Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

7 Sport Center di Bandung dengan Fasilitas Lengkap, Ada Kolam Renang hingga Padel

Sabtu, 17 Oktober 2026 02:00 WIB
Bansos

Menunggu BLT Kesra Rp900 Ribu? Ini Fakta Terbaru dan Link Cek Bansos Kemensos

Sabtu, 17 Oktober 2026 01:00 WIB

100 Persen Pulih, Beckham Putra Bakal Jadi Senjata Persib Kontra Persik Kediri?

Jumat, 16 Oktober 2026 21:01 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • 7 Sport Center di Bandung dengan Fasilitas Lengkap, Ada Kolam Renang hingga Padel
  • Menunggu BLT Kesra Rp900 Ribu? Ini Fakta Terbaru dan Link Cek Bansos Kemensos
  • 100 Persen Pulih, Beckham Putra Bakal Jadi Senjata Persib Kontra Persik Kediri?
  • Target 4 Perunggu Asian Para Games 2026, Indonesia Awali Perjuangan dengan Dua Kemenangan
  • IHSG Terjun ke Level 5.185, Kapolri Perintahkan Bareskrim Selidiki Dugaan Pidana
  • Tragedi Kebakaran Bromo! 4 Orang Tewas, Petugas TNBTS dan Relawan Terjebak Kobaran Api
  • Dana Bencana Rp148 Miliar Diduga Dikorupsi, Adik Eks Kepala BNPB Jadi Tersangka
  • Kabar Duka! Aktor Senior Yadi Timo Meninggal Dunia di Usia 66 Tahun
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 17 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Viral Video ‘Lintasan Maut’ di Cisewu: Warga Garut Pertanyakan Kehadiran Pemerintah di Pelosok

By Aga GustianaSelasa, 10 Februari 2026 17:37 WIB2 Mins Read
Jalan Rusak Garut. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kecamatan Cisewu kembali menjadi buah bibir, namun bukan karena prestasinya, melainkan karena potret infrastrukturnya yang memprihatinkan. Sebuah unggahan video dari akun Instagram @kuslendra_ mendadak viral setelah memperlihatkan kondisi ruas jalan yang menghubungkan Desa Pamalayan dan Desa Cikarang, Kabupaten Garut, yang lebih mirip lintasan off-road ekstrem daripada akses publik.

Dalam rekaman tersebut, terlihat jelas hamparan batu besar berserakan di atas tanah merah yang licin saat diguyur hujan. Tak ada aspal, yang ada hanyalah penderitaan warga yang terpaksa melintas setiap hari.

Sindiran Menohok: “Wajar Rusak, Mungkin Karena Belum Bayar Pajak”

Kekecewaan warga mencapai puncaknya hingga terlontar sindiran bernada satire yang menohok telinga para pemangku kebijakan. Pengunggah video seolah “memaklumi” pembiaran ini sebagai imbalan atas kelalaian warga dalam urusan administrasi, meski nada bicaranya sarat akan kritik pedas.

“Wayah na we urg mah jalan ge kieu keneh, ngarumasakeun can malayar pajak kendaraan tiap tahun (Ya mau bagaimana lagi kalau jalan masih begini, merasa diri belum bayar pajak kendaraan tiap tahun),” tulisnya dalam keterangan video, dikutip Selasa (10/2/2026).

Baca Juga:  DBMPR Jabar Catat 199 Ruas Jalan Provinsi Bakal Dilalui Pemudik saat Lebaran 2024

Bupati Pernah Lewat, Tapi Hanya Sekadar “Numpang Lewat”?

Hal yang membuat publik semakin geram adalah fakta bahwa kondisi jalan ruas Pamalayan-Cicariu-Cikarang ini diklaim sudah diketahui sejak lama oleh otoritas tertinggi di Kabupaten Garut. Bahkan, sang pengunggah menyebut bahwa Bupati Garut pernah melihat langsung kerusakan tersebut dengan mata kepala sendiri.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Ungkap Sosok Aura Cinta: Bukan Kategori Remaja, Apalagi Anak-anak

Namun, kehadiran pejabat tersebut rupanya tidak otomatis membawa perubahan. Hingga tahun 2026 ini bergulir, jalanan tetap gelap gulita tanpa penerangan yang memadai. Saat malam tiba, warga hanya bisa mengandalkan sorot lampu kendaraan untuk menembus pekatnya hutan dan licinnya medan.

“Bertahun-tahun warga menderita dengan jalan seperti ini, bahkan Bupati Garut pernah melihat kondisi jalan tersebut tapi masih belum ada perbaikan sama sekali sampai saat ini,” keluh akun tersebut lebih lanjut.

Baca Juga:  Cegah Guru Dipidana, Dedi Mulyadi Wajibkan Orang Tua Bikin Surat Pernyataan

Pemerintah Masih “Tutup Mulut”

Hingga berita ini diturunkan, baik Pemerintah Kabupaten Garut maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat belum memberikan respons resmi. Bungkamnya otoritas terkait semakin mempertegas kesan adanya pengabaian terhadap hak-hak warga di wilayah pelosok.

Bagi masyarakat Cisewu, jalan ini bukan sekadar urusan transportasi, melainkan urusan nyawa dan ekonomi yang seolah digantung tanpa kepastian oleh birokrasi yang lamban.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

jawa barat
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bansos

Menunggu BLT Kesra Rp900 Ribu? Ini Fakta Terbaru dan Link Cek Bansos Kemensos

IHSG Terjun ke Level 5.185, Kapolri Perintahkan Bareskrim Selidiki Dugaan Pidana

Tragedi Kebakaran Bromo! 4 Orang Tewas, Petugas TNBTS dan Relawan Terjebak Kobaran Api

Ilustrasi korupsi

Dana Bencana Rp148 Miliar Diduga Dikorupsi, Adik Eks Kepala BNPB Jadi Tersangka

Viral Petugas SPBU Menangis di Depan I Wayan Koster: Saya Bukan Robot, Pak!

Diduga Jadi Korban Pengantin Pesanan WNA China, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di Apartemen PIK 2

Terpopuler
  • Humas Era Digital Tak Cukup Viral! Mahasiswa UIN Bandung Dibekali Strategi Algoritma hingga Etika
  • Ramai Kritik Ornamen Candi di Gedung Sate, Warga Sentil Dedi Mulyadi: Estetik Henteu, Fungsional Komo!
  • Viral! Dana Donasi Pak Santoso Tercatat Rp14,3 Juta, Disebut Hanya Terima Rp600 Ribu
  • Kontroversi Jalan Diponegoro Bandung: Demi Ruang Publik atau Menabrak Tata Ruang?
  • Siap-siap Cair! Panduan Cek Bansos PKH dan BPNT Tahap 4 Oktober-Desember 2026 Pakai NIK KTP
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.