bukamata.id – Pemerintah Provinsi Jawa Barat menegaskan pendidikan gratis bagi siswa SMA dan SMK negeri di Jawa Barat dibiayai dari pajak yang dibayarkan masyarakat. Program tersebut mencakup hampir 1 juta siswa yang menjadi tanggung jawab Pemprov Jabar.
Tercatat sebanyak 992.125 siswa SMA dan SMK negeri menjadi penerima pembiayaan pendidikan dari Pemprov Jabar. Pembiayaan tersebut berasal dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dari APBN serta bantuan operasional yang disiapkan pemerintah provinsi.
Anggaran Pemprov Jabar digunakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan sekolah, mulai dari pembayaran listrik dan air, pembangunan ruang kelas, pembangunan sekolah baru, hingga berbagai kelengkapan lainnya.
Pemprov Jabar menegaskan siswa tidak boleh dibebani pungutan dalam bentuk apa pun. Pemerintah juga membuka ruang bagi masyarakat untuk melaporkan apabila masih ditemukan pungutan di sekolah negeri.
“Dan apabila masih ada pungutan, maka dipersilahkan untuk dilaporkan kami akan memberikan sanksi pemberhentian bagi kepala sekolahnya,” ujar Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dikutip dari laman Instagram, Selasa (22/9/2026).
Untuk mendukung pelayanan pendidikan tersebut, Pemprov Jabar menyiapkan anggaran mencapai Rp1,29 triliun. Anggaran itu belum termasuk biaya BOSP dan sertifikasi guru.
Selain pembiayaan operasional sekolah, Pemprov Jabar juga menyiapkan bantuan perlengkapan sekolah bagi siswa dari keluarga kurang mampu. Bantuan meliputi seragam, tas, sepatu, hingga buku.
Tahun ini, bantuan perlengkapan sekolah diberikan kepada 38.887 siswa dengan total anggaran sekitar Rp70 miliar. Masing-masing siswa dari keluarga prasejahtera mendapatkan bantuan kelengkapan sekolah senilai Rp1,8 juta per tahun.
“Anak-anak mendapat bantuan kelengkapan sekolah, senilai Rp1,8 juta dalam setiap tahun untuk anak-anak keluarga prasejahtera,” tutur Dedi.
Pemprov Jabar Beri Bantuan untuk Siswa Sekolah Swasta
Program bantuan pendidikan juga diperluas kepada siswa yang bersekolah di sekolah swasta melalui program Sekolah Swasta Kerjasama (SSK).
Sebanyak 31.663 siswa mendapatkan bantuan biaya pendidikan melalui program tersebut. Siswa SMA memperoleh bantuan SPP sebesar Rp150.000 per bulan, sedangkan siswa SMK mendapat Rp175.000 per bulan.
Selain itu, terdapat bantuan uang pembangunan sebesar Rp1,5 juta. Total anggaran yang disiapkan untuk program SSK disebut mencapai lebih dari Rp100 miliar setiap tahun.
Pemprov Jabar juga memberikan bantuan bagi siswa dari keluarga kurang mampu yang bersekolah di sekolah swasta, khususnya siswa kelas 11 dan 12 yang terancam putus sekolah.
“Yang berikutnya masih ada lagi anak-anak sebanyak 117 ribu mereka terancam putus sekolah. Dan mereka mendapat bantuan untuk tambahan bayar SPP-nya Rp600 ribu per orang,” terang Dedi.
Total anggaran yang disiapkan untuk bantuan tersebut mencapai Rp70,47 miliar.
Pemprov Jabar menegaskan seluruh rangkaian program tersebut merupakan bentuk pembiayaan pendidikan yang bersumber dari penerimaan pajak masyarakat Jawa Barat.
“Dan ini semua yang membiayai bukan Pemprov Jabar, bukan gubernur. Ini adalah yang membiayai warga Jawa Barat yang membayar pajak. Jadi gratisnya pendidikan di Jawa Barat itu digratiskan oleh warga Jawa Barat,” katanya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










