Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Semangkuk cuanki hangat di Cuanki Serayu

Hangatkan Tubuh di Tengah Cuaca Dingin Kota Kembang: 7 Rekomendasi Kuliner Berkuah Khas Bandung yang Wajib Dicoba

Sabtu, 31 Oktober 2026 21:29 WIB

Mengenang 7 Hari Wafatnya Fathan Subchi, PKB dan Masura Kabupaten Bandung Gelar Doa Bersama

Sabtu, 31 Oktober 2026 20:36 WIB

Viral Foto AI Presiden Prabowo di Padalarang, Petinggi KCIC Diserbu Netizen

Sabtu, 31 Oktober 2026 20:23 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Hangatkan Tubuh di Tengah Cuaca Dingin Kota Kembang: 7 Rekomendasi Kuliner Berkuah Khas Bandung yang Wajib Dicoba
  • Mengenang 7 Hari Wafatnya Fathan Subchi, PKB dan Masura Kabupaten Bandung Gelar Doa Bersama
  • Viral Foto AI Presiden Prabowo di Padalarang, Petinggi KCIC Diserbu Netizen
  • Persib Dapat Angin Segar Jelang Jamu Isenmulang FC, Teja Paku Alam Comeback?
  • Aksi Nekat Pemuda Bandung Berujung Maut, Lansia 64 Tahun Gugur Pertahankan Ayam Kesayangan
  • Jatuhnya Sultan Andara! Kena Boikot Parah, Saham Ambruk, Raffi Ahmad Diambang Kehancuran?
  • Sapa Ribuan Warga di Jalak Harupat, Rajiv NasDem Buktikan Janji Kampanye Bukan Sekadar Pemanis
  • Kemensos Proses Data Penerima Bansos Tahap 4, KPM Wajib Cek Hal Ini Sebelum November
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 31 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Penemuan Jimat Kuno Berusia 1.800 Tahun, Buka Sejarah Tersembunyi Kekristenan di Eropa

By Aga GustianaJumat, 27 Desember 2024 20:54 WIB2 Mins Read
Jimat kuno berusia 1.800 tahun. (Foto: Archaeological Museum Frankfurt)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Sebuah jimat berusia 1.800 tahun ditemukan di bawah dagu kerangka di sebuah pemakaman di Jerman. Dalam isi jimat tersebut membuka sejarah Kekristenan yang lama tersembunyi.

Dengan panjang hanya 1,4 inci (3,5 sentimeter), amulet jimat keramat ini berisi lembaran tipis perak yang digulung rapat.

Di dalam amulet tersebut terdapat tulisan-tulisan aneh. Kemudian para peneliti menggunakan teknologi pemindaian canggih untuk mengungkap tulisan latin yang tidak biasa itu.

Tulisan itu menguak tentang bagaimana agama Kristen dipraktikkan di Kekaisaran Romawi awal .

Baca Juga:  Kucing, Rubah dan Luwak Jadi Santapan Manusia 10.000 Tahun Lalu

Jimat kuno ini ditemukan di makam seorang pria yang meninggal antara tahun 230 dan 270 M. Pria itu kemungkinan besar mengenakan amulet pada tali di lehernya, karena ditemukan tepat di bawah rahangnya.

Kemungkinan amulet ini dikenal sebagai filakteri, yakni sebagai pelindung atau untuk menyembuhkan pemiliknya dari berbagai kemalangan, seperti penyakit, nyeri tubuh, kemandulan atau bahkan kekuatan jahat.

Hal tersebut diungkapkan oleh Tine Rassalle, seorang arkeolog Alkitab independen yang tidak terlibat dalam penelitian tersebut.

“Di era tanpa pengetahuan medis yang maju, barang-barang seperti itu merupakan sumber kenyamanan dan keamanan yang penting bagi Anda dan orang-orang yang Anda cintai,” katanya.

Baca Juga:  Arkeolog Temukan Batu Berbentuk Donat Berusia 12 Ribu Tahun, Asal-usul Roda?

“Amulet ini banyak digunakan pada Zaman Kuno Akhir, terutama di wilayah Mediterania bagian timur,” imbuh Rassalle.

Namun menurutnya, amulet ini jauh lebih jarang ditemukan di wilayah Romawi bagian barat.

Penemuan jimat ini di Jerman menunjukkan bahwa ide-ide Kristen telah mulai merambah wilayah-wilayah yang jauh dari pusat-pusat awal pertumbuhan agama Kristen.

Berikut adalah bunyi dari jimat kuno tersebut:

Baca Juga:  Mendarat di Jerman, Timnas U-17 Bakal Lakoni Sejumlah Laga Uji Coba Lawan Tim Muda Bundesliga

(Atas nama?) Santo Titus. Kudus, kudus, kudus! Atas nama Yesus Kristus, Putra Allah! Tuhan dunia melawan dengan [kekuatan?] semua serangan(?)/kemunduran(?). Tuhan(?) memberikan jalan masuk menuju kesejahteraan. Semoga sarana keselamatan(?) ini melindungi orang yang menyerahkan dirinya kepada kehendak Tuhan Yesus Kristus, Putra Allah, karena di hadapan Yesus Kristus setiap lutut bertekuk: mereka yang di surga, mereka yang di bumi dan mereka yang di bawah bumi, dan setiap lidah mengaku (Yesus Kristus).

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

arkeolog Jerman
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Semangkuk cuanki hangat di Cuanki Serayu

Hangatkan Tubuh di Tengah Cuaca Dingin Kota Kembang: 7 Rekomendasi Kuliner Berkuah Khas Bandung yang Wajib Dicoba

Jatuhnya Sultan Andara! Kena Boikot Parah, Saham Ambruk, Raffi Ahmad Diambang Kehancuran?

Hujan Turun Terus? Ini 5 Wisata Indoor di Bandung yang Bikin Liburan Tetap Asyik

Badai Boikot Paling Parah? Fakta Mengejutkan Dibalik Hancurnya Rans Carnival 2026!

Momen Amanda Manopo & Kenny Austin Bikin Konten Anak, Ternyata Sosoknya Setulus Ini

Wajib Mampir! 5 Tempat Makan di Bandung yang Selalu Diburu Wisatawan Luar Kota

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
  • Berkas Kasus UU ITE Bambang Soeharto Hampir Rampung, Simalango Law Firm Soroti Langkah Tersangka Lapor Balik Saksi
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Dikukuhkan di Depan Gubernur Lemhannas, Tatang Suherman Siap Gerakkan FWK Jabar
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.