ujar Kang DS, sapaan akrabnya.

Ia menjelaskan bahwa desil satu menggambarkan kondisi masyarakat miskin ekstrem, yang termasuk dalam kategori rawan pangan. Data tersebut nantinya masuk ke dalam sistem aplikasi milik Diskominfo Kabupaten Bandung.

Bupati menambahkan, data ini akan menjadi dasar pemerintah dalam menentukan arah anggaran dan program. Ia mencontohkan program rehabilitasi rumah tidak layak huni (rutilahu) yang sudah berhasil membangun 29.327 unit dalam empat tahun terakhir, meski masih tersisa sekitar 10 ribu unit lagi.

Baca Juga:  Borong Medali di NTB, Atlet KORMI Kabupaten Bandung Diguyur Uang Kadeudeuh oleh Kang DS

“Akhir dari perjuangan itu, bagaimana supaya masyarakat itu tidak rentan pangan lagi. Kita berharap desil satu ini naik kelas, ini yang kita lakukan. Untuk itu, pemerintah hadir di tengah-tengah masyarakat,” tegasnya.

Berdasarkan peta FSVA, terdapat 28 desa di Kabupaten Bandung yang masuk kategori rawan pangan. Namun Dadang menegaskan bahwa hampir seluruh desa masih memiliki kelompok masyarakat yang rentan.

FSVA Jadi Dasar Kebijakan Pangan Daerah

Kepala Dispakan, Uka Suska Puji Utama, menuturkan bahwa FSVA adalah instrumen analisis berbasis data spasial untuk memetakan tingkat ketahanan dan kerentanan pangan hingga level desa.

“FSVA merupakan alat analisis berbasis data spasial dan indikator yang digunakan untuk memetakan tingkat ketahanan dan kerentanan pangan di setiap wilayah hingga tingkat kecamatan dan desa,” jelasnya.

Ia menambahkan, penyusunan FSVA berlandaskan sejumlah regulasi, antara lain UU Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, PP Nomor 17 Tahun 2015 tentang Ketahanan Pangan dan Gizi, serta Peraturan Badan Pangan Nasional No. 10 Tahun 2022 yang secara spesifik mengatur tata cara penyusunan FSVA. Selain itu, Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2023 menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam penguatan ketahanan pangan.

Baca Juga:  Jadwal Buka Puasa Kabupaten Bandung 23 Maret 2025

Menurut Uka, FSVA bertumpu pada tiga pilar utama: ketersediaan pangan, akses terhadap pangan, dan pemanfaatan pangan. Hasil pemetaan ini akan menjadi dasar intervensi kebijakan yang lebih tepat sasaran.

Tahun ini, penyusunan FSVA telah melalui sejumlah tahapan, mulai dari pengumpulan data dari BPS, OPD, dan lapangan, analisis indikator, pemetaan berbasis geospasial, hingga validasi dengan instansi terkait.

Dari hasil analisis, masih ada beberapa kecamatan dan desa di Kabupaten Bandung yang termasuk rawan pangan, terutama karena faktor geografi, aksesibilitas, dan kemiskinan. Namun Uka menekankan, ada juga wilayah yang menunjukkan tren positif berkat intervensi program berkelanjutan.

“Kami berharap hasil FSVA ini dapat menjadi referensi utama dalam penyusunan kebijakan daerah, perencanaan program lintas sektor, serta penentuan lokasi prioritas intervensi,” ujarnya.

Baca Juga:  Utamakan Kesejahteraan Warga, Bupati Bandung Sebut Ada 16.800 Produk UMKM di Semarak Karnaval Budaya BedasĀ 

Dukungan Program Nasional dan Penanganan Stunting

Dalam kesempatan tersebut, Uka juga melaporkan dukungan Dispakan terhadap program prioritas nasional, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG). Dispakan melakukan pengawasan keamanan pangan melalui uji cepat, monitoring sanitasi di gudang pangan, serta edukasi terkait pangan segar.

Untuk memenuhi kebutuhan ikan di 361 SPPG (Sistem Pelayanan Pemenuhan Gizi), total kebutuhan mencapai 81.225 kg per hari, sementara produksi baru 28.960 kg per hari. Karena itu, Uka mengusulkan penambahan 418 kelompok wirausaha baru di sektor perikanan dengan anggaran Rp 6,27 miliar.

Dispakan juga terlibat dalam intervensi keluarga berisiko stunting di 28 desa prioritas, serta menjajaki kerjasama Koperasi Desa Merah Putih dengan Bulog untuk penyediaan pangan strategis.

Selain itu, koordinasi dilakukan dengan Dinas Sosial untuk menanggulangi kemiskinan ekstrem, serta dengan Dinas Perhubungan guna membantu masyarakat terdampak inflasi seperti pengemudi angkot, ojek, becak, dan kusir delman.

“Dispakan juga berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan untuk mendukung masyarakat terdampak inflasi seperti ojek, becak, kusir delman, dan sopir angkot,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dadang Supriatna Kabupaten Bandung Stunting
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Aturan Baru BGN Mencekik, Dapur SPPG di Priangan Timur Terancam Defisit Hingga Berujung PHK Relawan

Herri Pras Diserbu Laporan! Belasan Ormas Datangi Polda Jabar Usai Konten soal UAS dan UAH

Peringatan Darurat Sanitasi Kota Bandung, 90 Persen Sungai Tercemar Bakteri E. Coli

Terungkap Motif Pembunuhan Sadis Hj Komariyah di Indramayu: Sakit Hati Sering Disindir Utang

3 Jenderal Polisi Ditangkap, SBY Surati Prabowo: Kok Jadi Begini Negara Kita

Presiden Prabowo Subianto.

Awal Mula Terbongkarnya Operasi Penyadapan Ilegal yang Sasar Komunikasi Presiden dan Menteri

Terpopuler
  • Link Video Viral Egar dan Fina Banyuwangi Part 1 Sampai 4 Full Durasi Dicari Netizen, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Ilustrasi video syur
    Link Video Egar dan Fina Banyuwangi Viral di TikTok, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Perang Estetika Kota: Utopia Art Deco vs Megalomania Kerajaan di Saat Kas Pemprov Jabar Sekarat
  • Geger Link Video Viral Karyawan HWI Durasi 6 Menit, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Heboh! Video 6 Menit Karyawan HWI Jepara Viral di TikTok, Benarkah Ada Rekaman Rahasia?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.