Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bukan Cuma Seblak! 4 Kuliner Bandung Ini Lagi Jadi Buruan Wisatawan

Selasa, 6 Oktober 2026 17:00 WIB

Viral! Sejumlah Pengunjung Diduga Keracunan Massal Usai Makan di Restoran Korea Bandung

Selasa, 6 Oktober 2026 16:54 WIB
ilustrasi bansos

Gaji PNS dan Dana Pensiun Bakal Disalurkan Lewat Koperasi, Pemerintah Godok Aturan Baru

Selasa, 6 Oktober 2026 16:49 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bukan Cuma Seblak! 4 Kuliner Bandung Ini Lagi Jadi Buruan Wisatawan
  • Viral! Sejumlah Pengunjung Diduga Keracunan Massal Usai Makan di Restoran Korea Bandung
  • Gaji PNS dan Dana Pensiun Bakal Disalurkan Lewat Koperasi, Pemerintah Godok Aturan Baru
  • Sempat Tuai Penolakan, Sekolah Pengganti SDN 026 Bojongloa Akhirnya Dibangun
  • Rezeki Akhir Tahun! PKH, BPNT, Beras hingga BSU Rp900 Ribu Masuk Periode Penyaluran
  • Gila! Persib Hadapi 3 Laga Internasional dalam Oktober, Cek Jadwal Lengkapnya
  • Duet Mematikan Ole Romeny-Mithcell Baker Bawa Indonesia Juara, Ini Rahasianya
  • Terkuak! Peran Indra Kenz di Skandal Fasilitas Mewah Lapas Cibinong, Siap-siap Masuk Bui Lagi?
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 6 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Opini

Mindshift 4: PKM-PM IPB University Bekali Perempuan Pekerja Migran Purna dengan Budidaya Terpadu Menuju Kemandirian Ekonomi

By Aga GustianaSabtu, 15 Agustus 2026 19:45 WIB2 Mins Read
Mindshift 4: Bersinergi, salah satu rangkaian program Mindshift (Mindset & Independent) dalam pemberdayaan perempuan pekerja migran purna. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

TIM Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) IPB University menghadirkan inovasi budidaya terpadu melalui Mindshift 4: Bersinergi sebagai upaya memperkuat keterampilan produktif dan kemandirian ekonomi perempuan pekerja migran purna di Kampung Muara, Desa Jambenenggang, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi.

Mindshift 4 menjadi bagian dari program Mindshift (Mindset & Independent) yang mengintegrasikan pendampingan psikososial dengan pengembangan kompetensi kewirausahaan. Setelah memperoleh penguatan self-efficacy dan resilience pada tahapan sebelumnya, peserta mulai diarahkan untuk menerapkan kemampuan tersebut melalui kegiatan produktif yang berpotensi dikembangkan menjadi usaha.

Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah Integrated Multi-Trophic Aquaculture (IMTA), yaitu sistem budidaya yang mengintegrasikan ikan lele, tanaman, dan kijing dalam satu ekosistem yang saling mendukung. Dalam sistem ini, kijing dimanfaatkan sebagai penyaring alami, sementara tanaman seperti selada dan kangkung menjadi bagian dari pemanfaatan nutrien dalam sistem budidaya. Pendekatan tersebut dikenalkan sebagai alternatif budidaya yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.

Selain IMTA, peserta dibekali keterampilan budidaya cacing tanah sebagai pakan alami atau pakan selingan bagi ikan lele. Pemanfaatan cacing tidak hanya mendukung penyediaan pakan dalam kegiatan budidaya, tetapi juga diperkenalkan sebagai komoditas yang memiliki potensi nilai ekonomi. Dengan demikian, peserta dapat melihat peluang usaha tidak hanya dari hasil panen ikan dan tanaman, tetapi juga dari berbagai komponen yang mendukung sistem budidaya.

Berbeda dengan pelatihan yang hanya berfokus pada penyampaian materi, Mindshift 4
menerapkan pendekatan learning by doing. Peserta terlibat langsung dalam praktik budidaya, mulai dari menyiapkan sistem, melakukan pemeliharaan dan monitoring, hingga memanen lele dan tanaman. Sistem budidaya juga dirancang menggunakan pola rotasi sehingga setelah panen, siklus produksi dapat kembali dilanjutkan tanpa harus memulai seluruh proses dari awal.

Melalui konsep “Bersinergi”, Mindshift 4 tidak hanya mengenalkan teknik budidaya, tetapi juga mendorong peserta memahami bagaimana sumber daya yang tersedia dapat dikelola menjadi sistem usaha yang saling terhubung. Keterampilan tersebut diharapkan menjadi salah satu alternatif usaha yang dapat dikembangkan secara mandiri oleh perempuan pekerja migran purna.

Melalui program Mindshift, Tim PKM-PM IPB University bersama SBMI Sukabumi
berupaya membangun model pemberdayaan yang tidak berhenti pada penguatan psikologis, tetapi berlanjut pada kemampuan peserta untuk mengubah keyakinan dan potensi diri menjadi kegiatan produktif. Integrasi penguatan psikososial, keterampilan budidaya, dan kompetensi kewirausahaan diharapkan dapat menjadi bekal bagi perempuan pekerja migran purna untuk membangun kemandirian ekonomi secara berkelanjutan.

Penulis: Siti Nur Azizah Huda, Tim PKM-PM IPB University Program Mindshift (Mindset & Independent)

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Saat Finfluencer dan AI Jadi Guru Keuangan, Masih Perlukah Belajar Manajemen?

Inspirasi Karier dari Pemain Juggling Bola

Professor Webster University: Pimpinan Negara Barat Harus Belajar Dari Prabowo

Komunikasi Profetik di Era Digital: Arah Baru Pengembangan Ilmu Komunikasi

Doomposting Film “Ghost In The Cell”: Analisis Perilaku Netizen Lewat Cognitive Dissonance Theory

Banjir Konten UGC dari Brand Team,yang Dijual Produk apa Kisah Palsu?

Terpopuler
  • Jadwal dan Link Live Streaming Indonesia vs Thailand: Momentum Garuda Rebut Trofi di Rumah Sendiri
  • Eksa Silika Resmi Jadi Plt, KORMI Bandung Bersiap Pilih Ketua Baru
  • Polemik Data Center AI Jatiluhur: AMDAL Belum Rampung tapi Proyek Sudah Dimulai, Apakah Ruang Koreksi Masih Ada?
  • Antara Regulasi dan Realita: Menguak Karut-Marut Anggaran Publikasi Rp250 Juta di Diskominfo Purwakarta
  • Aturan Dibuat untuk Dilanggar? Menguliti Tiga Dosa Administratif Pengadaan Publikasi Purwakarta
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.