Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bikin Turis Asing Terpikat, Ini 7 Surga Wisata Indonesia yang Tak Kalah Cantik dari Bali

Selasa, 3 November 2026 12:24 WIB

Mengupas Makna Dibalik Lirik ‘Dipaksa Sehat di Negara yang Sakit’ yang Buat Aviwkila Pilih Vakum Medsos

Selasa, 3 November 2026 12:14 WIB

Intip Fantastisnya Penghasilan Nadia Omara usai Video KHW 400 Tembus Puluhan Juta Views!

Selasa, 3 November 2026 12:03 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bikin Turis Asing Terpikat, Ini 7 Surga Wisata Indonesia yang Tak Kalah Cantik dari Bali
  • Mengupas Makna Dibalik Lirik ‘Dipaksa Sehat di Negara yang Sakit’ yang Buat Aviwkila Pilih Vakum Medsos
  • Intip Fantastisnya Penghasilan Nadia Omara usai Video KHW 400 Tembus Puluhan Juta Views!
  • Sinyal Bahaya Emiten Raffi-Nagita: Saham RANS Ambles Lebih dari 50 Persen!
  • I.League Cup 2026/2027 Kick Off Hari Ini: Cek Jadwal 6 Matchday Pertama dan Nasib Persib Bandung
  • Penertiban 48 Bangli Bundaran Cibiru Bandung dan Jeritan Kompensasi Pedagang
  • Akhirnya Comeback! Dari Skandal Podcast Sampai Tutup Channel, Juan dan Eve Buka Lembaran Baru!
  • Ujian Fisik Skuad Persib: Usai Tarung di Australia, Langsung Tantang Java United di Pekan Ke-9
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 3 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Penemuan Jejak Kaki Berusia 115 Ribu Tahun di Jazirah Arab

By Aga GustianaKamis, 9 Januari 2025 10:38 WIB2 Mins Read
Jejak kaki manusia purba ditemukan di Jazirah Arab. (Foto: Earth.com)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Para arkeolog menemukan sebuah jejak kaki manusia di Jazirah Arab. Diperkirakan, jejak kaki ini berusia 115 ribu tahun.

Arkeolog menyebut jika jejak kaki ini menjadi penanda jika adanya migrasi manusia dan kehidupan sebelum Zaman Es.

Jejak kaki manusia purba ini ditemukan pada tahun 2017 di wilayah dasar sebuah danau di bagian utara Arab Saudi. Jejak itu terdiri dari tujuh jejak kaki yang terpisah.

“Di sini, kami melaporkan jejak kaki dan fosil mamalia hominin dan non-hominin dari endapan danau Alathar di Gurun Nefud bagian barat, Arab Saudi,” catat para peneliti seperti dikutip dari Earth.com.

“Kami berpendapat bahwa jejak kaki tersebut, yang berasal dari zaman interglasial terakhir dan karenanya sezaman dengan penyebaran awal H. sapiens ke luar Afrika, kemungkinan besar merupakan bukti paling awal keberadaan spesies kita di Jazirah Arab,” kata para peneliti.

Baca Juga:  Penemuan Jimat Kuno Berusia 1.800 Tahun, Buka Sejarah Tersembunyi Kekristenan di Eropa

Arkeolog percaya Arab memainkan peran penting sebagai ‘gerbang’ bagi manusia purba ini.

Terletak di antara Afrika dan Asia, Jazirah Arab bertindak sebagai jembatan darat, yang memungkinkan manusia bermigrasi dari Afrika ke bagian lain dunia.

Seiring berjalannya waktu, bentang alam Tanah Arab yang bervariasi, dari gurun hingga wilayah pesisir, menyediakan sumber daya yang membantu manusia purba bertahan hidup dan menetap di wilayah tersebut.

Baca Juga:  Arkeolog Temukan Patung Manusia Singa, Jejak Kepercayaan Agama Tertua di Dunia

Ketika manusia purba menjelajahi wilayah Arab, mereka tidak sekadar singgah, melainkan menjadikan tempat itu sebagai rumah mereka. Bukti menunjukkan bahwa manusia beradaptasi dengan lingkungan gurun yang keras, mengembangkan peralatan, dan membangun komunitas.

“Sebuah studi eksperimental terhadap jejak kaki manusia modern di dataran lumpur menemukan bahwa detail halus hilang dalam waktu dua hari dan jejak tidak dapat dikenali lagi dalam waktu empat hari, dan pengamatan serupa telah dilakukan untuk jejak mamalia non-hominin lainnya,” jelas para peneliti.

Meski masa lalu itu rumit, beberapa teori telah diajukan tentang primata tegak pada era itu. Bukti yang semakin banyak menunjukkan bahwa jejak itu ditinggalkan oleh anggota spesies kita sendiri, Homo sapiens.

Baca Juga:  Arkeolog Temukan 13 Mumi Berlidah dan Berkuku Emas

“Tujuh jejak kaki hominin berhasil diidentifikasi dengan pasti dan mengingat bukti fosil dan arkeologi penyebaran H. sapiens ke Levant dan Arabia selama era 130 ribu hingga 80 ribu tahun yang lalu, dan tidak adanya Homo neanderthalensis dari Levant pada saat itu, kami berpendapat bahwa H. sapiens bertanggung jawab atas jejak di Alathar,” ungkap para peneliti.

Lebih jauh lagi, para ahli mencatat bahwa ukuran jejak kaki Alathar lebih konsisten dengan jejak kaki H. sapiens awal daripada H. neanderthalensis.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

arkeolog
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bikin Turis Asing Terpikat, Ini 7 Surga Wisata Indonesia yang Tak Kalah Cantik dari Bali

Mengupas Makna Dibalik Lirik ‘Dipaksa Sehat di Negara yang Sakit’ yang Buat Aviwkila Pilih Vakum Medsos

Intip Fantastisnya Penghasilan Nadia Omara usai Video KHW 400 Tembus Puluhan Juta Views!

Akhirnya Comeback! Dari Skandal Podcast Sampai Tutup Channel, Juan dan Eve Buka Lembaran Baru!

Jasa Masa Lalu Diungkit! Niat Sindir Raffi Ahmad, Borok Jerome Polin Malah Dibongkar Kubu RANS?

Mau Beli atau Jual Emas Hari Ini? Cek Dulu Harga Antam dan Buyback Terbaru

Terpopuler
  • Perang Estetika Kota: Utopia Art Deco vs Megalomania Kerajaan di Saat Kas Pemprov Jabar Sekarat
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029
  • KHW 400 OTW Layar Lebar? Heboh Rumah Produksi Daftarkan Judul Film Mirip Konten Nadia Omara!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.