bukamata.id – Pekerja tambang di Oxfordshire, Inggris tak sengaja menemukan jalur lintasan dinosaurus. Jejak kaki hewan purba itu ada ratusan dan membentuk semacam jalan untuk lalu-lalang.
Awalnya, seorang pekerja tambang di sana melihat beberapa benjolan tak biasa di bawah permukaan tanah liat di situs tersebut. Setelah dilihat, ternyata itu adalah jalur lintasan jejak kaki dinosaurus.
Anomali yang tidak rata itu dibuat oleh beberapa hewan purba terbesar periode Jurassic Tengah, seperti Megalosaurus yang ganas.
Para ilmuwan dari Oxford University dan Birmingham University akhirnya menemukan sekitar 200 jejak kaki yang tersebar di lantai tambang, menciptakan sesuatu yang akhirnya digambarkan sebagai ‘jalan raya dinosaurus’.
Jalan raya raksasa ini terdiri dari lima jalur besar, diperkirakan berusia sekitar 166 juta tahun. Jejak tersebut ditinggalkan oleh setidaknya dua spesies dinosaurus yang berbeda pada saat Oxfordshire mengapit laut tropis dan dihiasi dengan laguna dangkal dan dataran lumpur.
“Pelestariannya sangat terperinci sehingga kita dapat melihat bagaimana lumpur berubah bentuk saat kaki dinosaurus itu masuk dan keluar,” jelas Dr. Duncan Murdock dari Oxford University Museum of Natural History, dikutip dari IFL Science, Sabtu (4/1/2024).
“Bersama dengan fosil lain seperti liang, kerang, dan tanaman, kita dapat menghidupkan kembali lingkungan laguna berlumpur yang dilalui dinosaurus,” imbuhnya.
Empat jejak itu diduga dibuat oleh sauropoda herbivora besar, dengan Cetiosaurus sepanjang 18 meter menjadi kandidat yang paling mungkin.
Sementara jalur kelima memiliki cakar tiga jari khas karnivora paling mengerikan, yaitu Megalosaurus. Panjangnya mencapai 9 meter dan merupakan dinosaurus pertama yang diberi nama ilmiah pada 1824, tepat 200 tahun sebelum penggalian terbaru ini.
Jejak tunggal terpanjang membentang lebih dari 150 meter, dan kelima set jejak tersebut secara kolektif membentuk kumpulan jejak dinosaurus terbesar di Inggris.
Jalan raya prasejarah yang terletak di Tambang Dewars Farm ini menambah koleksi jejak kaki dinosaurus yang sudah fenomenal di lokasi tersebut, tempat 40 jejak kaki lainnya ditemukan pada 1997.
Untungnya, teknologi telah berkembang pesat dalam beberapa dekade terakhir, dan para peneliti dapat memanfaatkan fotografi drone untuk membuat model 3D dari jejak kaki yang baru ditemukan dan mendokumentasikannya dengan sangat rinci.
Dengan menggunakan replika digital ini, tim berharap dapat memperoleh wawasan baru tentang bagaimana dinosaurus ini bergerak dan berperilaku.
Misalnya, jejak kaki menunjukkan bahwa Megalosaurus memiliki langkah sekitar 2,7 meter, dengan jarak antar jejak kaki menunjukkan bahwa makhluk prasejarah tersebut berjalan dengan kecepatan yang sama dengan manusia modern, sekitar 3 km per jam.
Sauropoda tampaknya telah melakukan perjalanan dengan kecepatan yang hampir sama, dan jejak mereka bahkan melintasi jejak Megalosaurus pada satu titik, menimbulkan pertanyaan menarik tentang apakah dan bagaimana dinosaurus yang berbeda ini mungkin berinteraksi satu sama lain.
Rincian penggalian tersebut akan disorot dalam film dokumenter BBC berjudul Digging for Britain, yang akan dirilis pada 8 Januari. Jejak tersebut juga akan ditampilkan dalam pameran baru di Oxford University Museum of Natural History.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











