Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Pria Gagal Bunuh Diri di Flyover Kiaracondong Bandung, Motif Asmara Terungkap

Minggu, 29 Maret 2026 11:40 WIB

Persib Gerak Cepat Amankan Bojan Hodak, Negosiasi Kontrak Baru Dimulai

Minggu, 29 Maret 2026 11:00 WIB

Viral Misterius! Potongan Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Kebun Sawit Bikin Heboh, Fakta Aslinya Mengejutkan

Minggu, 29 Maret 2026 10:31 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Pria Gagal Bunuh Diri di Flyover Kiaracondong Bandung, Motif Asmara Terungkap
  • Persib Gerak Cepat Amankan Bojan Hodak, Negosiasi Kontrak Baru Dimulai
  • Viral Misterius! Potongan Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Kebun Sawit Bikin Heboh, Fakta Aslinya Mengejutkan
  • Pengelola Wisata Rahong Sigap Tangani Bencana Pohon Tumbang di Pangalengan, Evakuasi Berjalan Cepat
  • Berani Banget! Sambil Mandi Lumpur, Bocah Gemoy Ini Kritik Pedas Jalan Rusak
  • Gila! Beckham Putra Menggila, Timnas Indonesia Pesta Gol di GBK!
  • Banjir Reward! Intip Deretan Kode Redeem FF Terbaru 29 Maret 2026, Ada Skin SG2 dan Bundle Langka
  • Bukan Kaleng-Kaleng! Kode Redeem FF 29 Maret 2026: Sikat SG2 OPM dan Skin M1887 Gratis
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 29 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Peneliti Akhirnya Temukan Gunung Berapi yang Letusannya Dinginkan Suhu Bumi

By Aga GustianaSabtu, 4 Januari 2025 20:16 WIB2 Mins Read
Ilustrasi gunung berapi. (Foto: Pixabay)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Para peneliti akhirnya menemukan gunung berapi misterius yang letusannya pernah mendinginkan bumi. Gunung itu adalah Gunung Zavaritskii.

Gunung ini terletak di pulau tak berpenghuni, yakni Pulau Kuril yang berada di Kepulauan Simushir, perbatasan Jepang dan Rusia.

“Zavaritskii berlokasi di pulau yang sangat terpencil di antara Jepang dan Rusia. Tak ada yang tinggal di situ dan catatan sejarah juga teebatas pada beberapa catatan harian kapal-kapal yang melintasi kepulauan itu beberapa tahun sekali,” ujar Peneliti Sekolah Ilmu Bumi dan Lingkungan Universitas St Andrews Inggris William Hutchison.

Selama 200 tahun, para ilmuwan sempat kebingungan mengidentifikasi letusan gunung berapi yang mendinginkan suhu bumi.

Baca Juga:  BMKG Ungkap Ketebalan Es Pegunungan Jayawijaya Sisa 4 Meter, Apa Dampaknya?

Letusan tersebut menjadi salah satu letusan gunung berapi terkuat di abad ke-19. Letusan itu membuat sulfur dioksida memenuhi stratosfer dan suhu di belahan bumi utara turun 1 derajat celsius.

Peristiwa itu terjadi di akhir “Zaman Es Kecil”. Era itu merupakan masa terdingin di bumi dalam 10 ribu tahun terakhir.

Namun, kini misteri asal letusan itu terjadi telah terungkap usai ilmuwan mengambil sampel inti es di Greenland.

Baca Juga:  Deretan Prediksi Akurat Ilmuwan 100 Tahun Lalu Tentang yang Terjadi di 2025

Mereka melihat ke masa lalu melalui “Lapisan inti untuk memeriksa isotop sulfur, butiran abu, dan pecahan kaca vulkanik kecil yang diendapkan antara tahun 1831 dan 1834.”

Para ilmuwan menggunakan geokimia, penanggalan radioaktif, dan pemodelan komputer untuk menentukan arah pergerakan partikel. Hasilnya, mereka menemukan gunung berapi misterius itu terletak di barat laut Samudera Pasifik. Temuan itu ditulis dalam jurnal Proceedings of the National Academy Sciences yang dirilis pada Senin (30/12/2024) lalu.

“Untuk banyak gunung berapi di bumi, terutama gunung-gunung di kawasan terpencil, kami memiliki pemahaman yang sangat buruk terkait sejarah letusan,” ujarnya.

Baca Juga:  Begini Penjelasan Ilmiah Soal Sering Mimpi Buruk Berulang-ulang

Dengan informasi minim tentang Zavaritskii pada abad ke-19, tak ada satu orang pun yang mencurigai gunung itu sebagai sumber letusan. Para ilmuwan justru menduga letusan yang mendinginkan bumi berasal dari gunung berapi Babuyan Claro di Filipina.

“Letusan ini punya dampak iklim global, tetapi telah disalahpahami berasal dari gunung berapi tropis selama periode yang lama,” ujar Stefan Brönnimann, ketua unit klimatoligi Universitas Bern, Swiss.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

gunung Ilmuwan letusan Peneliti
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Viral Misterius! Potongan Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Kebun Sawit Bikin Heboh, Fakta Aslinya Mengejutkan

Banjir Reward! Intip Deretan Kode Redeem FF Terbaru 29 Maret 2026, Ada Skin SG2 dan Bundle Langka

Kode Redeem FF

Bukan Kaleng-Kaleng! Kode Redeem FF 29 Maret 2026: Sikat SG2 OPM dan Skin M1887 Gratis

Pria Menonton Sendirian di Kamar

Berhenti Sekarang! Alasan Mengapa IndoXXI dan LK21 Adalah ‘Bom Waktu’ Bagi Data Pribadi Anda

Kedok Ojol di Balik Skandal 17 Menit, Video “Bule Bali” Ini Diburu Netizen

Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.

Viral Lagi! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri, Kali Ini Adegan di Dapur

Terpopuler
  • Mumpung Masih Aktif! Sikat Kode Redeem FF 28 Maret 2026: Peluang Dapat M1887 SG Ungu dan Bundle Sultan Gratis
  • Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.
    Netizen Penasaran! Video Viral Kebun Sawit Ini Bisa Mengandung Risiko Digital
  • Link Video Ojol vs Bule 17 Menit Viral, Ternyata Settingan WNA di Bali demi Konten
  • Heboh! Link Telegram Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di Kebun Sawit Ramai Diburu, Ini Fakta Sebenarnya
  • Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit: Dari TikTok Hingga Ancaman Pidana UU ITE
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.