bukamata.id – Momen pencairan bantuan sosial (bansos) selalu ditunggu masyarakat, terutama Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang kini dikenal sebagai Program Sembako, serta Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Subsidi Upah (BSU). Triwulan III 2025 hampir usai, sehingga penyaluran bansos kembali menjadi sorotan publik.
Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional Jadi Dasar Penyaluran
Sejak triwulan II 2025, pemerintah menggunakan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai basis penyaluran bansos. Data ini terus diperbarui agar bantuan tepat sasaran. Namun, menurut unggahan Instagram resmi Kementerian Sosial (@kemensosri), 45% penerima PKH dan Program Sembako masih tidak tepat sasaran, dengan total anggaran yang terbuang mencapai Rp 17 triliun.
Masyarakat pun diimbau untuk aktif mengecek status bansos mereka. Jika menemukan data yang tidak akurat, dapat langsung mendatangi kantor pemerintah setempat untuk memperbaikinya.
Jadwal Pencairan Program Sembako dan PKH
BPNT telah resmi berubah menjadi Program Sembako, dengan besaran Rp 200 ribu per bulan yang disalurkan setiap triwulan. Penyalurannya berbeda antar daerah karena Kemensos tidak menetapkan tanggal pasti.
Per 15 September 2025, penyaluran triwulan III telah mencapai:
- Program Sembako: 13.687.433 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) atau 75,89%
- PKH: 7.443.448 KPM atau 74,43%
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) memastikan bahwa penyaluran akan segera mencapai 100%. Triwulan IV dijadwalkan mulai Oktober 2025, dengan skema penyaluran tetap setiap 3 bulan.
Nominal PKH bervariasi tergantung kategori keluarga, mulai dari Rp 225 ribu hingga Rp 750 ribu per tahap.
Bantuan Subsidi Upah (BSU)
Untuk BSU, pemerintah sebelumnya menyalurkan Rp 600 ribu untuk periode JuniāJuli 2025, dengan total penerima mencapai 16 juta pekerja. Hingga saat ini, belum ada informasi resmi terkait kelanjutan program BSU. Masyarakat disarankan selalu merujuk pada kanal resmi Kementerian Ketenagakerjaan untuk update terbaru.
Cara Cek Bansos 2025 Pakai NIK
Pengecekan bansos bisa dilakukan dari rumah hanya dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan koneksi internet. Ada dua cara utama:
1. Via Situs Resmi Kemensos:
- Kunjungi cekbansos.kemensos.go.id
- Masukkan data provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, dan desa/kelurahan
- Isi nama penerima sesuai KTP
- Lengkapi captcha
- Tekan ‘Cari Data’
- Jika terdaftar, akan muncul informasi tipe bansos, periode penyaluran, dan status
2. Via Aplikasi Cek Bansos Kemensos:
- Download aplikasi dari Play Store atau App Store
- Buat akun baru
- Lengkapi data pendaftaran seperti nomor KK dan email
- Login dan pilih menu ‘Cek Bansos’
- Masukkan data tempat tinggal dan nama
- Tekan ‘Cari Data’
- Status penerima akan muncul: YA jika terdaftar, atau Tidak Terdapat Peserta/PM jika tidak
Dengan mengecek secara rutin, masyarakat dapat memastikan bantuan diterima tepat waktu dan memperbaiki data jika diperlukan.
Bagi warga yang menantikan bantuan sosial, memantau penyaluran triwulan III ini menjadi langkah penting agar tidak ketinggalan informasi.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











